Kunjungi Stan Disbudporapar di MNV-MCF 2026, Cak Fauzi Ingin Pariwisata Sumenep Dongkrak PAD dan Ekonomi Warga

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Bupati Sumenep saat berkunjung ke Stan Milik Disbudporapar dalam Gelaran MCF #4 2026

Foto. Bupati Sumenep saat berkunjung ke Stan Milik Disbudporapar dalam Gelaran MCF #4 2026

SUMENEP, nusainsider.com — Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengunjungi stan Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) dalam gelaran Madura Night Vaganza (MNV) dan Madura Culture Festival (MCF) #4 2026.

Kunjungan tersebut bukan sekadar melihat materi promosi wisata yang dipajang. Cak Fauzi turut mencermati berbagai potensi Kabupaten Sumenep, mulai dari kebudayaan, pariwisata, kepemudaan hingga olahraga.

Menurutnya, berbagai potensi tersebut memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan menjadi kekuatan daerah sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

Cak Fauzi mendorong Disbudporapar agar lebih aktif dan ekstra dalam mengenalkan destinasi wisata Sumenep melalui berbagai event. Promosi yang masif dinilai penting untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan setiap tahun.

“Pariwisata itu tidak berdiri sendiri. Di dalamnya ada UMKM, ekonomi kreatif, budaya dan masyarakat. Kita ingin anak-anak muda punya ruang untuk berkarya. Kreativitas mereka harus menjadi bagian dari pembangunan daerah,” ujar Cak Fauzi.

Ia mencontohkan sejumlah destinasi seperti Pantai Lombang dan Pantai Slopeng yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan turut berdampak terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga :  Datang Yuk! Potensi Masing-masing Daerah se Jawa Timur akan ditampilkan di Sumenep

Selain promosi, menurut Cak Fauzi, pengelolaan destinasi wisata harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan. Pemerintah tidak hanya dituntut menghadirkan daya tarik, tetapi juga memastikan aspek keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan.

“Pengelolaan destinasi wisata perlu memperhatikan berbagai aspek, mulai dari daya tarik, keamanan, kenyamanan, hingga keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan pemerintah desa dalam mengembangkan potensi wisata yang ada di tingkat desa.

Baca Juga :  Kepala Puskesmas Batang-batang Temui Massa aksi Garda Raya Jelaskan Pelaksanaan SHK

Kolaborasi tersebut dinilai dapat menciptakan ekosistem wisata yang lebih menarik dan nyaman. Masyarakat desa pun diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung sebagai pelaku utama dalam pengembangan destinasi.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa harus segera dilakukan. Tujuannya menciptakan ekosistem wisata yang menarik dan nyaman, dengan masyarakat menjadi pelaku utama, sehingga pengembangan potensi wisata yang ada di desa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat,” jelasnya.

Cak Fauzi berharap Disbudporapar terus melahirkan inovasi dalam mengemas potensi daerah agar semakin dikenal masyarakat luas. Event kebudayaan dan pariwisata harus mampu menjadi ruang promosi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga :  Ning Lia Gaungkan Kejayaan Majapahit di Senayan, Dorong Budaya Jadi Mesin Ekonomi

Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata harus berjalan beriringan dengan penguatan kebudayaan, ekonomi kreatif, UMKM, kepemudaan dan olahraga.

“Jangan sampai potensi yang kita miliki hanya menjadi kebanggaan, tetapi tidak memberikan dampak ekonomi. Karena itu, semua harus dikemas dengan kreatif, dipromosikan dengan baik dan melibatkan masyarakat,” tegasnya.

Momentum kunjungan Bupati Sumenep ke stan Disbudporapar dalam MNV dan MCF #4 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas ruang promosi potensi daerah.

Sekaligus membangun kesadaran bahwa kebudayaan, pariwisata, olahraga dan kreativitas generasi muda merupakan bagian penting dari pembangunan Sumenep.

Dengan kolaborasi lintas sektor, pemerintah desa, pelaku UMKM, komunitas, generasi muda dan masyarakat diharapkan dapat bersama-sama mengembangkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi baru bagi Kabupaten Sumenep.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa
Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan
KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja
Dinkes Sumenep Perluas Edukasi Kesehatan, Kasus ISPA Dilaporkan Turun 70 Persen
Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!
FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:53 WIB

KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:43 WIB

FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Dorong Pelayanan Posyandu Berkualitas, Kader di Pragaan Laok Ikuti Supervisi Fasilitatif

Berita Terbaru