PAMEKASAN, nusainsider.com — Jika kebanyakan orang mengenang masa kecil sebagai kisah yang indah, berbeda dengan perjalanan hidup H. Bambang Budianto. Pengusaha asal Kabupaten Pamekasan itu tumbuh dalam keterbatasan sebagai seorang anak yatim.
Namun, pengalaman hidup yang penuh perjuangan tersebut justru menjadi sumber inspirasi yang kini menghadirkan kebahagiaan bagi ribuan anak yatim di Madura.
Pada puncak peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah, sekitar 600 anak yatim piatu dan dhuafa memadati Gudang CV Ayunda Permata Sejahtera di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Mereka mengikuti kegiatan Sholawat Akbar dan santunan yang berlangsung penuh khidmat dan haru.
Lantunan sholawat menggema dari berbagai sudut ruangan. Ratusan tangan kecil terangkat memanjatkan doa, sementara wajah-wajah polos yang selama ini akrab dengan berbagai keterbatasan tampak berseri menerima perhatian dan kasih sayang dari para dermawan.
Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial atau rutinitas tahunan. Di baliknya tersimpan kisah panjang tentang empati, rasa syukur, dan komitmen kemanusiaan yang terus dijaga selama bertahun-tahun oleh H. Bambang Budianto.
Acara di Gudang CV Ayunda menjadi penutup rangkaian santunan Muharram yang sebelumnya telah dilaksanakan di Resto Aisyah Desa Panempan dan sejumlah lokasi lainnya di Kabupaten Pamekasan.
Dari satu lokasi ke lokasi lainnya, bantuan terus disalurkan hingga target besar yang dicanangkan sejak awal Muharram berhasil tercapai.
Selama rentang waktu 1 hingga 10 Muharram 1448 Hijriah, sebanyak 1.000 anak yatim menerima santunan. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sebuah gerakan kemanusiaan yang dijalankan secara konsisten.
Bagi H. Bambang Budianto, Muharram selalu memiliki makna yang sangat istimewa. Bulan ini mengingatkannya pada perjalanan hidup yang pernah dilalui sebagai anak yang tumbuh tanpa sosok ayah dan ibu yang mendampingi.
Karena itulah, setiap kali melihat anak-anak yatim berkumpul, ia seakan melihat kembali masa kecil yang pernah dijalaninya. Dari pengalaman tersebut lahir keyakinan bahwa keberhasilan hidup harus memiliki nilai manfaat bagi sesama.
Filosofi itu pula yang menjadi ruh dalam perjalanan CV Ayunda Permata Sejahtera. Perusahaan yang dibangunnya tidak hanya bergerak di bidang usaha, tetapi juga aktif menjalankan berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Selain santunan anak yatim, CV Ayunda juga menjalankan program umrah gratis bagi tokoh masyarakat, guru ngaji, dan karyawan, bedah rumah untuk warga kurang mampu, bantuan bagi dhuafa, santunan lansia, pembangunan jalan hingga beasiswa pendidikan.
Di tengah banyaknya perusahaan yang berlomba membesarkan aset dan keuntungan, CV Ayunda justru memilih membesarkan manfaat.
Bagi H. Bambang, keberhasilan sejati bukanlah ketika seseorang memiliki segalanya, melainkan ketika mampu menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.
Pemandangan 600 anak yatim yang bersholawat bersama di Gudang CV Ayunda menjadi simbol kuat dari nilai tersebut.
Tidak ada sekat antara pengusaha dan masyarakat kecil. Yang hadir hanyalah kebersamaan dalam doa, rasa syukur, serta harapan akan masa depan yang lebih baik.
H. Bambang Budianto mengatakan, kegiatan santunan anak yatim yang rutin dilaksanakan setiap Muharram bukanlah sekadar program sosial perusahaan, melainkan panggilan hati yang lahir dari pengalaman hidupnya sendiri.
“Saya pernah berada di posisi mereka. Saya tahu bagaimana rasanya tumbuh sebagai anak yatim dan merasakan keterbatasan. Karena itu setiap Muharram saya selalu berusaha berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim. Saya ingin mereka merasakan bahwa mereka tidak sendiri, masih banyak orang yang peduli dan menyayangi mereka,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan usaha yang diraih selama ini tidak akan memiliki arti besar apabila tidak memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Rezeki yang Allah titipkan kepada kami harus bisa dirasakan oleh orang lain. Target 1.000 anak yatim yang menerima santunan tahun ini bukan soal angka, tetapi tentang bagaimana kita bisa menghadirkan senyum, harapan, dan kebahagiaan bagi mereka. Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang ikut peduli terhadap anak-anak yatim,” tambahnya.
Ia juga mengaku terharu melihat ratusan anak yatim bersholawat dan mendoakan para dermawan yang telah membantu terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Ketika melihat 600 anak yatim bersholawat bersama dan mengangkat tangan berdoa, saya merasa inilah nikmat terbesar yang Allah berikan. Semoga doa-doa mereka menjadi keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.
Keberhasilan menyalurkan santunan kepada 1.000 anak yatim pada Muharram tahun ini tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi para penerima manfaat, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kepedulian dan empati mampu menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan.
Dari luka masa lalu yang pernah dialami seorang anak yatim, lahirlah gelombang kebaikan yang kini menyentuh ribuan kehidupan di Kabupaten Pamekasan.
![]()
Penulis : Wafa
















