Bupati Sumenep : Festival Jaran Serek 2025, Warisan Budaya Madura yang Kian Memikat

Senin, 5 Mei 2025 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Wakil Bupati Sumenep Kyai Imam Hasyim saat pegelaran Festival Jaran Serek 2025.

Foto. Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Wakil Bupati Sumenep Kyai Imam Hasyim saat pegelaran Festival Jaran Serek 2025.

SUMENEP, nusainsider.com Ribuan warga dan wisatawan memadati halaman Museum Keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada gelaran Festival Jaran Serek 2025. Festival ini berlangsung meriah sebagai bagian dari kalender event tahunan daerah.

Festival Jaran Serek telah menjadi simbol pelestarian budaya leluhur Madura. Gelaran ini tidak hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga sarana memperkuat identitas budaya lokal yang penuh warna dan semangat.

Atraksi utama festival berupa parade kuda hias atau “Jaran Serek” menjadi daya tarik utama. Kuda-kuda yang dihias meriah ini diiringi alunan musik tradisional Saronen dan Tong-tong, serta tarian khas Madura.

Peserta parade mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tampil penuh semangat. Mereka menari mengikuti irama musik tradisional, memukau penonton yang memadati area acara sejak pagi hingga sore hari.

“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga bentuk komitmen kami untuk menjaga dan menghidupkan identitas budaya Madura,” ujar Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, Senin (5/5/2025).

Bupati Fauzi menekankan pentingnya peran festival dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal. Ia menyebut, warisan leluhur seperti Jaran Serek harus terus dirawat dan diwariskan lintas generasi.

Baca Juga :  Diduga Karena Soal 'Politik', Polres Sumenep Tanggapi Gagalnya Konser Dj Almira Berto di Sumenep

Tak hanya menampilkan pertunjukan, Festival Jaran Serek 2025 juga menghadirkan stan kuliner khas Madura serta pameran budaya. Pameran ini mengangkat nilai historis dan filosofi dari tradisi Jaran Serek.

Tujuannya jelas, mengenalkan budaya kepada generasi muda sekaligus memperluas pemahaman publik terhadap kekayaan budaya Sumenep. Kehadiran pengunjung dari luar daerah juga diharapkan memperkuat sektor pariwisata.

“Budaya bukan hanya bagian dari masa lalu, tetapi juga aset penting untuk masa depan,” tambah Bupati Fauzi.

Festival ini mulai rutin digelar sejak 2020, bertepatan dengan awal masa kepemimpinan Bupati Fauzi. Ia konsisten menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan di wilayah ujung timur Pulau Madura ini.

Baca Juga :  Warga Pragaan Geger! Sumur Bor Semburkan Gas Mudah Terbakar

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya memperkuat jati diri masyarakat, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap ekonomi lokal, terutama sektor UMKM dan pariwisata.

Dengan semangat kolaboratif dan rasa cinta terhadap budaya lokal, Festival Jaran Serek 2025 membuktikan bahwa tradisi dapat tetap hidup dan relevan di tengah arus modernisasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Mohammad Iksan, menyampaikan bahwa festival tahun ini diikuti 75 ekor jaran serek dan satu grup musik tradisional.

Ia menegaskan bahwa Festival Jaran Serek merupakan simbol kekayaan budaya Sumenep yang harus terus dijaga. Tradisi ini tidak boleh hilang ditelan waktu, melainkan harus diwariskan kepada generasi muda.

“Ketertarikan generasi muda inilah yang menjadi tujuan utama diadakannya festival budaya di Kabupaten Sumenep,” jelas Mohammad Iksan.

Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan sarana strategis untuk mendekatkan anak muda dengan akar budaya mereka. Dengan begitu, regenerasi pelestari budaya bisa terjadi secara alami.

Baca Juga :  Jelang Libur Panjang, Sipropam Polres Sumenep Sisir Tempat Hiburan Malam

Lebih dari itu, festival juga menjadi magnet wisata. Ia berharap Festival Jaran Serek dapat terus menarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang ke Sumenep.

“Festival ini juga menjadi sarana memperkenalkan budaya Sumenep kepada masyarakat luas,” pungkas Iksan.

Dengan keberhasilan gelaran tahun ini, masyarakat berharap Festival Jaran Serek akan terus berinovasi, menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Pengurus JSI Sumenep 2026-2029 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Dorong Media Sajikan Berita Mencerdaskan
Dikukuhkan Periode 2026-2029, JSI Sumenep Tegaskan Komitmen Bergerak di Bidang Sosial
Sosialisasi Empat Pilar, Ning Lia Tekankan Peran Anak Muda Kawal Keadilan
Dari Borobudur, Fauka Noor Farid Tegaskan Arah Baru Lindu Aji: Budaya, Sosial dan Ekonomi Kerakyatan
Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Jadi Benteng Warga Hadapi Sengketa dan Mafia Tanah
Gegara Investasi Dapur MBG, Warga Sumenep Laporkan Istri DPR RI ke Polisi
Ning Lia Apresiasi Haji dan Umrah Fest 2026 Gresik, Dorong Pelayanan Jemaah Makin Prima
Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Komisi XI Titip Pesan soal APBN

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:34 WIB

Pengurus JSI Sumenep 2026-2029 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Dorong Media Sajikan Berita Mencerdaskan

Selasa, 15 September 2026 - 15:26 WIB

Dikukuhkan Periode 2026-2029, JSI Sumenep Tegaskan Komitmen Bergerak di Bidang Sosial

Selasa, 15 September 2026 - 12:46 WIB

Sosialisasi Empat Pilar, Ning Lia Tekankan Peran Anak Muda Kawal Keadilan

Selasa, 15 September 2026 - 11:20 WIB

Dari Borobudur, Fauka Noor Farid Tegaskan Arah Baru Lindu Aji: Budaya, Sosial dan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 15 September 2026 - 10:22 WIB

Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Jadi Benteng Warga Hadapi Sengketa dan Mafia Tanah

Senin, 14 September 2026 - 19:45 WIB

Ning Lia Apresiasi Haji dan Umrah Fest 2026 Gresik, Dorong Pelayanan Jemaah Makin Prima

Senin, 14 September 2026 - 16:27 WIB

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Komisi XI Titip Pesan soal APBN

Senin, 14 September 2026 - 11:28 WIB

Perkuat Iman dan Kebersamaan, Bappeda Sumenep Gelar Maulid Nabi dan Santuni Anak Yatim

Berita Terbaru