Kartu Ditahan, Dana Ditarik Sepihak: Skandal PKH di Pulau Saebus Terkuak

Rabu, 30 Juli 2025 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.com — Dugaan penyimpangan dana bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) kembali mencuat di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, tepatnya di Desa Saebus, Kecamatan Sapeken.

Agen Sembako Dua Cahaya diduga menahan kartu PKH milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan menarik dana tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Berdasarkan keterangan sejumlah KPM, agen berdalih penahanan kartu dilakukan untuk keperluan tanda tangan dan penguatan bukti pembelaan diri. Namun, hasil cek mutasi yang dilakukan sejumlah penerima justru menunjukkan angka yang mencurigakan.

“Saya hanya menerima enam kali pencairan, masing-masing Rp200 ribu. Tapi saat saya cek mutasi kartu PKH, jumlahnya mencapai Rp8 juta,” ungkap salah satu KPM berinisial Y kepada media ini, Rabu 30 Juli 2025 Malam. 

Inisial Y menambahkan, dirinya tidak sendiri mengalami hal tersebut. Ratusan KPM lain yang berdomisili di Pulau Saebus disebut mengalami hal serupa.

Baca Juga :  DKPP dan DKUPP Sumenep Dorong Peredaran Daging Halal di Pasar Rakyat

Menurutnya, ada indikasi kuat praktik korupsi dilakukan oleh pihak Agen Dua Cahaya.

“Banyak korban seperti saya, Pak. Ratusan warga di Pulau Saebus punya cerita yang sama. Dugaan kami, ada korupsi dana bansos yang dilakukan secara sistematis,” imbuhnya.

Selain pemotongan dana, mekanisme pencairan dana bansos juga dinilai menyimpang dari aturan yang berlaku.

Baca Juga :  Sapa Pendukungnya di Desa Mandala, Cabup Fauzi Disambut Antusias Warga Setempat
Foto. Bukti Dugaan Korupsi yang dilakukan Dua Cahaya kepada KPM Desa Saebus kepulauan Sapeken. 

Biasanya, KPM yang datang langsung menggesek kartu dan mengambil dana sendiri. Namun di kasus ini, agen diduga mengambil langsung dana dari ATM menggunakan kartu milik KPM.

“Bukan kami yang gesek kartunya. Agen yang gesek, lalu uangnya baru dikasih ke kami. Tapi jumlahnya tak sesuai dengan yang tertera di rekening,” ujar salah satu korban lainnya yang enggan disebutkan namanya.

Modus tersebut dianggap sebagai bentuk manipulasi dan penggelapan bantuan sosial yang semestinya langsung diterima penuh oleh masyarakat penerima manfaat.

Para KPM mengaku saat ini tengah mengumpulkan bukti-bukti valid untuk menindaklanjuti dugaan tersebut ke aparat penegak hukum.

“Kami sedang kumpulkan bukti kuat. Semoga nanti bisa kami laporkan ke pihak yang berwenang. Ini masalah serius yang menyangkut hak rakyat kecil,” kata salah seorang tokoh masyarakat Saebus.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Agen Dua Cahaya belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan singkat dan telepon dari pewarta belum mendapat respon.

Baca Juga :  Gerakan Orang Tua Asuh Mulai Digulirkan, Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Perang Melawan Stunting

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk Kementerian Sosial serta aparat kepolisian, segera turun tangan untuk melakukan investigasi terhadap dugaan penyimpangan dana bansos tersebut.

Loading

Penulis : Fiq

Berita Terkait

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas
Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:07 WIB

LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Berita Terbaru