Dari Kota Batu, SMSI Sumenep Rumuskan Masa Depan Media Siber Lokal

Senin, 15 Desember 2025 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Rapat Kerja (Raker) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) kabupaten Sumenep di Kota Batu Malang

Foto. Rapat Kerja (Raker) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) kabupaten Sumenep di Kota Batu Malang

BATU, nusainsider.com Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan tema “Strategi Penguatan Media Siber di Era Disrupsi Teknologi” di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, Senin (15/12/2025).

Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi pengurus dan anggota SMSI Sumenep untuk merumuskan langkah penguatan media siber agar tetap profesional, berdaya saing, dan bertanggung jawab di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.

Dalam pelaksanaan Raker tersebut, sekitar 60 persen anggota dan pengurus SMSI Kabupaten Sumenep hadir dan berpartisipasi aktif dalam setiap sesi pembahasan.

Fokus utama diskusi diarahkan pada formulasi penguatan kerja jurnalistik yang sehat, beretika, serta sesuai dengan kaidah hukum pers.

Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, menegaskan bahwa Raker ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum konsolidasi untuk menyatukan visi media siber di Sumenep agar mampu menjawab tantangan era digital.

Baca Juga :  Humas KEI Buka Suara Soal Isu Dana Rp30 Miliar: Framing Jahat untuk Pecah Belah Warga Kangean

Menurut Wahyudi, saat ini SMSI Kabupaten Sumenep menaungi sebanyak 18 perusahaan media siber. Jumlah tersebut diharapkan mampu menjadi kekuatan kolektif dalam menyampaikan informasi yang berimbang, edukatif, dan berpihak pada kepentingan publik.

“Media yang tergabung dalam SMSI harus menjadi corong sehatnya informasi, khususnya dalam mengangkat potensi lokal Sumenep agar dikenal lebih luas oleh publik,” ujar Wahyudi di sela-sela kegiatan Raker, Senin 15 Desember 2025.

Ia menekankan bahwa peran media siber saat ini tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga akurat dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, penguatan kapasitas perusahaan pers dan sumber daya manusianya menjadi perhatian serius dalam forum Raker tersebut.

Lebih lanjut, Wahyudi menjelaskan bahwa SMSI secara organisasi tidak membatasi keanggotaan. Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) SMSI, khususnya pada Point B Pasal 18.

“Dalam AD/ART sudah jelas bahwa SMSI tidak membatasi keanggotaan. Yang terpenting adalah kesamaan visi dan misi sebagai pemilik perusahaan media yang menjunjung profesionalisme dan etika jurnalistik,” imbuhnya.

Menurutnya, perlu ada formulasi baru yang lebih adaptif untuk memberikan pemahaman kepada organisasi profesi maupun pemilik perusahaan media yang berminat bergabung dengan SMSI, agar memiliki persepsi yang sama tentang peran dan tanggung jawab pers.

Baca Juga :  Di Gedung Jaya Suprana Institute, SMSI Paling Awal Menerima Penghargaan MURI

Wahyudi yang akrab disapa Wahyu itu juga menyambut baik munculnya organisasi profesi baru di Kabupaten Sumenep yang memiliki orientasi sosial dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Kita menerima dan menyambut baik kehadiran JSI sebagai organisasi profesi baru yang mulai menggerakkan sayapnya di Sumenep dengan berbagai program sosial,” ungkapnya.

Ia menegaskan, SMSI membuka pintu selebar-lebarnya bagi para pemilik media yang ingin bergabung dan berkolaborasi dalam membangun ekosistem pers yang sehat, independen, dan berintegritas di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Siapkan Pelaksanaan Liga 4, Lapangan Gor A Yani Sumenep akan Dilakukan Perbaikan Tahun Ini

Menurutnya, di tengah disrupsi teknologi dan derasnya arus informasi digital, kolaborasi antarmedia dan organisasi profesi menjadi kunci untuk menjaga marwah jurnalistik serta melawan hoaks dan disinformasi.

“Media siber harus mampu beradaptasi dengan teknologi, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar jurnalistik. Profesionalisme, verifikasi, dan keberpihakan pada kepentingan publik tetap menjadi fondasi utama,” tegas Wahyudi.

Melalui Raker ini, SMSI Kabupaten Sumenep berharap dapat melahirkan rekomendasi dan program kerja konkret yang mampu memperkuat posisi media siber sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra strategis pembangunan daerah.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta
Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang
Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep
Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru
PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting
Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02
Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan
Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:42 WIB

Luka Dunia Pers Belum Sembuh, SMSI Sumenep Pilih Boikot Agenda Kapolresta

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:39 WIB

Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:39 WIB

Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:59 WIB

Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:42 WIB

PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:42 WIB

Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Senin, 20 Juli 2026 - 12:57 WIB

Retaknya Komando Birokrasi? Publik Pertanyakan Kepemimpinan Sekda Sumenep

Berita Terbaru