Terkuak! Pemberdayaan Janda, Rahasia Tersembunyi Meroketnya Rokok Makayasa ke Pasar Internasional

Minggu, 11 Mei 2025 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Keberhasilan rokok lokal Sumenep yang dikenal dengan nama ‘Makayasa’ berhasil menembus pasar nasional hingga internasional.

Hal tersebut tentu menjadi bukti bahwa komitmen, inovasi, dan keberpihakan sosial dapat menghasilkan produk unggulan yang tak hanya menguntungkan, tapi juga bermanfaat luas bagi masyarakat.

Siapa sangka, kesuksesan itu berawal dari langkah kecil. Pada tahun 2021, PR Mahaputera Nusantara yang dikelola pengusaha muda H. Supriyadi hanya mengucurkan dana sebesar Rp70 juta hanya untuk membentuk cita rasa khas rokok Makayasa.

Nominal itu tergolong kecil jika dibandingkan dengan investasi besar perusahaan rokok besar lainnya. Namun, dengan pendekatan tepat, riset yang kuat, dan kerja keras, modal tersebut berhasil melahirkan varian rasa khas yang kini menjadi daya saing utama Makayasa.

Cita rasa ini menjadi pembeda Makayasa dari merek-merek lain. Dalam waktu singkat, rokok ini berhasil menjangkau pasar Jawa Timur, Jawa Barat dan akhirnya tersebar ke berbagai wilayah di Indonesia bahkan Hingga Internasional.

Hingga tahun 2025 ini, pertumbuhan permintaan menunjukkan tren yang sangat positif. Supriyadi dan tim tak berhenti berinovasi. Mereka terus memperbaiki kualitas produk dan memperluas distribusi ke luar daerah diluar yang sudah tercover sebanyak 82 Kabupaten/kota wilayah Indonesia.

Makayasa tak berhenti di situ (red. Indonesia dan berbagai Negara tetangga). Melalui berbagai kerja sama dan strategi promosi yang cermat, rokok ini kini telah berhasil menembus pasar ekspor. Negara tujuan awal antara lain Malaysia dan beberapa negara Timur Tengah.

Baca Juga :  Momentum Kenaikan Pangkat, Kapolres Sumenep Ajak Anggota Jaga Disiplin dan Integritas

Untuk menopang ekspansi itu, PR Mahaputera Nusantara menargetkan penambahan tenaga kerja secara signifikan.

Direncanakan Pada tahun 2026 nanti, ditargetkan jumlah karyawan melampaui 1.000 orang, dengan komposisi pekerja dari berbagai latar belakang, “Pungkasnya.

Kapasitas produksi juga terus ditingkatkan. Saat ini, dalam satu minggu, Makayasa mampu menghasilkan minimal 150 ball. Sementara kapasitas maksimal dalam satu bulan bisa mencapai 2.000 ball, tergantung permintaan pasar.

Lonjakan produksi ini mencerminkan keberhasilan manajemen dalam mengelola operasional secara efisien, meski dalam situasi ekonomi yang fluktuatif. Tim produksi pun dilatih secara berkala untuk menjaga kualitas.

Yang menarik, keberhasilan Makayasa tidak hanya terletak pada aspek ekonomi, namun juga menyentuh dimensi sosial. PR Mahaputera Nusantara ini menunjukkan keberpihakan terhadap kelompok rentan, khususnya para janda.

Foto Bersama sebagian Pekerja saat di Gudang Produksi PR Mahaputera Nusantara ‘Makayas’. (Ist. nusainsider.com / Ach Toifur Ali Wafa)

Dari total 50 pekerja yang diberdayakan di awal pengembangan usaha, enam orang telah berkeluarga, sementara sisanya adalah janda, “Katanya.

Mereka (red. Pekerja) diberikan pelatihan dan kesempatan kerja untuk menopang kehidupan ssehari-hari.

Menurut Supriyadi sapaan akrabnya, pemberdayaan janda merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Perempuan yang selama ini sulit mendapat pekerjaan diberi akses setara untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi.

Baca Juga :  Resmi Dimulai! Festival Cipta Lagu Musik Tong-Tong 2025 Hidupkan Semangat Seniman Muda Madura

Ia menilai bahwa langkah tersebut sebagai bentuk nyata kehadiran industri dalam membangun tatanan sosial yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Tak hanya berhenti di situ, Makayasa kini mempersiapkan program sosial yang lebih luas. Dalam waktu dekat, perusahaan ini berencana memberikan santunan kepada anak yatim di seluruh desa di Kabupaten Sumenep.

Targetnya adalah 20 anak yatim per desa. Dengan total 330 desa di wilayah kabupaten ini, maka jumlah penerima santunan mencapai 6.600 anak. Ini menjadi salah satu program sosial terbesar yang digagas pelaku usaha lokal, “Imbuhnya pengusaha Muda asal kabupaten Sumenep itu.

Pemberian santunan akan dilaksanakan secara berkala dan terstruktur. Perusahaan telah membentuk tim khusus untuk mendata dan menyalurkan bantuan agar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Lebih lanjut Supriyadi menyampaikan bahwa keberhasilan bisnis harus dibarengi dengan kontribusi kepada masyarakat.

“Kami tidak ingin hanya sukses secara ekonomi, tapi juga bermanfaat bagi banyak orang,” ungkapnya lebih lanjut kepada media nusainsider.com, Ahad 11 Mei 2025.

Dalam upaya memperluas jangkauan pasar, sinergi dengan media menjadi elemen penting. Makayasa menjalin kerja sama erat dengan media lokal yang tergabung dalam Asosiasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep.

Kolaborasi ini diperkuat dengan dukungan dari media nasional. Berbagai strategi promosi dan publikasi telah dilakukan secara konsisten, termasuk melalui pemberitaan, iklan, dan kampanye digital.

Baca Juga :  Bank Jatim 64 Tahun, Bupati Fauzi: Mitra Strategis Perkuat Ekonomi Lokal

Hasilnya terlihat nyata. Makayasa cepat dikenal publik, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional. Citra merek dibangun secara kuat, dengan narasi keberhasilan lokal yang menginspirasi.

Strategi komunikasi yang dijalankan terbukti efektif. Bukan hanya untuk memperkenalkan produk, tetapi juga membangun persepsi positif tentang industri rokok lokal yang peduli terhadap pekerja dan masyarakat.

Supriyadi mengapresiasi peran media dalam proses ini. Ia menilai, kekuatan informasi yang disampaikan secara luas mampu membuka pintu-pintu peluang yang sebelumnya sulit dijangkau oleh pelaku usaha daerah.

Ia pun berharap lebih banyak pelaku usaha di Sumenep yang berani berinovasi dan membangun kolaborasi. Menurutnya, keberhasilan Makayasa bukan karena kekuatan modal besar, tetapi karena kerja sama yang solid dan visi yang kuat.

“Kalau kita ingin maju, jangan takut mulai dari kecil. Yang penting punya niat, strategi, dan kepedulian,” ucapnya.

Ditambahkan, Ia yakin, banyak potensi lokal di Sumenep yang bisa bersaing di level nasional bahkan global.

Makayasa kini menjadi contoh bagaimana produk lokal bisa naik kelas. Dengan sentuhan sosial, pendekatan profesional, dan dukungan komunitas, rokok ini telah menjelma sebagai kebanggaan masyarakat Sumenep, “Tutupnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Ziarah Jelang Ramadan, Lia Istifhama Tegaskan Makna Cinta Lewat Doa untuk Leluhur
Jelang Libur Panjang, Sipropam Polres Sumenep Sisir Tempat Hiburan Malam
Jaga Stabilitas Harga, Bupati Fauzi Dialog Langsung dengan Pedagang dan Pembeli
Wujudkan Lingkungan Sehat, Pemdes Pinggirpapas Turun Langsung Bersih-Bersih
Budaya Gotong Royong Terjaga, Aparatur Kecamatan Batang-Batang Bersihkan Area Perbatasan
Tokoh Muda Sumenep Naghfir Sowan ke KHR. Azaim Ibrahimy, Teguhkan Warisan Sanad Keilmuan
Bayi Terluka Ditemukan di Gang Trunojoyo, Polisi Selidiki Kasus Secara Humanis
Pengukuhan DEKOPINDA Sumenep Jadi Tonggak Penguatan UMKM dan Ekonomi Pesisir

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:00 WIB

Ziarah Jelang Ramadan, Lia Istifhama Tegaskan Makna Cinta Lewat Doa untuk Leluhur

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:43 WIB

Jelang Libur Panjang, Sipropam Polres Sumenep Sisir Tempat Hiburan Malam

Jumat, 13 Februari 2026 - 22:35 WIB

Jaga Stabilitas Harga, Bupati Fauzi Dialog Langsung dengan Pedagang dan Pembeli

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:39 WIB

Budaya Gotong Royong Terjaga, Aparatur Kecamatan Batang-Batang Bersihkan Area Perbatasan

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:47 WIB

Tokoh Muda Sumenep Naghfir Sowan ke KHR. Azaim Ibrahimy, Teguhkan Warisan Sanad Keilmuan

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:26 WIB

Bayi Terluka Ditemukan di Gang Trunojoyo, Polisi Selidiki Kasus Secara Humanis

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:57 WIB

Pengukuhan DEKOPINDA Sumenep Jadi Tonggak Penguatan UMKM dan Ekonomi Pesisir

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:52 WIB

Kolaborasi KEI dan Pemkab Sumenep Perkuat Pendidikan Guru Kepulauan

Berita Terbaru