Koperasi Desa di Sumenep: Antara Pemberdayaan dan Proyek Elitis Kepala Desa

Minggu, 18 Mei 2025 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Siswadi, S. Pd Pengurus DPD KNPI Sumenep.

Foto. Siswadi, S. Pd Pengurus DPD KNPI Sumenep.

OPINI, nusainsider.com — Pembentukan koperasi desa yang marak terjadi di Kabupaten Sumenep akhir-akhir ini menuai sorotan tajam dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) setempat.

Alih-alih menjadi lokomotif ekonomi rakyat, koperasi desa justru terancam disulap menjadi proyek elitis kepala desa yang jauh dari prinsip kolektif dan demokratis.

KNPI Sumenep menilai, langkah pembentukan koperasi yang tergesa-gesa dan tanpa perencanaan matang merupakan tindakan sembrono yang bisa merugikan masyarakat dalam jangka panjang.

Banyak koperasi didirikan tanpa studi kebutuhan yang komprehensif, tanpa pelatihan manajemen, serta tanpa partisipasi aktif warga desa. Koperasi semacam ini ibarat rumah tanpa pondasi, rapuh dan mudah runtuh.

Baca Juga :  Gerai Koperasi Desa Merah Putih Digenjot, PKDI Sumenep Optimistis Dongkrak Ekonomi Warga

Lebih parah lagi, di tengah lemahnya sistem pengawasan desa, koperasi justru rawan menjadi alat manipulasi kekuasaan. Kepala desa berpotensi memanfaatkan koperasi sebagai kendaraan untuk mengatur aliran dana desa secara sepihak, mengamankan proyek-proyek tertentu, hingga memperkuat cengkeraman kekuasaan lokalnya. Bukannya memberdayakan, koperasi malah bisa menjadi alat pembodohan terselubung.

KNPI menegaskan bahwa koperasi desa bukanlah sekadar papan nama untuk mengejar target administratif. Tanpa SDM yang mumpuni dan tata kelola yang profesional, koperasi hanya akan menjadi formalitas kosong.

Dalam skenario terburuk, ini membuka ruang lebar bagi praktik korupsi kecil-kecilan yang terus menggerogoti sendi-sendi keadilan sosial di tingkat desa.

Baca Juga :  Kapolres Sumenep Naik Vespa, Bagi-Bagi Takjil dan Ajak Warga Jaga Keamanan Ramadan

Pemerintah Kabupaten Sumenep harus segera keluar dari pendekatan kuantitatif yang dangkal. Fokus pada jumlah pembentukan koperasi tanpa memperhatikan kualitasnya adalah kebijakan yang tidak bijak.

Transparansi, partisipasi publik, dan kesiapan sumber daya manusia harus menjadi syarat mutlak. Koperasi yang sehat tidak lahir dari instruksi birokrasi, tetapi dari kesadaran kolektif masyarakat.

KNPI juga menilai bahwa belum tampak adanya mekanisme evaluasi yang ketat terhadap koperasi-koperasi yang sudah terbentuk. Padahal, pendampingan dan pengawasan adalah kunci. Pemerintah tidak boleh lepas tangan setelah memberi SK. Tanpa kontrol, koperasi desa hanya akan menjadi nama dalam dokumen, tanpa manfaat nyata.

Baca Juga :  Aset Daerah untuk Koperasi Merah Putih Dipertanyakan, DPRD Minta Perda

Koperasi harus dikembalikan ke khitah-nya sebagai alat perjuangan ekonomi rakyat. Jika dikelola dengan benar, koperasi bisa menjadi pelindung warga dari jeratan pasar yang tak ramah. Tapi jika dikelola sebagai proyek kekuasaan, koperasi justru menjadi simbol pengkhianatan terhadap semangat gotong royong.

KNPI Sumenep berkomitmen untuk terus mengawal isu ini secara kritis dan menjadi mitra aktif dalam mendorong pembenahan koperasi desa.

Harapan kami sederhana: koperasi harus menjadi milik rakyat, bukan milik segelintir elit desa yang hanya ingin memperpanjang napas kekuasaan mereka.

Penulis : Siswadi, S.Pd Wakil Ketua Bidang Pemerintah Desa dan Pemberdayaan Masyarakat (DPD KNPI Sumenep).

Loading

Penulis : Sis

Berita Terkait

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa
Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:07 WIB

LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:53 WIB

KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja

Berita Terbaru