Terungkap dari Lapangan, 14 Hari di Sapeken Buka Fakta Ketertinggalan Wilayah Kepulauan

Sabtu, 11 April 2026 - 02:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pimred nusainsider.com saat berada di pelabuhan sapeken untuk perjalanan pulang ke Sumenep

Foto. Pimred nusainsider.com saat berada di pelabuhan sapeken untuk perjalanan pulang ke Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Pimpinan Redaksi media nusainsider.com, Toifur, terpaksa mengakhiri tugas jurnalistiknya di wilayah Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada Jumat (10/4/2026).

Keputusan tersebut diambil akibat kelangkaan dan kenaikan bahan bakar minyak (BBM), serta terganggunya jaringan internet yang telah berlangsung selama enam hari terakhir.

Toifur menjelaskan, saat pertama kali tiba di Kepulauan Sapeken pada 28 Maret 2026, kondisi pasokan BBM masih relatif stabil.

Namun, keterbatasan jaringan listrik dan internet sudah menjadi hal yang biasa dirasakan masyarakat setempat, mengingat wilayah tersebut berada jauh dari daratan dengan waktu tempuh perjalanan laut mencapai sekitar 17 jam, tergantung kondisi cuaca dan Perjalanan udara kurang lebih 40 Menit dari Kalianget menuju desa Pagerungan kecil kepulauan sapeken.

Baca Juga :  Rokok MAKAYASA Genjot Ekspansi Pasar, 200 Outlet Baru Dibuka Setiap Hari

Selama menjalankan tugas jurnalistik selama 14 hari, Toifur melakukan peliputan di sejumlah desa, di antaranya Desa Sepanjang, Desa Tanjung Kiaok, Desa Saseel, dan Desa Saur Saibus. Dari hasil pengamatannya, ia menilai kesenjangan pembangunan di wilayah kepulauan sangat nyata.

“Infrastruktur jalan antar desa maupun jalan poros utama desa masih banyak yang berlubang dan bergelombang, sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan menyebabkan keterlambatan perjalanan,” ungkapnya.

Selain itu, ketersediaan listrik di wilayah Kepulauan Sapeken juga belum merata. Sebagian besar desa hanya menikmati listrik selama 12 jam per hari, sementara hanya beberapa desa yang telah mendapatkan layanan listrik selama 24 jam penuh.

Baca Juga :  Ultah ke-3 Media Pribumi: Hijaukan Sumenep Lewat Go Green Fest

Di sektor kesehatan, pelayanan dinilai belum optimal. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan tenaga medis, minimnya profesionalisme sebagian petugas, serta terhambatnya akses akibat kendala transportasi, BBM, dan jaringan telekomunikasi serta alat kesehatan (Alkes).

Toifur menegaskan bahwa kondisi tersebut memperlihatkan masih lebarnya disparitas antara wilayah kepulauan dan daratan di Kabupaten Sumenep.

Ia pun mendesak pemerintah daerah hingga pusat untuk memberikan perhatian serius terhadap pembangunan di wilayah kepulauan.

Ia juga meminta Bupati Sumenep, Gubernur Jawa Timur, hingga anggota DPR RI asal Sumenep yang berada di Senayan agar tidak hanya fokus pada program-program seremonial seperti mudik gratis, melainkan menghadirkan langkah konkret dan strategis untuk mengatasi kesenjangan tersebut.

“Disparitas jangan sampai terus menjadi momok bagi masyarakat kepulauan. Harus ada kebijakan nyata yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Toifur juga mempertanyakan penggunaan dan efektivitas anggaran, seperti Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD), serta Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD dari wilayah kepulauan, yang dinilai belum sepenuhnya mampu menjawab persoalan mendasar masyarakat kepulauan, utamanya sapeken.

Loading

Penulis : wafa

Berita Terkait

ALARM Soroti Anggaran Proyek Pelabuhan PELRA Kalianget 45M, Kualitas Konstruksi Jadi Perhatian Utama
Doa Sang Proklamator Serentak di Sumenep, KNPI Ajak Pemuda Rawat Semangat Kebangsaan
Rakor Pengendalian Inflasi: BPS Sebut Sumenep Catat Inflasi Tertinggi di Jawa Timur
DPD KNPI Sumenep Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Dorong Pemuda Jadi Garda Ideologi Bangsa
CV Sumber Barokah Sidoarjo Jadi Sorotan, Aktivis Desak Bea Cukai Audit Produk Slava Bold
Kritik Keras Konser Madura Fest, Pengamat Nilai Panitia Harus Berani Putus Kontrak dengan Radhiesta
Call Center 112 Sumenep Ditingkatkan, Diskominfo Fokus Percepat Penanganan Aduan Darurat
Hari Lahir Pancasila 2026, KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:55 WIB

ALARM Soroti Anggaran Proyek Pelabuhan PELRA Kalianget 45M, Kualitas Konstruksi Jadi Perhatian Utama

Selasa, 2 Juni 2026 - 19:47 WIB

Doa Sang Proklamator Serentak di Sumenep, KNPI Ajak Pemuda Rawat Semangat Kebangsaan

Selasa, 2 Juni 2026 - 18:06 WIB

Rakor Pengendalian Inflasi: BPS Sebut Sumenep Catat Inflasi Tertinggi di Jawa Timur

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:53 WIB

DPD KNPI Sumenep Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila, Dorong Pemuda Jadi Garda Ideologi Bangsa

Selasa, 2 Juni 2026 - 07:03 WIB

CV Sumber Barokah Sidoarjo Jadi Sorotan, Aktivis Desak Bea Cukai Audit Produk Slava Bold

Senin, 1 Juni 2026 - 15:06 WIB

Call Center 112 Sumenep Ditingkatkan, Diskominfo Fokus Percepat Penanganan Aduan Darurat

Senin, 1 Juni 2026 - 10:17 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026, KNPI Sumenep Ajak Pemuda Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 09:18 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, BKPSDM Sumenep Serukan Penguatan Karakter ASN

Berita Terbaru