Tuai Kritik Tajam dari ALARM Pernyataan Ubaid Dinilai Prematur dan Menghakimi

Kamis, 21 Agustus 2025 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Syaiful Bahri Aktivis Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM) kabupaten Sumenep (Kanan), Ketua PKDI Sumenep, Ubaid Abdul Hayat (Kiri)

Foto. Syaiful Bahri Aktivis Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM) kabupaten Sumenep (Kanan), Ketua PKDI Sumenep, Ubaid Abdul Hayat (Kiri)

SUMENEP, nusainsider.com Belum genap seumur jagung menjabat, Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep, Ubaid Abdul Hayat, langsung menuai badai kritik.

Bukan sanjungan yang diterima, melainkan tamparan keras dari Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM).

Bappeda Sumenep

Kontroversi mencuat setelah Ubaid, dalam pernyataannya di media, menilai kasus dugaan kekerasan yang menyeret nama Kepala Desa Sapeken, Joni Junaidi, sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan.

Ia bahkan menegaskan, PKDI tidak akan memberikan perlindungan hukum bagi oknum kades yang terjerat kasus hukum.

Baca Juga :  Resmi Ditutup! 38 Grup Musik Tong-tong Akan Guncang Sumenep di Panggung Nusantara 2025

Namun pernyataan yang semula ingin dianggap tegas itu justru menimbulkan gejolak. ALARM menilai ucapan Ubaid terlalu prematur, tendensius, bahkan berpotensi menjadi bumerang yang bisa memecah barisan kepala desa di Sumenep.

“Pernyataan itu jelas tidak matang. Ia seakan memposisikan diri sebagai hakim, padahal fakta hukumnya belum tentu terang. Jika Ketua PKDI sudah berbicara dengan nada menghakimi, bagaimana nasib para kades lain? Mereka bisa merasa waswas, khawatir, bahkan hilang kepercayaan terhadap wadah PKDI,” tegas Syaiful Bahri, perwakilan ALARM, kepada nusainsider.com, Kamis (21/8/2025).

Syaiful menilai, gaya kepemimpinan Ubaid kontras dengan pendahulunya. Ia menyinggung sosok mantan Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sumenep, Miskun Legiyino, yang dinilai lebih persuasif dan bijak.

“Kalau Miskun dulu, selalu mengedepankan pendekatan persuasif saat anak buahnya terjerat masalah. Ia lebih dulu mencari tahu fakta yang sebenarnya, dan bila belum jelas, ia memilih diam ketimbang asal bicara,” tambahnya.

Menurut Syaiful, seorang pemimpin sejatinya merangkul dan menenangkan, bukan justru menjatuhkan. Pernyataan Ubaid yang cenderung menghakimi dikhawatirkan bisa menghancurkan harmonisasi yang selama ini terbangun.

Baca Juga :  Meriah! Madura Night Vaganza 2025 Resmi Dibuka dan Dimulai

Hingga berita ini diterbitkan, tim nusainsider.com masih berupaya menghubungi Ketua PKDI Sumenep untuk mengklarifikasi apakah sikapnya dipengaruhi desakan tertentu, atau justru menandakan bahwa kondisi internal PKDI Sumenep saat ini memang sudah tidak sehat.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi
HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen
PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota
Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital
Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait
Isu Maladministrasi Seleksi Sekda Dipatahkan Surat Resmi BKN, Begini
Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan
Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar
banner 325x300

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:53 WIB

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:21 WIB

HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:31 WIB

PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:29 WIB

Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:47 WIB

Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:46 WIB

Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:47 WIB

Dari Bencana Menuju Harapan, BAZNAS Sumenep Perbaiki Rumah Warga Pabian

Berita Terbaru