Jangan Salah Paham! Warganya Mengaku ditampar, Begini Tanggapan Kades Sapeken

Selasa, 19 Agustus 2025 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Desa Sapeken, Joni Junaidi

Foto. Kepala Desa Sapeken, Joni Junaidi

SUMENEP, nusainsider.com Kepala Desa (Kades) Sapeken, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Joni Junaidi, harus berurusan dengan aparat penegak hukum (APH) setelah dilaporkan warganya atas dugaan penganiayaan.

Laporan tersebut dilayangkan seorang perempuan muda bernama Nadia (21) ke Polsek Sapeken pada Kamis (14/8).

Kasus itu bermula ketika Nadia mengaku mendapat kekerasan dari Kades pada Rabu (13/8) di jalan desa setempat. Saat itu, ia bersama seorang temannya membeli makanan dan minuman untuk dibawa ke dermaga baru.

Secara tiba-tiba, Joni Junaidi memanggilnya. “Kades bertanya kapan saya datang, lalu pipi saya langsung ditempeleng. Makanya saya lapor polisi,” kata Nadia, sebagaimana dikutip dari pemberitaan media tkp86.com.

Nadia menegaskan, dirinya tidak memiliki hubungan apapun dengan kades. Ia juga mengaku tidak mengetahui alasan pasti Joni melakukan tindakan itu. Namun, ia menduga hal itu berkaitan dengan penampilannya.

“Kalau soal berpakaian, itu tergantung kita. Yang penting tidak merugikan orang lain,” ujarnya.

Di sisi lain, Kades Sapeken Joni Junaidi membantah menampar pipi korban. Namun ia mengakui telah memukul bagian mulut Nadia.

Baca Juga :  Berhasil Berikan Ruang Kepada Pelaku Media, Achmad Fauzi Terima Penghargaan Sebagai Tokoh Kebebasan Pers

Menurutnya, tindakan tersebut bukan penganiayaan, melainkan bentuk pembinaan terhadap warganya.

“Itu pembinaan saya selaku kepala desa ke warga,” katanya.

Joni mengaku, tindakan yang dilakukannya tersebut bertujuan menjaga nama baik desa.

Ia menilai penampilan korban yang terbuka serta penuh tato dianggap mencoreng norma agama.

“Sapeken ini tidak sama dengan desa lain. Desa kami betul-betul menjaga norma dan marwah Islam,” ujarnya kepada media ini, Selasa 19 Agustus 2025.

Joni bahkan menyebut, pada 2024 lalu Nadia pernah menandatangani surat pernyataan untuk berpakaian sopan selama berada di wilayahnya. Namun perjanjian itu dilanggar saat Nadia kembali datang ke Sapeken.

“Kebetulan saya bertemu dengannya. Saat saya tanya baik-baik kapan datang, justru dibalas dengan tingkah yang tidak sopan,” ungkap Joni.

Pasca insiden itu ramai, Joni mengaku telah dipanggil oleh tokoh agama setempat, KH AD Dailamy Abuhurairah. Menurutnya, tokoh tersebut mendukung langkah yang dilakukannya.

“Beliau sangat mendukung, karena Sapeken punya dua program besar: Sapeken Bersatu dan Sapeken Ibadah. Itu harus dijaga agar tetap menegakkan akhlak dan norma agama,” tegas Joni.

Sementara itu, Kapolsek Sapeken AKP Taufik membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Pihak kepolisian, kata dia, masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Benar, ada laporan dari Nadia dengan terlapor Joni. Saat ini sedang kami proses sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Ribuan Siswa akan Meriahkan Karnaval Terpanjang di Sumenep, Lughatul Islamiyah siap Tampilkan Budaya Dunia
Detikzone.id Buktikan Peran Media Lewat Aksi Nyata, Bantuan Terus Mengalir hingga Hari ke-26
HM Cafe & Billiard Dibuka, Sumenep Miliki Arena Biliar Modern Berstandar dan Kafe Estetik
Kelangkaan BBM Sumenep Picu Sorotan, Dugaan Praktik Pengisian Jerigen di SPBU Paberasan Diselidiki Publik
DRT The Big Family Gelar Kampung Semarak DRT, Perkuat UMKM Lewat Panggung Hiburan Rakyat
Kirab Pusaka Keraton Sumenep Jadi Momentum Pelestarian Budaya dan Pengembangan Wisata
Tangis Haru dan Doa Menggema, H. Bambang Wujudkan Santunan untuk 1.000 Anak Yatim
BBM Langka, Harga Bensin Eceran di Sumenep Tembus Rp15 Ribu per Liter

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:21 WIB

Ribuan Siswa akan Meriahkan Karnaval Terpanjang di Sumenep, Lughatul Islamiyah siap Tampilkan Budaya Dunia

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:49 WIB

Detikzone.id Buktikan Peran Media Lewat Aksi Nyata, Bantuan Terus Mengalir hingga Hari ke-26

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:49 WIB

HM Cafe & Billiard Dibuka, Sumenep Miliki Arena Biliar Modern Berstandar dan Kafe Estetik

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:29 WIB

Kelangkaan BBM Sumenep Picu Sorotan, Dugaan Praktik Pengisian Jerigen di SPBU Paberasan Diselidiki Publik

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:57 WIB

DRT The Big Family Gelar Kampung Semarak DRT, Perkuat UMKM Lewat Panggung Hiburan Rakyat

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:34 WIB

Tangis Haru dan Doa Menggema, H. Bambang Wujudkan Santunan untuk 1.000 Anak Yatim

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:53 WIB

BBM Langka, Harga Bensin Eceran di Sumenep Tembus Rp15 Ribu per Liter

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:53 WIB

BBM Diserbu Warga, Antrean Panjang Lumpuhkan Sejumlah Ruas Jalan di Madura

Berita Terbaru