Cuaca Bersahabat, Luas Tanam Tembakau Sumenep 2026 Diprediksi Kembali Meningkat

Selasa, 9 Juni 2026 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala DKPP SUMENEP, Chainur Rasyid M.Si

Foto. Kepala DKPP SUMENEP, Chainur Rasyid M.Si

SUMENEP, nusainsider.com Memasuki musim tanam tembakau tahun 2026, kondisi cuaca di Kabupaten Sumenep dinilai cukup baik dan sangat mendukung aktivitas pertanian. Situasi tersebut menjadi angin segar bagi para petani tembakau yang tengah bersiap meningkatkan luas areal tanam pada musim ini.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep optimistis luas tanam tembakau tahun ini akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Optimisme tersebut didukung oleh kondisi cuaca yang relatif stabil serta ketersediaan lahan yang masih cukup luas di berbagai wilayah.

Berdasarkan data DKPP Kabupaten Sumenep, luas lahan tembakau pada tahun 2024 mencapai sekitar 18 ribu hektare. Namun pada musim tanam 2025, angka tersebut mengalami penurunan menjadi sekitar 14 ribu hektare.

Baca Juga :  Nama Pengusaha Rokok Sidoarjo Terseret Isu Pita Cukai, KPK Perluas Pendalaman

Meski demikian, pada musim tanam tahun 2026 ini, pemerintah daerah melihat peluang besar untuk kembali meningkatkan luas areal tanam tembakau. Potensi tersebut terutama berada di kawasan pegunungan dan lahan tegalan yang selama ini menjadi sentra produksi tembakau rakyat.

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengatakan bahwa kondisi cuaca yang mendukung menjadi salah satu faktor utama yang mendorong optimisme peningkatan luas tanam pada tahun ini.

“Mudah-mudahan tahun ini areal tanam bisa meningkat karena potensi lahan cukup banyak. Tapi jika melihat kondisi cuaca kami optimistis ada peningkatan,” ujar Chainur Rasyid.

Menurutnya, hasil koordinasi dengan para penyuluh pertanian di sejumlah kecamatan menunjukkan bahwa aktivitas budidaya tembakau telah berjalan. Sebagian masyarakat diketahui sudah melakukan penyemaian benih sejak beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Di Tengah Ombak dan Gelap Laut, Perawat Nonggunong Perjuangkan Nyawa Pasien

Bahkan, di sejumlah wilayah sentra tembakau, para petani telah memasuki tahap penanaman di lahan masing-masing. Hal itu menjadi indikator positif bahwa antusiasme petani untuk kembali menanam tembakau cukup tinggi pada musim ini.

DKPP terus melakukan pemantauan dan pendampingan melalui para penyuluh pertanian guna memastikan proses budidaya berjalan sesuai dengan teknik yang dianjurkan. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil panen.

Pria yang akrab disapa Inung itu berharap musim kemarau tahun ini berlangsung normal hingga masa panen tiba. Stabilitas cuaca dinilai sangat menentukan kualitas daun tembakau yang dihasilkan petani.

Baca Juga :  Debat Perdana Cabup dan Cawabup Sumenep Akan Mengusung Tema Menarik, Simak Lengkapnya

Apabila kondisi cuaca tetap bersahabat, kualitas tembakau Sumenep diyakini akan lebih baik sehingga mampu memberikan nilai jual yang tinggi di pasaran. Kondisi tersebut tentu akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani.

“Harapan kami kualitas tembakau bagus, harganya juga bagus, dan cuaca tetap bersahabat sehingga tidak memengaruhi kualitas tembakau saat panen nanti. Sehingga ekonomi petani bisa bagus,” pungkasnya.

Dengan mulai bergeraknya aktivitas tanam di berbagai wilayah serta dukungan cuaca yang kondusif, sektor pertembakauan di Kabupaten Sumenep diharapkan kembali menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat pedesaan pada tahun 2026.

Keberhasilan musim tanam tahun ini juga menjadi harapan besar bagi ribuan petani yang menggantungkan penghidupannya pada komoditas unggulan tersebut.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kepala Desa Pinggirpapas Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026
Perjuangkan Hak Pendidikan untuk Semua, Ning Lia Dianugerahi Maklumat Partnership Awards 2026
Bungkam Soal Proyek PELRA dan Dugaan Intimidasi Pewarta, Kepala KSOP Kalianget Berpotensi Tersandung Masalah Hukum
Jambore Perhutanan Sosial 2026, Ning Lia Tegaskan Pentingnya Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi
Semarak Soekarno Fun Run 2026, Abrari-Hosnan Dukung Sport Tourism dan Kreativitas Pemuda
Dari Tari Topeng hingga Hadrah Klasik, Panggung Budaya Sumenep Siap Memukau Penonton Nanti Malam
Dari Sawit hingga Emas Dapat Perhatian, Mengapa Tembakau Madura Terpinggirkan?
Soekarno Fun Run 2026 Jadi Panggung Sportivitas dan Nasionalisme, Peserta dari Berbagai Daerah Raih Juara

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:32 WIB

Kepala Desa Pinggirpapas Dorong Partisipasi Masyarakat dalam Sensus Ekonomi 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 08:56 WIB

Perjuangkan Hak Pendidikan untuk Semua, Ning Lia Dianugerahi Maklumat Partnership Awards 2026

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:43 WIB

Bungkam Soal Proyek PELRA dan Dugaan Intimidasi Pewarta, Kepala KSOP Kalianget Berpotensi Tersandung Masalah Hukum

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:46 WIB

Jambore Perhutanan Sosial 2026, Ning Lia Tegaskan Pentingnya Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:32 WIB

Semarak Soekarno Fun Run 2026, Abrari-Hosnan Dukung Sport Tourism dan Kreativitas Pemuda

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:35 WIB

Dari Sawit hingga Emas Dapat Perhatian, Mengapa Tembakau Madura Terpinggirkan?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:54 WIB

Soekarno Fun Run 2026 Jadi Panggung Sportivitas dan Nasionalisme, Peserta dari Berbagai Daerah Raih Juara

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:45 WIB

Ketahanan Pangan dari Desa, Polsek Batang-Batang Monitoring Green House Melon Pertiwi

Berita Terbaru