Kunjungi EduFarming Matanair, Pangdam V/Brawijaya Rudy Saladin Apresiasi Inovasi Pembelajaran Peternakan

Minggu, 8 Maret 2026 - 15:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kunjungan Pangdam V/Brawijaya Sumenep di EduFarming Milik Fauzi Mami Muda

Foto. Kunjungan Pangdam V/Brawijaya Sumenep di EduFarming Milik Fauzi Mami Muda

SUMENEP, nusainsider.com Kunjungan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, ke lokasi proyek EduFarming yang digagas Fauzi Mami Muda di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Minggu (8/3/2026), menjadi momentum penting yang sarat nilai edukatif sekaligus inspiratif bagi masyarakat.

Kunjungan tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Pangdam tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi juga meninjau langsung area pengembangan EduFarming yang dirancang sebagai pusat pembelajaran peternakan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Di lokasi tersebut, konsep EduFarming diperkenalkan sebagai metode pembelajaran yang memadukan teori dan praktik secara langsung. Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan dasar tentang beternak, tetapi juga memahami cara mengelola usaha peternakan secara modern, produktif, dan berkelanjutan.

Banyak pihak menilai program ini sebagai contoh nyata bahwa sektor peternakan tidak lagi sekadar pekerjaan tradisional. Jika dikelola dengan ilmu pengetahuan, manajemen yang baik, serta dukungan teknologi, sektor ini memiliki potensi ekonomi besar sekaligus mampu memperkuat ketahanan pangan daerah.

Baca Juga :  Listrik Pulau Giliyang Terjadi Pemadaman ; Tiga Malam Di Awal Bulan

Mayjen TNI Rudy Saladin mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, konsep EduFarming merupakan langkah strategis dalam membuka ruang pembelajaran yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Program seperti ini sangat positif karena dapat menjadi sarana edukasi sekaligus pemberdayaan masyarakat di sektor peternakan,” ujarnya saat meninjau langsung aktivitas di lokasi EduFarming.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat melalui berbagai inovasi di tingkat lokal.

Dengan adanya pusat edukasi seperti ini, generasi muda diharapkan semakin tertarik mengenal dunia peternakan yang kini berkembang dengan pendekatan manajemen modern, teknologi, serta sistem produksi yang lebih efisien.

Baca Juga :  PSHT Komisariat Unisma Malang Laksanakan Pengambilan Sabuk, Begini Pesannya

Sementara itu, penggagas EduFarming, Fauzi Mami Muda, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Pangdam V/Brawijaya yang dinilai memberikan motivasi besar bagi pengembangan program tersebut.

Ia menegaskan bahwa EduFarming di Desa Matanair tidak hanya dibangun sebagai tempat belajar beternak, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan sektor peternakan.

“Kami berharap EduFarming ini bisa menjadi tempat belajar yang terbuka bagi masyarakat. Tidak hanya memahami cara beternak, tetapi juga membangun pola pikir mandiri dalam mengembangkan usaha berbasis peternakan,” ungkapnya.

Menurut Fauzi, jika generasi muda mulai tertarik pada sektor peternakan yang dikelola secara modern, maka peluang kemandirian pangan di daerah akan semakin kuat.

Baca Juga :  Upaya Meningkatkan Ekonomi Masyarakat, Gerakan Bantu Petani Menggema di Sumenep

Kunjungan Pangdam V/Brawijaya tersebut sekaligus menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung berbagai program pemberdayaan serta pembangunan di daerah.

Lebih dari sekadar kunjungan kerja, pertemuan tersebut juga menghadirkan pesan penting bahwa masa depan ketahanan pangan tidak hanya dibangun dari kota-kota besar, tetapi juga dari desa-desa yang berani berinovasi dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai fondasi pembangunan.

Jika dikelola dengan baik, EduFarming di Desa Matanair berpotensi menjadi model pembelajaran peternakan yang tidak hanya mencerdaskan masyarakat, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi dan penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Sumenep.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kepala Bappeda Sumenep Doakan Jemaah Haji 2026 Menjadi Haji Mabrur
Pengumpulan Hewan Kurban di Dinsos P3A Sumenep Terus Berjalan, Saat Ini Capai 29 Ekor
Fauzi As : Tanah, Batalyon, dan Aroma Politik Parpol
Bappeda Sumenep: Program SIMPUL Jawaban Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Data
Bappeda Sumenep Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lewat Sektor Maritim, Pertanian dan Wisata
Bappeda Sumenep Dorong Transparansi Pembangunan melalui Aplikasi SIPD-RI E-Dalev
Kejar Target 100 Siswa, Bappeda Bersama Dinsos P3A Sumenep Perkuat Peran Pendamping PKH untuk Sekolah Rakyat
Pemkab Sumenep Sukses Lestarikan Bahasa Madura, Cak Fauzi Terima Penghargaan Kemendikdasmen

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:16 WIB

Kepala Bappeda Sumenep Doakan Jemaah Haji 2026 Menjadi Haji Mabrur

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:05 WIB

Pengumpulan Hewan Kurban di Dinsos P3A Sumenep Terus Berjalan, Saat Ini Capai 29 Ekor

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:58 WIB

Fauzi As : Tanah, Batalyon, dan Aroma Politik Parpol

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:26 WIB

Bappeda Sumenep: Program SIMPUL Jawaban Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Data

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:33 WIB

Bappeda Sumenep Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lewat Sektor Maritim, Pertanian dan Wisata

Senin, 25 Mei 2026 - 12:35 WIB

Kejar Target 100 Siswa, Bappeda Bersama Dinsos P3A Sumenep Perkuat Peran Pendamping PKH untuk Sekolah Rakyat

Senin, 25 Mei 2026 - 11:36 WIB

Pemkab Sumenep Sukses Lestarikan Bahasa Madura, Cak Fauzi Terima Penghargaan Kemendikdasmen

Senin, 25 Mei 2026 - 10:44 WIB

Menuju Sumenep Bersih dan Sehat, Bappeda Gulirkan Program “Small but Beautiful”

Berita Terbaru

Foto. Ilustrasi

Hukum

Fauzi As : Tanah, Batalyon, dan Aroma Politik Parpol

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:58 WIB