Pemkab Sumenep Buktikan Komitmen Kemanusiaan, 106 Rumah Korban Gempa Sapudi Mulai Direhabilitasi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 03:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ach Laily Maulidur, Kepala BPBD Sumenep

Foto. Ach Laily Maulidur, Kepala BPBD Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam memulihkan kehidupan warga terdampak gempa bumi di Pulau Sapudi.

Penyerahan bantuan tahap pertama yang dilakukan pada 18 Oktober 2025 diprioritaskan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan dengan kategori rusak sedang, rusak berat, dan sangat berat.

Bantuan tersebut diberikan dengan mekanisme berbeda sesuai tingkat kerusakan. Untuk rumah rusak sedang, warga menerima bantuan dalam bentuk uang tunai.

Sementara itu, bagi rumah rusak berat, sebagian mendapatkan bantuan tunai dan sebagian lagi berupa perbaikan fisik (rehabilitasi). Sedangkan bagi rumah yang tergolong rusak sangat berat, pemerintah memberikan bantuan berupa pembangunan rumah baru sesuai ketentuan yang berlaku.

Secara keseluruhan, bantuan tahap pertama yang telah dan sedang direalisasikan berjumlah 106 unit rumah, seluruhnya merupakan bantuan stimulan untuk meringankan beban masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Sumenep.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Reuni, Iksapansa Jadikan Temu Alumni sebagai Gerakan Pengabdian

Setelah penyelesaian tahap pertama, pemerintah daerah kini bersiap menyalurkan bantuan tahap kedua dalam waktu dekat. Bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025, melalui pos belanja tidak terduga serta sumber lain yang bersifat mengikat, seperti partisipasi dunia usaha dan masyarakat.

Langkah ini menjadi bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Ach. Laili Maulidy, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mempersiapkan bantuan tahap dua bagi warga terdampak, termasuk proses assessment tahap kedua yang hingga kini masih terus berlangsung.

“Bantuan stimulan tahap dua sudah disiapkan bagi warga yang dokumennya lengkap. Prinsip utama kami adalah kecepatan dan ketepatan agar masyarakat segera bisa menempati rumah yang aman,” ujarnya, Senin (20/10/2025).

Menurutnya, bantuan tahap dua akan disalurkan dalam bentuk stimulan non-tunai yang langsung ditransfer ke rekening penerima manfaat. Dengan sistem tersebut, transparansi dan ketepatan sasaran dapat lebih terjamin.

 “Apabila warga telah melengkapi berkas persyaratan dan hasil verifikasi dinyatakan valid, maka bantuan segera ditransfer ke rekening masing-masing,” jelasnya.

Mantan Kasatpol PP ini menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya sebatas membangun kembali rumah yang rusak, melainkan juga memulihkan kehidupan, semangat, dan produktivitas warga.

 “Kami pastikan warga terdampak gempa segera memperoleh bantuan sesuai tingkat kerusakannya, supaya mereka bisa kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

Pihaknya juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mempercepat proses pemulihan. Ia menyebut bahwa keberhasilan tahap pertama tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

 “Pada tahap pertama, banyak pihak yang ikut terlibat, seperti Pemprov Jatim, Baznas, pengusaha rokok, pengusaha properti, paguyuban warga Madura di Papua, hingga pengusaha tambak. Ini bukti bahwa kepedulian sosial di Sumenep masih sangat kuat,” ungkapnya.

Menurutnya, semangat gotong royong dan solidaritas sosial merupakan kunci utama dalam mempercepat pemulihan kehidupan warga pascabencana.

“Kepedulian masyarakat bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga semangat membangun kembali harapan. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperbaiki rumah dan menata kehidupan yang lebih baik,” tutupnya.

Program pemulihan pascabencana seperti ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan.

Baca Juga :  Antara Teknologi dan Kasih Sayang, Ning Lia Suarakan Peran Keluarga

Bukan sekedar menyalurkan dana, melainkan juga menghidupkan kembali semangat, kemandirian, dan harapan warga di wilayah terdampak bencana.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

UKW 2026 LPDS-SKK Migas Jabanusa, Prengki Wirananda Jadi Peserta Terbaik Tingkat Utama
KEK Tembakau Madura Didorong Empat Kabupaten, Sumenep Siapkan Lahan di Patean
Jabatan Strategis Terisi, DPRD Sumenep Tekankan Evaluasi Kinerja Pejabat Baru
Abrasi Mengancam, SKK Migas-PHE ONWJ Gandeng Warga Pulihkan Pesisir Pasir Putih
ATA 2026 IDB Pamekasan Resmi Dibuka, Mahasiswa Baru Dibekali Nilai Pesantren di Era Digital
Pelayanan Kesehatan Jadi Sorotan, JSI Beri Penghargaan untuk Dirut RSUD Sumenep
Tokoh Inovasi Pembangunan Daerah, Arif Firmanto Diganjar Penghargaan dari JSI
Dukung Keterbukaan Informasi, JSI Anugerahkan Penghargaan untuk Kepala Diskominfo Sumenep

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 23:58 WIB

UKW 2026 LPDS-SKK Migas Jabanusa, Prengki Wirananda Jadi Peserta Terbaik Tingkat Utama

Rabu, 16 September 2026 - 15:30 WIB

KEK Tembakau Madura Didorong Empat Kabupaten, Sumenep Siapkan Lahan di Patean

Rabu, 16 September 2026 - 13:25 WIB

Jabatan Strategis Terisi, DPRD Sumenep Tekankan Evaluasi Kinerja Pejabat Baru

Rabu, 16 September 2026 - 10:02 WIB

Abrasi Mengancam, SKK Migas-PHE ONWJ Gandeng Warga Pulihkan Pesisir Pasir Putih

Rabu, 16 September 2026 - 09:15 WIB

ATA 2026 IDB Pamekasan Resmi Dibuka, Mahasiswa Baru Dibekali Nilai Pesantren di Era Digital

Rabu, 16 September 2026 - 04:16 WIB

Tokoh Inovasi Pembangunan Daerah, Arif Firmanto Diganjar Penghargaan dari JSI

Rabu, 16 September 2026 - 03:17 WIB

Dukung Keterbukaan Informasi, JSI Anugerahkan Penghargaan untuk Kepala Diskominfo Sumenep

Rabu, 16 September 2026 - 02:11 WIB

JSI Anugerahi Bupati Fauzi Penghargaan Kepemimpinan dan Dedikasi

Berita Terbaru