20 Tahun Pengakuan UNESCO, Sumenep Mantapkan Diri sebagai Pusat Peradaban Keris

Rabu, 26 November 2025 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Helmi Art Museum kembali menegaskan perannya sebagai ruang pelestarian budaya perkerisan di Kabupaten Sumenep melalui acara Tasyakuran Memperingati 20 Tahun Pengakuan Keris oleh UNESCO sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (Karya Agung Budaya Takbenda Dunia).

Acara yang digelar pada Selasa, 25 November 2025 itu dihadiri para budayawan, empu keris, pecinta pusaka, serta tokoh masyarakat.

Momen tersebut menjadi penanda penting bagi Sumenep dalam memperkuat identitasnya sebagai salah satu pusat peradaban keris Nusantara. Kabupaten yang memiliki tradisi tempa, filosofi mendalam, serta karakteristik keris yang khas ini dinilai memiliki modal budaya kuat untuk terus mengembangkan ekosistem perkerisan nasional.

Baca Juga :  Kadinkes Sumenep Permudah Akses Layanan Kesehatan Melalui Aplikasi Satu Sehat

Pendiri Helmi Art Museum, Helmi, menegaskan bahwa museum tersebut bukan hanya tempat penyimpanan benda pusaka, melainkan ruang edukasi budaya bagi generasi muda.

“Keris bukan hanya pusaka. Ia menyimpan nilai kehidupan, filosofi, dan harmoni. Kami ingin anak muda memahami bahwa warisan leluhur ini adalah bagian dari identitas dan peradaban Sumenep,” ujarnya.

Dalam rangkaian acara, peserta menikmati pertunjukan seni tradisi, dialog budaya, serta pameran spesimen keris dan tombak langka dari koleksi museum. Setiap artefak dipresentasikan bersama cerita dan filosofi oleh kurator dan para empu, sehingga memberikan pemahaman mendalam kepada pengunjung.

Baca Juga :  Berikut Desa di Daratan dan Kepulauan kabupaten Sumenep Terdampak Kekeringan

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ungkapan rasa syukur atas dua dekade pengakuan UNESCO terhadap keris Indonesia, serta dorongan bagi masyarakat untuk terus merawat dan menghidupkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Helmi sapaan akrabnya juga menegaskan bahwa pelestarian keris merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan komitmen, kecintaan terhadap budaya lokal, dan keberanian menjaga jati diri di tengah arus modernisasi.

“Pelestarian budaya tidak bisa dilakukan dalam sehari. Ini dedikasi jangka panjang, dan kami ingin menjadikan keris sebagai jiwa Kabupaten Sumenep,” tegasnya.

Dengan komitmen tersebut, Helmi Art Museum terus berupaya menjadi pusat edukasi, ruang apresiasi, dan jembatan antara warisan masa lalu dan semangat generasi masa depan.

Baca Juga :  Comeback Sang Legenda! Mega Remmeng Siap Buktikan Seni Madura Tak Pernah Padam

Museum ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran baru bahwa keris bukan sekadar benda pusaka, melainkan simbol nilai, kebijaksanaan, serta martabat budaya Sumenep.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Pengurus JSI Sumenep 2026-2029 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Dorong Media Sajikan Berita Mencerdaskan
Dikukuhkan Periode 2026-2029, JSI Sumenep Tegaskan Komitmen Bergerak di Bidang Sosial
Sosialisasi Empat Pilar, Ning Lia Tekankan Peran Anak Muda Kawal Keadilan
Dari Borobudur, Fauka Noor Farid Tegaskan Arah Baru Lindu Aji: Budaya, Sosial dan Ekonomi Kerakyatan
Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Jadi Benteng Warga Hadapi Sengketa dan Mafia Tanah
Gegara Investasi Dapur MBG, Warga Sumenep Laporkan Istri DPR RI ke Polisi
Ning Lia Apresiasi Haji dan Umrah Fest 2026 Gresik, Dorong Pelayanan Jemaah Makin Prima
Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Komisi XI Titip Pesan soal APBN

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:34 WIB

Pengurus JSI Sumenep 2026-2029 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Dorong Media Sajikan Berita Mencerdaskan

Selasa, 15 September 2026 - 15:26 WIB

Dikukuhkan Periode 2026-2029, JSI Sumenep Tegaskan Komitmen Bergerak di Bidang Sosial

Selasa, 15 September 2026 - 12:46 WIB

Sosialisasi Empat Pilar, Ning Lia Tekankan Peran Anak Muda Kawal Keadilan

Selasa, 15 September 2026 - 11:20 WIB

Dari Borobudur, Fauka Noor Farid Tegaskan Arah Baru Lindu Aji: Budaya, Sosial dan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 15 September 2026 - 10:22 WIB

Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Jadi Benteng Warga Hadapi Sengketa dan Mafia Tanah

Senin, 14 September 2026 - 19:45 WIB

Ning Lia Apresiasi Haji dan Umrah Fest 2026 Gresik, Dorong Pelayanan Jemaah Makin Prima

Senin, 14 September 2026 - 16:27 WIB

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Komisi XI Titip Pesan soal APBN

Senin, 14 September 2026 - 11:28 WIB

Perkuat Iman dan Kebersamaan, Bappeda Sumenep Gelar Maulid Nabi dan Santuni Anak Yatim

Berita Terbaru