BBM Diserbu Warga, Antrean Panjang Lumpuhkan Sejumlah Ruas Jalan di Madura

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Antrean Panjang di SPBU Legung kecamatan Batang-batang Sumenep pada Rabu 24 Juni 2026 Malam

Foto. Antrean Panjang di SPBU Legung kecamatan Batang-batang Sumenep pada Rabu 24 Juni 2026 Malam

SUMENEP, nusainsider.com Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Madura, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026) Malam.

Kondisi tersebut menyebabkan kepadatan arus lalu lintas hingga kemacetan di beberapa titik.

Berdasarkan pantauan nusainsider.com sepanjang perjalanan dari Surabaya menuju Kabupaten Sumenep, antrean kendaraan terlihat hampir di seluruh SPBU yang dilalui, mulai dari wilayah Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan hingga Sumenep.

Salah satu titik yang mengalami antrean cukup panjang berada di SPBU Blega, Kabupaten Bangkalan. Kendaraan roda dua, roda tiga, hingga roda empat tampak mengular di area pengisian BBM.

Bahkan, sebagian antrean meluber hingga ke badan jalan dan menyebabkan kemacetan panjang di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Acara Syukuran HUT Ke 80 Tahun Corneles Tintingon Berlangsung Sederhana Dan Penuh Hikmat

Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah SPBU di Kabupaten Pamekasan. Antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM jenis Pertalite dan Solar memenuhi area SPBU sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Memasuki wilayah Kabupaten Sumenep, antrean panjang masih terlihat di SPBU Paberasan serta SPBU Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang. Di lokasi tersebut, ratusan kendaraan tampak menunggu giliran untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

Salah seorang warga Legung, Kecamatan Batang-Batang, Raudhatul, mengaku antrean panjang mulai terjadi sejak siang hingga malam hari. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dibandingkan hari-hari biasanya.

“Biasanya antrean tidak sepanjang ini. Hari ini kendaraan terus berdatangan untuk mengisi Pertalite dan Solar sehingga antreannya sangat panjang,” ujarnya.

Raudhatul menambahkan, SPBU Legung yang biasanya menutup pelayanan sekitar pukul 20.00 WIB tetap beroperasi hingga malam hari untuk melayani tingginya jumlah konsumen yang mengantre.

“Bahkan sampai hampir larut malam pukul 21.49 WIB masih dibuka karena antrean kendaraan belum berkurang. Banyak pengendara yang menunggu giliran mengisi BBM, bahkan juga diduga ada pengepul berada di lokasi,” katanya.

Di tengah padatnya antrean, sebuah truk tangki BBM juga terlihat melakukan pengisian stok Pertalite di SPBU Legung Timur. Kehadiran truk tangki tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan BBM masyarakat yang terus meningkat.

Baca Juga :  Program Kampung Nelayan Merah Putih di Jatim Dikritik, Satu Titik Masih 45 Persen

Masyarakat juga berharap aparat penegak hukum (APH) turut melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi agar tidak terjadi penyalahgunaan yang berpotensi memicu kelangkaan di tengah tingginya permintaan.

Hingga berita ini ditulis, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU di Madura. Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya lonjakan antrean BBM yang terjadi hampir merata di berbagai daerah di Pulau Garam tersebut.

Baca Juga :  BEM UPI Sumenep Desak Rektor Mundur, Ungkap Dugaan Pungli dan SOP Dosen Bermasalah

Namun, dugaan sementara di masyarakat menyebutkan fenomena ini berkaitan dengan kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax secara nasional yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026 lalu.

Kondisi tersebut diduga membuat sebagian pengguna beralih ke BBM bersubsidi, sehingga memicu peningkatan permintaan di sejumlah SPBU di Madura.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?
Muktamar NU Kembali ke Jombang, Lia Istifhama: Meneguhkan Warisan Ulama dan Komitmen Kebangsaan
Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon
Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar
Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:11 WIB

Saat Rekam Jejak Bertemu Integritas: Mengapa EMILIA Mencuri Perhatian dan Perbincangan Publik?

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:43 WIB

Muktamar NU Kembali ke Jombang, Lia Istifhama: Meneguhkan Warisan Ulama dan Komitmen Kebangsaan

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53 WIB

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:58 WIB

Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:32 WIB

PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:34 WIB

PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32 WIB

Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep

Berita Terbaru