SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus menggencarkan promosi kesehatan guna menekan penyebaran kasus Tuberkulosis (TBC) yang masih mencapai ribuan orang di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Sumenep, Achmad Syamsuri, mengatakan program promosi kesehatan ini menyasar ibu rumah tangga dan kader posyandu di seluruh wilayah, baik daratan maupun kepulauan yang mencakup 27 kecamatan.
“Program ini dimulai pada pekan kedua bulan April dan akan berlangsung hingga akhir tahun, dengan target menjangkau seluruh kecamatan di Sumenep,” ujar Syamsuri, Rabu (15/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman terkait pentingnya gizi seimbang, pencegahan serta penanganan TBC, hingga kewaspadaan terhadap penyakit menular lainnya seperti difteri.
Menurutnya, pemenuhan gizi seimbang menjadi faktor penting dalam menunjang tumbuh kembang anak serta meningkatkan daya tahan tubuh keluarga agar tidak mudah terserang penyakit.
Ia menegaskan, program ini merupakan bagian dari upaya edukasi kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup bersih dan sehat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit melalui gaya hidup sehat,” ungkapnya.
Hingga 15 April 2026, promosi kesehatan telah dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Kalianget dan Talango. Program tersebut akan terus diperluas ke wilayah lainnya secara bertahap.
Berdasarkan data Dinkes-P2KB Sumenep, jumlah kasus TBC di daerah tersebut tercatat sebanyak 1.520 orang yang tersebar di 25 kecamatan, terdiri dari 17 kecamatan daratan dan delapan kecamatan kepulauan.
Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 2.294 kasus, dengan angka kematian sebanyak 296 orang.
Selain promosi kesehatan, Pemkab Sumenep juga melakukan langkah aktif berupa pemantauan dan pemeriksaan kesehatan langsung dari rumah ke rumah sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan penanganan kasus TBC di masyarakat.
![]()
Penulis : Wafa
















