SUMENEP, nusainsider.com — Pengamat Politik Nasional, Adi Prayitno, menjadi sorotan publik setelah mengunggah video keluhan mengenai kondisi jalan rusak di kampung halamannya, Dusun Reng Perreng, Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep.
Unggahan tersebut mendadak viral di berbagai platform media sosial, terutama setelah dibagikan ulang oleh akun TikTok @ceritakotakeris, yang turut memicu diskusi hangat mengenai transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana desa.

Dalam video itu, Adi terlihat mengendarai mobil sambil menunjukkan kondisi jalan berlubang yang sudah lama rusak berat. Ia beberapa kali menyampaikan kekecewaannya karena kondisi infrastruktur yang disebutnya tak berubah meski puluhan tahun telah berlalu.
“Ini jalan kok jelek sekali. Kayak nggak punya klebun (kades). Sudah 20 tahun begini terus. Mobil bisa guling ini,” keluhnya, memperlihatkan jalan penuh lubang, aspal mengelupas, dan genangan lumpur yang menyulitkan kendaraan.
Adi juga mempertanyakan efektivitas pengelolaan dana desa yang setiap tahun mencapai miliaran rupiah.
“Dana desa kan banyak ya… ada yang dapat Rp1 miliar, Rp1,5 miliar, Rp2 miliar. Tapi kenapa jalan di Reng Perreng Bragung menuju Lengkong masih rusak begini?” ujarnya.
Tak hanya itu, ia melontarkan kritik bernada satir terhadap kualitas jalan yang dinilainya sangat memprihatinkan.
“Aduh, kaduk hancur-hancur. Ini kalau buat tanam lele sama cukok (red. ikan) bisa, karena lubangnya besar semua,” katanya.
Kekecewaan Adi tak sekadar soal kondisi fisik jalan, tetapi juga menyentuh aspek kepemimpinan desa. Ia menilai kerusakan yang dibiarkan puluhan tahun merupakan gambaran lemahnya perhatian pemerintah setempat.
“Berasa kita ini tak punya pemimpin,” tegasnya.
Sebagai analis politik, Adi menilai kerusakan jalan yang tak terselesaikan selama bertahun-tahun adalah indikator minimnya tata kelola, lemahnya pengawasan anggaran, serta kurangnya evaluasi pembangunan di tingkat desa. Pernyataannya memantik diskusi publik yang lebih luas tentang akuntabilitas penggunaan dana desa.
Reaksi masyarakat pun beragam. Banyak warga mengaku sudah bertahun-tahun menyampaikan keluhan serupa, namun merasa tidak mendapat tanggapan. Di sisi lain, sebagian warganet memuji keberanian Adi yang menyoroti persoalan kampung halamannya sendiri sebagai bentuk kepedulian nyata.
Gaya penyampaian Adi yang blak-blakan dan apa adanya membuat videonya cepat diterima publik. Viralitas unggahan tersebut membuka ruang diskusi baru mengenai pentingnya transparansi dana desa, perencanaan teknis pembangunan jalan, serta peran masyarakat dalam mengawasi pemerintah desa.
Publik kini menantikan apakah kritik Adi akan ditindaklanjuti dengan langkah konkret oleh pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Sumenep. Sorotan ini mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur desa bukan hanya proyek fisik, tetapi juga cerminan hadirnya negara di tingkat akar rumput.
“Kalau tak hati-hati, bisa guling ini,” pungkas Adi dalam video yang terus meluas di jagat maya.
Sementara itu, Kepala Desa Bragung, Hj. Latifah, mengaku pusing menghadapi kondisi desa yang memiliki banyak titik jalan rusak, sementara anggaran desa harus terbagi dengan kebutuhan ketahanan pangan dan koperasi Merah Putih.
“Saya pusing pak. Alhamdulillah selama saya menjabat, saya terus berusaha memperbaiki apa yang menjadi keluhan masyarakat. Dan alhamdulillah saat ini pemerintah desa dibawah kepemimpinannya sudah mampu perlahan memperbaiki jalan penghubung Bragung–Guluk-Guluk serta memperbaiki jembatan,” ujarnya lirih melalui sambungan WhatsApp, Jumat 14 November 2025.
Latifah, yang dikenal sebagai salah satu perempuan pemimpin desa yang inspiratif, membenarkan bahwa jalan di Dusun Reng Perreng desa Bragung memang rusak parah. Namun ia memastikan bahwa perbaikan jalan tersebut sudah masuk dalam anggaran tahun 2026.
“Masyarakat harap bersabar dan doakan agar saya selalu sehat. Saya akan berupaya semaksimal mungkin membuat masyarakat nyaman pada setiap sektor yang menjadi tanggung jawab desa,” tuturnya.
Ia menegaskan akan memanfaatkan dana desa sesuai peruntukannya.
“Doakan saya semoga selalu sehat ya, mas. Saya akan berusaha memanfaatkan dana desa sebaik mungkin untuk masyarakat,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa

















