Wujudkan Pembangunan Inklusif, Sumenep Susun RAD TPB/SDGs

Senin, 16 Juni 2025 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kantor Bappeda Sumenep Tampak dari Depan

Foto. Kantor Bappeda Sumenep Tampak dari Depan

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) resmi memulai penyusunan dokumen Rencana Aksi Daerah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (RAD TPB/SDGs) untuk periode 2025–2029.

Dokumen strategis ini akan menjadi panduan arah pembangunan daerah yang lebih terukur, berkeadilan, dan ramah lingkungan.

Selain itu, RAD TPB/SDGs bertujuan mengintegrasikan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam kebijakan dan program lintas sektor.

Baca Juga :  Sapa PKL di Taman Tajamara, Bupati Sumenep Tunjukkan Sikap Empati

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan bahwa penyusunan RAD merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk membangun Sumenep secara menyeluruh.

“Fokus pembangunan bukan hanya ekonomi, tapi juga sosial dan lingkungan. Dokumen ini akan menjadi roadmap pembangunan lima tahun ke depan,” jelas Arif, Senin (16/6/2025).

Menurutnya, dokumen ini akan menjadi acuan bagi semua perangkat daerah agar setiap kebijakan pembangunan selaras dengan prinsip SDGs.

Baca Juga :  BHC Sumenep Buka Lowongan Ahli K3 dan TTK, Cek Syaratnya di Sini!

Arif merinci empat tujuan utama penyusunan RAD TPB/SDGs 2025–2029:

  1. Meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan mengenai prinsip dasar SDGs seperti inklusivitas, kesetaraan, dan prinsip “no one left behind”.
  2. Mengkaji capaian dan tantangan pembangunan berkelanjutan selama ini.
  3. Merumuskan kebijakan dan sasaran strategis yang sesuai kebutuhan lokal, namun tetap selaras dengan prioritas nasional.
  4. Membangun sistem evaluasi dan pelaporan yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Dokumen ini tidak boleh sekadar formalitas. Harus ada sistem evaluasi konkret agar dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat demi mewujudkan proses yang transparan dan akuntabel.

Baca Juga :  Tegaskan Pengakuan UNESCO, Fadli Zon Sebut Kabupaten Sumenep sebagai Empu Keris Terbanyak di Dunia

RAD TPB/SDGs diharapkan menjadi motor penggerak percepatan pembangunan Sumenep yang adil, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional dan global.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Wujudkan Lingkungan Sehat, Pemdes Pinggirpapas Turun Langsung Bersih-Bersih
Budaya Gotong Royong Terjaga, Aparatur Kecamatan Batang-Batang Bersihkan Area Perbatasan
Tokoh Muda Sumenep Naghfir Sowan ke KHR. Azaim Ibrahimy, Teguhkan Warisan Sanad Keilmuan
Bayi Terluka Ditemukan di Gang Trunojoyo, Polisi Selidiki Kasus Secara Humanis
Pengukuhan DEKOPINDA Sumenep Jadi Tonggak Penguatan UMKM dan Ekonomi Pesisir
Kolaborasi KEI dan Pemkab Sumenep Perkuat Pendidikan Guru Kepulauan
Selamat Ulang Tahun Perempuan Inspiratif Jawa Timur
Prosedur KRS UNIBA Madura Menuai Keluhan, Mahasiswa Minta Reformasi Administrasi

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:47 WIB

Wujudkan Lingkungan Sehat, Pemdes Pinggirpapas Turun Langsung Bersih-Bersih

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:39 WIB

Budaya Gotong Royong Terjaga, Aparatur Kecamatan Batang-Batang Bersihkan Area Perbatasan

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:47 WIB

Tokoh Muda Sumenep Naghfir Sowan ke KHR. Azaim Ibrahimy, Teguhkan Warisan Sanad Keilmuan

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:26 WIB

Bayi Terluka Ditemukan di Gang Trunojoyo, Polisi Selidiki Kasus Secara Humanis

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:57 WIB

Pengukuhan DEKOPINDA Sumenep Jadi Tonggak Penguatan UMKM dan Ekonomi Pesisir

Kamis, 12 Februari 2026 - 01:25 WIB

Selamat Ulang Tahun Perempuan Inspiratif Jawa Timur

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:30 WIB

Prosedur KRS UNIBA Madura Menuai Keluhan, Mahasiswa Minta Reformasi Administrasi

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:45 WIB

Anggaran Bibit Pertanian Sumenep Capai Rp 2,1 Miliar, Poktan Jadi Prioritas

Berita Terbaru