Tiga Komoditas Unggulan Digenjot, HDDAP Bawa Harapan Baru Petani Sumenep

Kamis, 16 April 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid M.Si

Foto. Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid M.Si

SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kabupaten Setempat terus memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah, khususnya di wilayah lahan kering yang selama ini dikenal penuh tantangan.

Melalui program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP), DKPP menargetkan transformasi besar-besaran pada sektor hortikultura agar lebih modern, produktif, dan berorientasi pasarpasar.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur rasyid menegaskan bahwa HDDAP bukan sekadar program biasa, melainkan langkah strategis untuk mengubah wajah pertanian di lahan kering menjadi lebih berdaya saing.

“HDDAP memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan hortikultura yang adaptif terhadap kondisi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya saat dikonfirmasi media nusainsider.com melalui telephone WhatsApp-nya, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, Program ini mengusung pendekatan menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan, penerapan teknologi tepat guna, hingga pengembangan rantai nilai produk hortikultura.

Baca Juga :  Tumpang Sari Padi di Antara Pohon Mente, Inovasi DKPP Sumenep yang Makin Dilirik

Kabupaten Sumenep sendiri menjadi salah satu dari 13 daerah di Indonesia yang mendapatkan program HDDAP. Adapun fokus pengembangan diarahkan pada tiga komoditas utama, yakni pisang, bawang merah, dan cabai rawit.

Sebaran program tersebut meliputi beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Batuputih untuk komoditas pisang, Kecamatan Guluk-Guluk dan Pasongsongan untuk bawang merah, serta Kecamatan Ambunten dan Rubaru untuk cabai rawit.

Baca Juga :  Rawat Tradisi dan Budaya Warisan Leluhur, Pemdes Torbang Gelar Pawai Budaya Tatorbhengan

Puluhan hektare lahan kering kini dikelola dalam bentuk klaster-klaster pengembangan hortikultura, “Pungkasnya.

Inong sapaan akrabnya menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga dari kemampuan menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi.

“Kami ingin petani bertransformasi dari pola tradisional menuju pertanian modern yang lebih kuat secara ekonomi,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi semua pihak agar program HDDAP benar-benar menyentuh kebutuhan petani di lapangan, bukan sekadar konsep di atas kertas.

“HDDAP harus menjadi ruang kolaborasi, di mana petani menjadi subjek utama pembangunan pertanian,” pungkasnya.

Dengan hadirnya program ini, Pemkab Sumenep melalui DKPP setempat berharap lahan kering yang selama ini dianggap kurang produktif justru mampu menjadi sumber kekuatan baru bagi pertumbuhan ekonomi pertanian daerah.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken
Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:49 WIB

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:25 WIB

100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terbaru