Wujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA), Kepala Bappeda Sumenep Gelar Giat Advokasi dan Desk Evaluasi

Jumat, 29 Maret 2024 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten Sumenep berupaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA), dengan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak, yang dilakukan secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto mengatakan, Kabupaten Sumenep untuk menjadi KLA, harus mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha.

“KLA tujuannya untuk meningkatkan komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang peduli anak, dengan mengimplementasikan kebijakan melalui perumusan strategi dan perencanaan Kabupaten secara terencana,” kata Arif Firmanto pada Media Center, Jumat (29/03/2024).

KLA merupakan sebuah sistem pembangunan yang dilakukan secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Baca Juga :  Jadi Pembicara di Kampus UNIJA, Fauzi As Harapkan Kampus di Sumenep Tidak Hanya Jadi Etalase Pendidikan

“Kami untuk mewujudkan KLA mengadakan kegiatan advokasi dan desk evaluasi, dengan harapan ada berbagai masukan dan saran untuk mengevaluasi apakah saat ini sudah memenuhi beberapa indikator menjadi Kabupaten Layak Anak,” terangnya.

Arif Firmanto mengharapkan, semua pihak agar berpartisipasi dan berperan aktif untuk  mendukung dan menyukseskan menjadikan Kabupaten Sumenep lebih baik lagi dalam KLA sebagai kabupaten dengan peringkat madya bahkan nindya.

“Berdasarkan data dari 1,14 juta penduduk Kabupaten Sumenep, seperempatnya atau 308 ribuan adalah anak-anak di bawah 19 tahun. Karena itulah, kami terus berupaya memenuhi hak-hak hidup anak yang memang secara undang-undang harus dilindungi oleh negara,” pungkas Arif Firmanto.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Kasus Nenek Ngatini Jadi Alarm Nasional, Senator Jatim Minta Regulasi Perlindungan Debitur Diperketat
66 Rumah Tak Layak Huni Disulap Jadi Hunian Nyaman, Pemkab-Baznas Sumenep Perkuat Pengentasan Kemiskinan
Menuju Harkop ke-79 Jatim, Dekopinda Sumenep Perkuat Koordinasi dan Pemantapan Kepanitiaan
FPR Soroti Dugaan Monopoli BBM di Raas, Pemkab Sumenep Diminta Bertindak Cepat
Bahaya! Kasus BSPS Sumenep Menuju Putusan, Sidang Tuntutan Digelar di Tipikor Surabaya
Dana PKH Sumenep Tembus Rp119,7 Miliar, Penerima yang Mampu Siap Graduasi
Video Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi Dikantongi Aktivis, BPH Migas dan Ombudsman RI Diminta Turun ke Ganding
Silaturahim ke PCNU, GP Ansor Sumenep Perkuat Persiapan Ansor Bershalawat 2026

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 15:25 WIB

Kasus Nenek Ngatini Jadi Alarm Nasional, Senator Jatim Minta Regulasi Perlindungan Debitur Diperketat

Senin, 6 Juli 2026 - 15:02 WIB

66 Rumah Tak Layak Huni Disulap Jadi Hunian Nyaman, Pemkab-Baznas Sumenep Perkuat Pengentasan Kemiskinan

Senin, 6 Juli 2026 - 14:14 WIB

Menuju Harkop ke-79 Jatim, Dekopinda Sumenep Perkuat Koordinasi dan Pemantapan Kepanitiaan

Senin, 6 Juli 2026 - 11:53 WIB

FPR Soroti Dugaan Monopoli BBM di Raas, Pemkab Sumenep Diminta Bertindak Cepat

Senin, 6 Juli 2026 - 10:21 WIB

Bahaya! Kasus BSPS Sumenep Menuju Putusan, Sidang Tuntutan Digelar di Tipikor Surabaya

Senin, 6 Juli 2026 - 07:14 WIB

Video Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi Dikantongi Aktivis, BPH Migas dan Ombudsman RI Diminta Turun ke Ganding

Senin, 6 Juli 2026 - 06:49 WIB

Silaturahim ke PCNU, GP Ansor Sumenep Perkuat Persiapan Ansor Bershalawat 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 06:45 WIB

Meriah! 48 Pasang Sapi Adu Cepat di Sumenep, HUT ke-60 Korem 084 Jadi Pesta Budaya Madura

Berita Terbaru