Demi Menjawab Kebutuhan Negara, SKK Migas Jabanusa Sebut Survei Seismik 3D di Pulau Kangean Sumenep Legal

Selasa, 28 Oktober 2025 - 21:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jabanusa dalam Wawancara Eksklusif Bersama Media nusainsider.com, Senin 27/10/2025.

Foto. Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jabanusa dalam Wawancara Eksklusif Bersama Media nusainsider.com, Senin 27/10/2025.

SUMENEP, nusainsidser.com Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jabanusa memastikan survei seismik 3D oleh Kangean Energy Indonesia (KEI) di wilayah Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, akan dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan melibatkan masyarakat setempat.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan menjelaskan, survei seismik merupakan bagian dari tahapan eksplorasi migas untuk memperoleh data lapisan batuan di bawah permukaan bumi.

Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah dan kontraktor kerja sama (KKKS) dalam menentukan potensi sumber daya energi di suatu wilayah.

“Survei seismik ini sebenarnya kebutuhan negara, karena kita memerlukan data lapisan batuan untuk mendukung kegiatan eksplorasi migas,” ujar Anggono, di Surabaya, Senin, 27 Oktober 2025.

Menurutnya, kegiatan eksplorasi masih bersifat berisiko bagi pihak kontraktor.

“Kalau tidak ditemukan cadangan migas, ya berarti non cost recovery. Tapi bagi negara, data yang diperoleh tetap penting untuk pengembangan energi ke depan,” katanya.

Ia menambahkan, SKK Migas Jabanusa mengapresiasi langkah KEI yang berkomitmen melaksanakan survei seismik 3D tersebut. Sebab, pelaksanaan kegiatan ini membutuhkan investasi besar dan melalui proses perizinan yang ketat.

“Sebelum kegiatan dimulai, seluruh izin diverifikasi oleh SKK Migas, termasuk aspek lingkungan dan sosial,” ujarnya.

Menanggapi kekhawatiran sejumlah pihak mengenai potensi dampak terhadap ekosistem laut, SKK Migas Jabanusa memastikan penggunaan teknologi modern yang lebih ramah lingkungan.

“Teknologi yang digunakan adalah teknologi nirkabel, tidak memakai semacam kabel panjang (streamer) seperti metode dulu kala, oleh karena itu dampak lingkungan sangat minimal, tidak sampai merusak terumbu karang,” jelasnya.

Selain meminimalkan dampak lingkungan, kegiatan ini juga akan melibatkan masyarakat setempat.

“Kami dorong agar pelaksanaannya melibatkan warga lokal untuk membantu di lapangan. Ini bentuk manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

Lebih jauh, SKK Migas Jabanusa menegaskan bahwa keuntungan jangka panjang dari kegiatan eksplorasi ini akan dirasakan masyarakat melalui dana bagi hasil migas (DBH) yang disalurkan ke pemerintah daerah.

“DBH migas sudah menjadi bagian dari kontribusi ke APBD Kabupaten Sumenep. Selain itu, ada juga program pengembangan masyarakat atau PPM yang kami arahkan untuk daerah terdampak operasi,” katanya.

Selama ini, lanjutnya, program pengembangan masyarakat telah berfokus di sekitar Pulau Pagerungan karena merupakan wilayah operasi KEI.

“Ini mungkin yang menyebabkan masyarakat Kangean merasa belum merasakan dampaknya secara langsung. Namun ke depan, seiring survei dilakukan di wilayah Kangean, program sosial juga akan diarahkan ke sana,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan survei seismik akan dikoordinasikan dengan pemerintah kabupaten, kecamatan, dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda).

“Sosialisasi dengan berbagai pihak menjadi kewajiban sebelum kegiatan dimulai, agar seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat memahami bagaimana kegiatan seismik dilakukan, sekaligus memaparkan tujuan dan manfaat survei ini,” tuturnya.

Survei seismik 3D di perairan Kangean belakangan menarik perhatian publik dan aktivis lingkungan di Sumenep. Sejumlah pihak meminta transparansi proses dan memastikan kegiatan tersebut tidak menimbulkan kerusakan ekosistem laut serta memperhatikan kepentingan masyarakat kepulauan.

“Kami selalu terbuka bagi siapa pun, baik tokoh masyarakat maupun mahasiswa, yang ingin melakukan audiensi terkait rencana survei ini,” pungkasnya.

Loading

Baca Juga :  Duduki Jabatan Baru, Chainur Rasyid Komitmen Tingkatkan Pelayanan dan SDM

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Tak Hanya Menulis, JSI Buktikan Aksi Nyata Bangun Fasilitas Masjid
Saksi Dinilai Tak Sesuai Fakta, Sengketa Tanah di PN Sumenep Kian Memanas
Perempuan Politik Jatim Bersinar, Ning Lia Dorong Demokrasi Inklusif dan Objektif
Aksi Cepat Ungkap Kokain di Pantai Kahuripan, Anggota Polres Sumenep Terima Reward
Dana PKH Diduga Dipotong Sejak 2020, Warga Mantajun Tuntut Keadilan
“Our Power, Our Planet”, Seruan Ketua GEN Jatim untuk Aksi Kolektif Jaga Lingkungan
Kapolres Baru Torehkan “Sejarah Baru” di Sumenep, APJ Soroti Dugaan Kriminalisasi Jurnalis
Skandal MBG Ganding: Dua Kali Temuan Ulat, Aktivis Ancam Laporkan ke BGN

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 10:26 WIB

Tak Hanya Menulis, JSI Buktikan Aksi Nyata Bangun Fasilitas Masjid

Jumat, 24 April 2026 - 06:53 WIB

Saksi Dinilai Tak Sesuai Fakta, Sengketa Tanah di PN Sumenep Kian Memanas

Kamis, 23 April 2026 - 16:42 WIB

Perempuan Politik Jatim Bersinar, Ning Lia Dorong Demokrasi Inklusif dan Objektif

Kamis, 23 April 2026 - 14:21 WIB

Aksi Cepat Ungkap Kokain di Pantai Kahuripan, Anggota Polres Sumenep Terima Reward

Kamis, 23 April 2026 - 13:51 WIB

Dana PKH Diduga Dipotong Sejak 2020, Warga Mantajun Tuntut Keadilan

Rabu, 22 April 2026 - 08:57 WIB

Kapolres Baru Torehkan “Sejarah Baru” di Sumenep, APJ Soroti Dugaan Kriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 08:46 WIB

Skandal MBG Ganding: Dua Kali Temuan Ulat, Aktivis Ancam Laporkan ke BGN

Selasa, 21 April 2026 - 16:50 WIB

Produk Jurnalistik Dilaporkan, Jurnalis Sumenep Akan Gelar Aksi Sebulan Penuh

Berita Terbaru