SUMENEP, nusainsider.com — Setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi, resmi memasuki masa purna tugas pada 1 September 2025, wacana penunjukan pejabat sementara mulai ramai diperbincangkan.
Nama Akh Raisul Kawim, Sekretaris Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, santer disebut sebagai kandidat kuat Pelaksana Tugas (Plt) Sekda.

Kawim yang juga dikenal sebagai tokoh publik manajemen Lovely Sumenep dianggap memiliki rekam jejak birokrasi yang bersih.
Saat dikonfirmasi, Kawim menyatakan kesiapannya jika memang mendapat amanah langsung dari Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.
“Saya selalu siap mengemban amanah jika memang itu perintah Bupati,” tegasnya, Rabu (27/8/2025).
Salah seorang pejabat Pemkab Sumenep menilai, Kawim yang juga dikenal sebagai penggagas Blankon Café ruang aspirasi pemuda dan masyarakat di Jalan Gotong Royong, Kelurahan Pajagalan merupakan figur berintegritas dan dekat dengan kalangan muda.
Hal itu dinilai menjadi modal penting untuk menduduki posisi strategis sebagai Plt Sekda.
Meski demikian, penunjukan resmi masih menunggu keputusan Bupati. Selain Kawim, terdapat dua nama lain yang juga masuk bursa kandidat, yakni Agus Dwi Saputra (Kepala Dinas Pendidikan) dan Chainur Rasyid (Kepala DKPP).
“Pak Kawim punya integritas tinggi dan dekat dengan pemuda. Tapi di sisi lain ada Pak Agus yang terbukti mengelola dunia pendidikan, dan Pak Chainur dengan pengalaman birokrasi yang panjang. Semua kembali pada keputusan Bupati,” ungkap salah seorang pejabat Pemkab.
Pandangan serupa datang dari kalangan pers. BM, wartawan yang biasa meliput aktivitas pemerintahan, menilai Akh Raisul Kawim sebagai sosok layak dipertimbangkan.
“Kawim pejabat yang jujur, terbuka, rendah hati, dan dekat dengan masyarakat. Rekam jejaknya juga bersih. Jika ditunjuk sebagai Plt Sekda, itu langkah yang tepat,” ujarnya.
Kini masyarakat Sumenep menunggu arah keputusan Bupati. Tiga nama kandidat, mulai dari Kawim yang dikenal jujur dan dekat dengan pemuda, Agus Dwi Saputra yang disiplin dalam memimpin dunia pendidikan, hingga Chainur Rasyid yang sarat pengalaman, menjadi harapan publik.
Bagi masyarakat, pilihan Plt Sekda bukan semata soal kedekatan personal dengan pimpinan, melainkan didasarkan pada integritas, rekam jejak, dan kemampuan manajerial. Sebab jabatan Sekda bukan posisi simbolis, melainkan penggerak utama roda birokrasi.
Momentum ini menjadi ujian penting bagi Pemkab Sumenep. Apakah keputusan yang diambil nantinya benar-benar mampu menjawab harapan publik atau hanya sebatas kompromi politik birokrasi.
Namun yang jelas, Keputusan akhir nantinya berada di tangan Bupati Sumenep sesuai Regulasi yang ada. Siapa yang terpilih adalah ia yang telah memenuhi persyaratan kerja Jabatan dan seterusnya sebagaimana salahsatunya diatur didalam Keputusan Menteri PANRB 409 Tahun 2019.
![]()
Penulis : Wafa

















