SURABAYA, nusainsider.com — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas diraihnya Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025 oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Penghargaan tersebut disematkan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai pengakuan atas capaian luar biasa Jawa Timur dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
Menurut Ning Lia sapaan akrab Lia Istifhama penghargaan tersebut merupakan bukti nyata pengakuan negara terhadap kepemimpinan, dedikasi, serta konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama para petani dalam menjalankan salah satu program prioritas nasional di era Presiden Prabowo.
“Penghargaan ini bukan hanya milik Ibu Gubernur secara personal, melainkan kebanggaan seluruh masyarakat Jawa Timur, khususnya para petani yang menjadi garda terdepan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” ujar Ning Lia, Kamis (8/1/2025).
Ia menilai keberhasilan tersebut mencerminkan efektivitas kebijakan dan langkah strategis Pemprov Jatim yang dijalankan secara terarah, terukur, dan berdampak langsung.
Mulai dari penguatan sektor hulu melalui penyediaan bibit unggul, mekanisasi pertanian, perbaikan irigasi, hingga program pompanisasi, terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.
Ning Lia juga menyoroti data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat produksi padi Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai 10.557.883 ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan produksi beras sebesar 6.096.344 ton.
Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 dan menempatkan Jawa Timur sebagai produsen padi dan beras tertinggi nasional, melampaui Jawa Barat dan Jawa Tengah.
“Peningkatan luas panen dari 1,61 juta hektare pada 2024 menjadi 1,84 juta hektare pada 2025, serta Luas Tambah Tanam yang menembus lebih dari 2,4 juta hektare, menunjukkan bahwa kebijakan Pemprov Jatim tidak berhenti pada tataran perencanaan, tetapi benar-benar dieksekusi dengan baik di lapangan,” jelas Wakil Rakyat Terpopuler dan Paling Disukai di Jatim versi ARCI itu.
Lebih lanjut, Ning Lia menegaskan bahwa keberhasilan Jawa Timur mempertahankan posisinya sebagai lumbung pangan nasional tidak terlepas dari kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, Forkopimda, serta kelembagaan petani.
Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada pangan sebagai fondasi utama kemandirian dan kedaulatan bangsa.
“Satyalancana Wira Karya ini menjadi simbol bahwa Jawa Timur mampu menjawab mandat nasional. Tantangan ke depan adalah memastikan keberhasilan ini berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani dan keberlanjutan ekosistem pertanian,” tegas putri ulama kharismatik Jawa Timur, KH Masykur Hasyim.
Ia pun berharap capaian tersebut dapat menjadi model praktik baik (best practice) bagi daerah lain di Indonesia.
“Dengan konsistensi kebijakan dan kolaborasi yang terus dijaga, saya optimistis Jawa Timur akan terus menjadi motor penggerak swasembada pangan nasional yang berkelanjutan,” pungkasnya
![]()
Penulis : Wafa
















