Pemangkasan Anggaran Setara PAD, Fakta Foundation Sebut Sumenep Terancam Krisis Fiskal

Minggu, 30 Maret 2025 - 23:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menghadapi tantangan berat setelah pemerintah pusat memangkas anggaran secara signifikan. Pemangkasan ini mencapai Rp 193 miliar, setara dengan 61% dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumenep.

Situasi ini memperburuk kondisi keuangan daerah yang selama ini masih bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat. Pemotongan anggaran tersebut memengaruhi berbagai sektor, terutama pembangunan dan pelayanan publik yang sangat bergantung pada dana pemerintah.

Aktivis Forum Analisis Kebijakan dan Transparansi Anggaran (Fakta) Foundation, Abd. Halim, menyoroti persoalan ini.

Ia mengungkapkan bahwa APBD Kabupaten Sumenep tahun 2025 dipatok sebesar Rp 2,5 triliun. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan APBD tahun 2024 yang mencapai Rp 2,7 triliun.

Menurut Halim, penurunan anggaran ini disebabkan oleh kebijakan pemangkasan dana dari pemerintah pusat yang mencapai Rp 192,9 miliar dan dibulatkan menjadi Rp 193 miliar. Kondisi ini membuat Pemkab Sumenep harus bekerja lebih keras dalam mencari solusi keuangan.

Baca Juga :  Ning Lia Menginspirasi: Kisah Hidup, Nilai Perjuangan, dan Gagasan Besar untuk Negeri

Sementara itu, PAD Kabupaten Sumenep tercatat sebesar Rp 318 miliar. Artinya, pemangkasan anggaran dari pusat hampir setara dengan pendapatan asli daerah yang dikumpulkan selama setahun. Ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi pembiayaan.

Halim sapaan akrabnyamenekankan bahwa Pemkab Sumenep harus segera beradaptasi dan bekerja lebih ekstra dalam mencari sumber pendapatan baru. Selain itu, pengelolaan anggaran juga harus lebih efisien agar program-program prioritas tetap berjalan.

“Keputusan ini tentu saja mengancam kelancaran berbagai proyek strategis yang telah direncanakan, termasuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tanpa strategi yang tepat, berbagai proyek pembangunan bisa terhambat. Ini dapat berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, terutama dalam sektor-sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Kondisi ini juga memaksa Pemkab Sumenep untuk mencari alternatif pembiayaan, seperti peningkatan investasi daerah atau optimalisasi sektor pajak dan retribusi. Langkah-langkah konkret perlu segera diterapkan agar daerah tidak terlalu bergantung pada dana pusat.

Baca Juga :  Menuju Pemerintahan Akuntabel, Sumenep Perkuat Implementasi SAKIP 2025

Salah satu opsi yang dapat dilakukan adalah meningkatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kabupaten Sumenep memiliki potensi wisata yang besar, terutama di Kepulauan Madura, yang bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.

Selain itu, sektor perikanan dan pertanian juga bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Dengan pemanfaatan teknologi dan inovasi, sektor ini dapat berkembang lebih pesat dan memberikan kontribusi besar bagi perekonomian Sumenep.

Pemkab juga harus mulai mengembangkan kerja sama dengan sektor swasta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Investasi dari perusahaan atau pihak ketiga bisa menjadi solusi untuk menutup kekurangan anggaran yang terjadi akibat pemangkasan dari pusat.

Meskipun demikian, efisiensi penggunaan anggaran tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi krisis ini. Pengawasan ketat terhadap belanja daerah harus dilakukan agar setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

Beberapa proyek yang dianggap kurang mendesak mungkin harus ditunda atau dialihkan ke program yang lebih prioritas. Hal ini penting agar anggaran yang tersisa dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kebutuhan yang lebih mendesak.

Baca Juga :  Gempa Bumi Berkekuatan 3,4 Guncang Sulawesi Utara, Berikut Kata BMKG

Dalam menghadapi kondisi ini, Pemkab Sumenep diharapkan mampu menyusun strategi jangka pendek dan jangka panjang yang efektif.

Tanpa langkah nyata, pemangkasan anggaran ini bisa berdampak buruk pada berbagai aspek pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat juga perlu dilibatkan dalam upaya mencari solusi. Partisipasi publik dalam perencanaan dan pengawasan anggaran dapat membantu pemerintah daerah dalam mengelola keuangan secara lebih transparan dan akuntabel.

Pemangkasan anggaran yang signifikan ini memang menjadi tantangan besar bagi Sumenep. Namun, dengan perencanaan yang matang dan inovasi dalam mengelola pendapatan, tantangan ini dapat dihadapi dengan lebih baik.

Ke depan, Pemkab Sumenep harus lebih mandiri dalam hal keuangan daerah. Diversifikasi sumber pendapatan menjadi langkah penting agar tidak terlalu bergantung pada dana pusat. Dengan demikian, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat tetap dapat terjaga meskipun menghadapi keterbatasan anggaran.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak
Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep
Khitan Laser Gratis di Sapeken Ringankan Beban Warga, Program PPM KEI Tuai Pujian
Bupati Fauzi Inisiasi Sumenep Kepulauan, Langkah Strategis Menuju Pusat Pertumbuhan Provinsi Madura
Semarak Harkopnas ke-79, Gerakan Koperasi Sumenep Gelar Kerja Bakti Bersama
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas
FGD SMSI di Bali Soroti Celah Hukum PFII, Desak Klausul Ring-Fencing Masuk RUU
PWI Pamekasan Bangun Ruang Dialog, Bahas Masa Depan Birokrasi dan Jabatan Definitif OPD

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:53 WIB

MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:47 WIB

Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:53 WIB

Khitan Laser Gratis di Sapeken Ringankan Beban Warga, Program PPM KEI Tuai Pujian

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:48 WIB

Bupati Fauzi Inisiasi Sumenep Kepulauan, Langkah Strategis Menuju Pusat Pertumbuhan Provinsi Madura

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:46 WIB

Semarak Harkopnas ke-79, Gerakan Koperasi Sumenep Gelar Kerja Bakti Bersama

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:35 WIB

FGD SMSI di Bali Soroti Celah Hukum PFII, Desak Klausul Ring-Fencing Masuk RUU

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:33 WIB

PWI Pamekasan Bangun Ruang Dialog, Bahas Masa Depan Birokrasi dan Jabatan Definitif OPD

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:53 WIB

Pelantikan Camat Sapeken Jadi Momentum Perbaikan Kepulauan, Aktivis Soroti Narkoba dan BBM

Berita Terbaru