RAPBD 2026 Sumenep Didorong Transparan dan Konstruktif, Fokus pada Stabilitas dan Daya Saing SDM

Selasa, 7 Oktober 2025 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Bupati Sumenep, Dr H Achmad Fauzi Wongso judo, SH., MH saat menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna bersama DPRD Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Foto. Bupati Sumenep, Dr H Achmad Fauzi Wongso judo, SH., MH saat menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna bersama DPRD Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

SUMENEP, nusainsider.comPemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, secara resmi menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna bersama DPRD Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Bupati Sumenep menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pembahasan RAPBD 2026 dalam keadaan sehat dan penuh semangat.

Ia menegaskan, penyusunan RAPBD kali ini berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021–2026, yang dijabarkan melalui Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026, serta mengacu pada Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA–PPAS) Tahun 2026.

Bupati menjelaskan, tema pembangunan Kabupaten Sumenep tahun 2026 adalah “Memantapkan Stabilisasi Kemandirian dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM), Ekonomi Daerah serta Menguatkan Kesejahteraan Masyarakat yang Adil dan Merata.” Tema ini, kata Bupati, mencerminkan semangat Pemerintah Daerah untuk memperkuat pondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Program dan kegiatan yang diusulkan dalam RAPBD 2026 disusun berdasarkan kebutuhan serta kapasitas riil daerah, dengan sasaran yang terukur di masing-masing perangkat daerah,” ujarnya di hadapan pimpinan dan anggota DPRD.

Ia menegaskan bahwa alokasi anggaran pada tahun 2026 tidak lagi berorientasi pada pemerataan antarperangkat daerah, melainkan berdasarkan capaian target kinerja dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Baca Juga :  Legislatif Ingatkan Pemkab Sumenep: Perlindungan dan Keterampilan Harus Berjalan Seimbang

Fokus utama pemerintah daerah adalah memperkuat efektivitas program prioritas dan memastikan anggaran tersalurkan untuk kegiatan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Fokus kita bukan lagi sekadar membagi anggaran secara merata, tetapi bagaimana setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian akibat eskalasi geopolitik dan gangguan rantai pasok internasional.

Meski demikian, ia menyebut bahwa perekonomian nasional tetap solid dengan pertumbuhan sekitar 5 persen dan inflasi terkendali pada kisaran 2 hingga 3 persen sepanjang 2022–2024.

Di tingkat lokal, ekonomi Kabupaten Sumenep menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Hingga kuartal I tahun 2025, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat mencapai 6,46 persen, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,46 persen.

Baca Juga :  Peduli Sesama, BAZNAS Sumenep Fasilitasi Anak Yatim Pilih Baju Lebaran Sendiri

Sementara itu, tingkat inflasi daerah hingga Agustus 2025 juga relatif stabil di angka 2,69 persen. Capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Sumenep di tengah dinamika ekonomi nasional dan global yang belum sepenuhnya stabil.

“Proyeksi ekonomi Sumenep tahun 2026 tetap memperhatikan tren pertumbuhan positif tersebut dengan mempertimbangkan dinamika nasional dan global yang terus berkembang,” jelas Bupati.

Lebih lanjut, Nota Keuangan RAPBD 2026 juga memuat sejumlah dasar hukum yang menjadi pedoman penyusunan anggaran, antara lain Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga berpedoman pada Permendagri Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026 serta Peraturan Bupati Sumenep Nomor 31 Tahun 2025 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026.

RAPBD 2026 disusun pula berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sumenep mengenai KUA–PPAS, yang menjadi pijakan dalam menentukan arah kebijakan fiskal dan prioritas pembangunan daerah di tahun mendatang.

Baca Juga :  Bos DRT The Big Family Sebut Valen DA7 Talenta Luar Biasa, Ajak Masyarakat Terus Mendukung

Dalam kesempatan tersebut, Bupati berharap pembahasan RAPBD Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan konstruktif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif untuk memastikan setiap kebijakan anggaran benar-benar berpihak kepada masyarakat.

“Harapan kami, seluruh proses pembahasan RAPBD berjalan dengan semangat kolaboratif dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Anggaran ini harus mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumenep secara berkeadilan,” tandasnya.

Bupati juga menambahkan bahwa RAPBD 2026 bukan sekadar dokumen keuangan, melainkan instrumen penting untuk mewujudkan visi pembangunan Sumenep yang berdaya saing dan sejahtera.

Ia menekankan perlunya disiplin fiskal dan efisiensi dalam pelaksanaan anggaran, agar setiap program dapat terealisasi dengan optimal.

Dengan arah kebijakan yang lebih fokus dan terukur, Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis RAPBD 2026 akan menjadi landasan kuat bagi pencapaian target pembangunan daerah.

Pemerintah berharap seluruh elemen, termasuk DPRD, birokrasi, dan masyarakat, turut mengawal proses ini demi kemajuan bersama.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura
Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda
Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI
Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media
Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI
Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti
GEND-ILE Resmi Hadir di Pagendingan, Inovasi Digital KKN UIN Madura Permudah Layanan Desa
RAPBD Perubahan 2026 Masuk Tahap Pembahasan, Sumenep Bidik Penguatan PAD

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:38 WIB

Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:46 WIB

Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:47 WIB

GEND-ILE Resmi Hadir di Pagendingan, Inovasi Digital KKN UIN Madura Permudah Layanan Desa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:41 WIB

RAPBD Perubahan 2026 Masuk Tahap Pembahasan, Sumenep Bidik Penguatan PAD

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Isi Kemerdekaan dengan Kepedulian, Tank Oreng Center Sasar Pelajar Sekolah Swasta di Sapudi

Berita Terbaru