SUMENEP, nusainsider.com — Jurnalis Sumenep Independen (JSI) menunjukkan kepedulian sosial dengan menggelar bakti sosial berupa santunan kepada 300 anak yatim di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan pengukuhan Pengurus Jurnalis Sumenep Independen (JSI) periode 2026-2029 yang berlangsung di Ballroom Hotel Myze Sumenep.
Kegiatan sosial tersebut turut melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep sebagai bentuk kolaborasi dalam memberikan perhatian kepada anak-anak yatim.
Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Cak Fauzi tiba di Ballroom Hotel Myze sekitar pukul 14.13 WIB dan secara simbolis menyerahkan santunan kepada 20 anak yatim.
Dalam kesempatan itu, Bupati Sumenep menyampaikan apresiasi terhadap langkah JSI yang tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga mengambil bagian dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, kolaborasi antara JSI dan Baznas dalam memberikan santunan kepada anak yatim merupakan bentuk kepedulian yang patut diapresiasi.
Cak Fauzi berharap kegiatan sosial semacam itu dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan organisasi maupun komunitas di tengah masyarakat akan semakin berarti ketika mampu memberikan manfaat secara langsung.
Ia juga mendorong agar kolaborasi antara insan pers, pemerintah, Baznas, dan berbagai elemen masyarakat terus diperkuat untuk menghadirkan kegiatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Sumenep.
Sementara itu, Ketua Jurnalis Sumenep Independen (JSI), Igusty Madani, mengatakan bakti sosial berupa santunan anak yatim tersebut bukan kali pertama digelar oleh organisasi yang dipimpinnya.
Menurut Igusty, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen JSI dalam mempertegas keberadaan organisasi yang tidak hanya berkutat pada aktivitas jurnalistik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial.
“Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin menegaskan bahwa jurnalis tidak hanya bisa menulis berita dan opini, tetapi juga bisa bergerak di bidang sosial dengan cara menyantuni anak yatim, membangun musala, dan menjaga lingkungan wilayah kota dan desa agar tetap asri dan bersih,” ujarnya.
Igusty menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum pengukuhan kepengurusan JSI periode 2026-2029. Ia menyebut semangat organisasi tersebut berangkat dari nilai Ihdinas Shirotol Mustaqim sebagai bagian dari penegasan arah dan komitmen JSI.
Menurutnya, jurnalis memiliki peran yang lebih luas di tengah masyarakat. Selain menyampaikan informasi melalui pemberitaan, insan pers juga dapat mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Karena itu, JSI akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai sektor, khususnya dalam bidang sosial, sebagai bentuk nyata keberadaan organisasi di tengah masyarakat.
“Kami ingin membangun kolaborasi dengan berbagai sektor, utamanya di bidang sosial. Ini menjadi bagian dari penegasan berdirinya Asosiasi Jurnalis Sumenep Independen,” kata Igusty.
Ia berharap keberadaan JSI ke depan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Sumenep. Tidak hanya melalui produk jurnalistik yang kritis dan konstruktif, tetapi juga melalui berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Di tempat yang sama, Pegawai Baznas Kabupaten Sumenep, Sugeng Hariadi, mengapresiasi kegiatan santunan yang digelar JSI.
Menurutnya, kolaborasi antara organisasi profesi dan Baznas dalam kegiatan sosial merupakan langkah positif untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.
Ia berharap sinergi tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat, khususnya anak yatim dan kelompok masyarakat yang membutuhkan, dapat merasakan manfaat dari kegiatan sosial yang dilakukan secara bersama-sama.
Kegiatan santunan kepada 300 anak yatim tersebut menjadi salah satu rangkaian utama dalam momentum pengukuhan Pengurus JSI Sumenep periode 2026-2029.
Kegiatan itu sekaligus menegaskan pesan bahwa peran jurnalis tidak berhenti pada pemberitaan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian dan aksi sosial di tengah masyarakat, “Tutupnya.
![]()
Penulis : Wafa
















