Usai Penangkapan Pelaku Perusakan Pagar di GiliIyang, Rumah Hosriyani di Teror Tengah Malam

Rabu, 23 Juli 2025 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.com — Rumah Hosriyani, seorang warga Dusun Bancamara, Pulau Gili Iyang, menjadi sasaran teror oleh orang tak dikenal. Dua kali, tepat pada Rabu dini hari 23 Juli 2025, rumahnya dilempari batu.

Lemparan pertama terjadi sekitar pukul 00.30 WIB, disusul lemparan kedua sekitar pukul 00.50 WIB.

Hosriyani bukan warga biasa. Ia adalah pelapor dalam kasus perusakan pagar yang sempat mangkrak di meja penyidik Polsek Dungkek selama lebih dari tujuh bulan.

Teror ini muncul hanya berselang beberapa hari setelah Polres Sumenep menetapkan empat tersangka dalam kasus tersebut dan menangkap mereka pada 17 Juli lalu.

Baca Juga :  Bappeda Sumenep Torehkan Prestasi di Tengah Semarak Festival Ketupat

Keempat tersangka itu adalah Mahwi, Rahman, Morsal, dan Musahnan—nama-nama yang disebut dalam laporan warga sejak awal. Namun, selama tujuh bulan, proses hukum nyaris tak bergerak.

Kuasa hukum Hosriyani menuding kasus tersebut sengaja diperlambat karena adanya intervensi dari tokoh berpengaruh di Bancamara.

Puncaknya, kasus ini menjadi bola panas setelah gelombang protes warga dan desakan hukum menggema ke Polres Sumenep. Desakan tersebut meminta pencopotan Kanit Reskrim Polsek Dungkek dan penarikan perkara ke tingkat Polres.

Dua tuntutan itu dikabulkan. Perkara ditarik, dan AIPTU Joko Dwi Heri Purnomo, Ps. Kanit Reskrim Polsek Dungkek, resmi dicopot.

Baca Juga :  Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep

Dalam pemeriksaan di hadapan Majelis Komisi Kode Etik Polri, Joko mengakui tekanan yang dihadapinya.

Ia menyebut ada intervensi “Luar Biasa” dari tokoh masyarakat setempat. Ia juga mengakui pernah meminta uang kepada kuasa hukum pelapor dengan alasan biaya gelar perkara. Permintaan itu ditolak.

Kuasa hukum pelapor tidak tinggal diam. Dalam forum etik tersebut, ia menyampaikan bahwa kasus Hosriyani bukan hanya soal pagar.

Ia menuding ada pengaruh kuat dari jejaring mafia di wilayah itu—mafia sabu-sabu dan solar ilegal—yang mencoba membentuk opini bahwa institusi kepolisian setempat berada dalam kendali mereka.

“Saya mendengar sendiri keluhan warga. Mereka merasa aparat setempat tidak bisa lepas dari bayang-bayang para mafia. Seolah hukum tidak bekerja untuk rakyat,” ujar sang pengacara.

Teror terhadap Hosriyani menjadi semacam pesan bahwa keberanian menuntut keadilan masih bisa dibalas dengan ancaman. Sang pengacara meminta perlindungan hukum diberikan kepada kliennya dan mendesak kepolisian untuk mengungkap pelaku teror.

Baca Juga :  Momentum 1 Muharram 1448 H, Bappeda Sumenep Serukan Semangat Hijrah dan Pembangunan Daerah

Polres Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait teror tersebut. Namun tekanan publik terus menguat.

Kasus ini bukan lagi sekadar soal perusakan pagar. Ia telah menjelma menjadi cermin kecil tentang bagaimana hukum diuji di daerah-daerah terpencil.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas
Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:07 WIB

LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Berita Terbaru