Ziarah Jelang Ramadan, Lia Istifhama Tegaskan Makna Cinta Lewat Doa untuk Leluhur

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Senator DPD RI Dr Lia istifhama Melayat ke Orang tuanya bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa sebelum Ramadhan

Foto. Senator DPD RI Dr Lia istifhama Melayat ke Orang tuanya bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa sebelum Ramadhan

JATIM, nusainsider.com Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama melaksanakan ziarah kubur ke makam ayahandanya, KH Masykur Hasyim, pada Sabtu (14/2).

Momentum yang bertepatan dengan Hari Valentine tersebut dimaknai sebagai hari penuh cinta dan doa, tidak hanya untuk sesama manusia, tetapi juga bagi para leluhur yang telah lebih dahulu berpulang.

Dalam kegiatan ziarah itu, Ning Lia turut mendampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang juga merupakan tantenya.

Pada kesempatan tersebut, Ning Lia berziarah ke makam ayahandanya, KH Masykur Hasyim, sekaligus mendoakan kakak kandung, kakek, nenek, serta keluarga besar yang telah wafat.

Baca Juga :  Cuaca Bersahabat, Luas Tanam Tembakau Sumenep 2026 Diprediksi Kembali Meningkat

Suasana ziarah berlangsung khidmat. Ning Lia yang dikenal sebagai sosok senator yang rendah hati tampak menabur bunga di atas pusara ayahandanya, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk para anggota keluarga yang telah meninggal dunia.

Bagi Ning Lia, ziarah kubur merupakan bentuk bakti seorang anak kepada orang tua, sekaligus ikhtiar memohon doa agar senantiasa diberi kekuatan, kesehatan, dan keistiqamahan dalam menjalankan amanah, khususnya menjelang Ramadan.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Lia menegaskan bahwa ziarah kubur memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam.

“Bagi saya, ziarah makam itu penting. Ini momentum untuk mendoakan orang tua sekaligus mengingatkan diri bahwa kita pun akan menyusul. Ramadan adalah bulan penyucian jiwa, maka kita awali dengan doa dan refleksi,” ujarnya.

Ia juga mengutip hadis Rasulullah SAW dari Ma’qil bin Yasar RA yang menyebutkan bahwa Nabi bersabda, “Bacakanlah atas orang yang mati di antara kamu dengan bacaan surah Yasin” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).

Baca Juga :  Raker JSI Berlanjut di Surabaya, Hotel Swiss-Belinn Beri Sambutan Istimewa

Menurut Ning Lia, ziarah kubur bukanlah bid’ah, melainkan teladan yang bersumber dari Rasulullah SAW. Dalam kitab Bulughul Maram karya Ibnu Hajar al-Asqalani dijelaskan bahwa Rasulullah kerap berziarah kubur semasa hidupnya, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis hasan riwayat Imam Tirmidzi.

Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW pernah melewati kuburan di Madinah dan mengucapkan salam kepada ahli kubur yang bermakna doa keselamatan serta permohonan ampunan kepada Allah SWT.

Baca Juga :  Perjuangkan Hak Pendidikan untuk Semua, Ning Lia Dianugerahi Maklumat Partnership Awards 2026

Ning Lia menilai, ziarah kubur menjadi pengingat akan hakikat kehidupan dan kematian. Menjelang Ramadan, tradisi ini juga menjadi langkah spiritual untuk membersihkan hati, memperkuat silaturahmi keluarga, serta memperdalam kesadaran sebagai hamba Allah.

“Momentum ini sekaligus menjadi pesan bahwa cinta sejati bukan sekadar simbol perayaan, tetapi juga doa yang tak pernah putus bagi orang-orang tercinta yang telah mendahului, serta mengenang perjuangan mereka,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kepala Desa Pinggirpapas Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026
Perjuangkan Hak Pendidikan untuk Semua, Ning Lia Dianugerahi Maklumat Partnership Awards 2026
Bungkam Soal Proyek PELRA dan Dugaan Intimidasi Pewarta, Kepala KSOP Kalianget Berpotensi Tersandung Masalah Hukum
Jambore Perhutanan Sosial 2026, Ning Lia Tegaskan Pentingnya Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi
Semarak Soekarno Fun Run 2026, Abrari-Hosnan Dukung Sport Tourism dan Kreativitas Pemuda
Dari Tari Topeng hingga Hadrah Klasik, Panggung Budaya Sumenep Siap Memukau Penonton Nanti Malam
Dari Sawit hingga Emas Dapat Perhatian, Mengapa Tembakau Madura Terpinggirkan?
Soekarno Fun Run 2026 Jadi Panggung Sportivitas dan Nasionalisme, Peserta dari Berbagai Daerah Raih Juara

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:32 WIB

Kepala Desa Pinggirpapas Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 08:56 WIB

Perjuangkan Hak Pendidikan untuk Semua, Ning Lia Dianugerahi Maklumat Partnership Awards 2026

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:43 WIB

Bungkam Soal Proyek PELRA dan Dugaan Intimidasi Pewarta, Kepala KSOP Kalianget Berpotensi Tersandung Masalah Hukum

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:46 WIB

Jambore Perhutanan Sosial 2026, Ning Lia Tegaskan Pentingnya Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:32 WIB

Semarak Soekarno Fun Run 2026, Abrari-Hosnan Dukung Sport Tourism dan Kreativitas Pemuda

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:35 WIB

Dari Sawit hingga Emas Dapat Perhatian, Mengapa Tembakau Madura Terpinggirkan?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:54 WIB

Soekarno Fun Run 2026 Jadi Panggung Sportivitas dan Nasionalisme, Peserta dari Berbagai Daerah Raih Juara

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:45 WIB

Ketahanan Pangan dari Desa, Polsek Batang-Batang Monitoring Green House Melon Pertiwi

Berita Terbaru