Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Imam Mahdi Al Hakim (tengah) salah satu tokoh pemuda Batang-Batang mendukung Polsek Batang-Batang segera tuntaskan penyelidikan kasus penebangan pohon  tanpa izin di Desa Batang-Batang Daya.

Foto. Imam Mahdi Al Hakim (tengah) salah satu tokoh pemuda Batang-Batang mendukung Polsek Batang-Batang segera tuntaskan penyelidikan kasus penebangan pohon tanpa izin di Desa Batang-Batang Daya.

SUMENEP, nusainsider.com Proses penyelidikan dugaan penebangan pohon tanpa izin di Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, terus menjadi perhatian publik.

Kali ini, dukungan kepada Polsek Batang-Batang datang dari tokoh pemuda setempat agar kasus tersebut dituntaskan secara profesional dan transparan.

Tokoh pemuda Batang-Batang Daya, Imam Mahdi Al Hakim, menyatakan dukungannya kepada jajaran Polsek Batang-Batang untuk segera menuntaskan perkara yang telah menyita perhatian masyarakat tersebut.

Menurut pria yang akrab disapa Lukman itu, program listrik desa merupakan upaya mulia yang patut didukung demi pemerataan akses listrik bagi masyarakat.

Namun, pelaksanaannya tidak boleh mengabaikan hak-hak warga, termasuk dengan melakukan penebangan pohon tanpa persetujuan pemilik.

“Program listrik desa adalah ikhtiar mulia yang wajib kita dukung. Namun, tata kelola di lapangan tidak boleh menabrak hak masyarakat. Apalagi sampai merusak sumber nafkah warga lansia seperti penebangan pohon siwalan tanpa izin pemiliknya,” ujarnya.

Lukman menegaskan bahwa kepentingan umum tidak boleh dijadikan alasan untuk membenarkan tindakan yang melanggar aturan. Menurutnya, seluruh proses pembangunan jaringan listrik harus tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.

“Tameng kepentingan umum tidak boleh dijadikan kedok untuk melegalkan tindakan semena-mena. Semua tindakan di lapangan harus mengacu pada aturan,” tegasnya.

Ia juga menilai kasus tersebut menjadi ujian bagi profesionalisme aparat penegak hukum, khususnya Polsek Batang-Batang, dalam menangani laporan masyarakat secara objektif.

“Kasus penebangan pohon di desa kami ini menjadi ujian nyata bagi Polsek Batang-Batang, apakah bisa menangani perkara ini secara profesional atau tidak,” katanya.

Lukman mengungkapkan, perhatian masyarakat terhadap kasus ini cukup besar. Bahkan, warga Batang-Batang telah dua kali menggelar aksi unjuk rasa di Kantor ULP PLN Sumenep guna meminta pertanggungjawaban atas penebangan pohon tersebut.

Baca Juga :  Seminar Nasional SMSI Kupas KEK Madura: Antara Harapan Ekonomi dan Tantangan Ekologi

Meski demikian, pihak PLN disebut menyampaikan bahwa penebangan dilakukan oleh pelaksana program di lapangan.

Karena itu, ia berharap penyelidikan segera dituntaskan agar ada kepastian hukum bagi seluruh pihak.

“Kami mendukung Polsek Batang-Batang segera menyelesaikan penyelidikan ini. Bila unsur pidananya terpenuhi, segera tetapkan tersangka agar proses hukum berjalan dan masyarakat kembali kondusif,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat akan terus mengawal perkembangan perkara tersebut agar tidak menimbulkan kesan adanya pembiaran.

“Kami akan terus memantau proses hukum ini. Jangan sampai ada kesan pembiaran. Kecepatan polisi menuntaskan perkara ini menjadi penentu pulihnya keadilan bagi korban dan mempercepat penyelesaian konflik di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, dugaan penebangan liar terhadap dua pohon siwalan dan dahan pohon memba terjadi di Dusun Tenggina, Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, pada 16 Maret 2026. Pohon siwalan diketahui memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat karena daunnya dimanfaatkan sebagai bahan baku tikar, sedangkan air niranya diolah menjadi gula.

Baca Juga :  DPRD dan Bupati Sumenep Sepakati Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Pemilik pohon, Mahyuni, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batang-Batang pada 19 Mei 2026 dengan nomor laporan LP/B/05/V/2026/SPKT/POLSEK BATANG-BATANG/POLRES SUMENEP/POLDA JATIM.

Sejak laporan diterima, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk meminta keterangan dari pihak ULP PLN Sumenep. Kapolsek Batang-Batang, Iptu Ratman Desianto, sebelumnya menyampaikan bahwa proses penyelidikan masih berada pada tahap klarifikasi dan pemeriksaan saksi-saksi guna mengungkap fakta hukum dalam perkara tersebut.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar
Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak
Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep
Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia
FGD “NgomBe” Bahas Masa Depan MBG di Sumenep, Pemkab Dorong Evaluasi Menyeluruh

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53 WIB

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:58 WIB

Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:32 WIB

PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32 WIB

Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:27 WIB

Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:59 WIB

FGD “NgomBe” Bahas Masa Depan MBG di Sumenep, Pemkab Dorong Evaluasi Menyeluruh

Berita Terbaru