SUMENEP, nusainsider.com — Perkembangan Perusahaan Rokok Makayasa di Kabupaten Sumenep kini mulai menunjukkan progres signifikan.
Setelah sempat tidak banyak muncul di pemberitaan, perusahaan tersebut ternyata tengah fokus merampungkan pembangunan pusat kegiatan industri bertajuk Makayasa Center di wilayah Lenteng Timur.
Lokasi pembangunan berada di sisi barat SPBU 54.694.20, yang dinilai strategis untuk mendukung pengembangan industri ke depan.
Owner Makayasa, H. Supriyadi, mengungkapkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya besar perusahaan untuk naik kelas sekaligus memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat.
Menurutnya, membangun usaha tidaklah mudah dan membutuhkan proses panjang, termasuk kekuatan spiritual.
“Tidak mudah membangun mimpi. Untuk naik kelas, kita kadang memang ditempa. Dengan cara apa? Ya, Dialah yang Maha Mengatur, dan yang jelas kita harus tetap memohon rida-Nya dalam hal apapun, apalagi soal bisnis,” ujarnya usai acara buka bersama puluhan jurnalis di De Baghraf Hotel Sumenep, Selasa (17/3) petang.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan visi besar perusahaan yang sarat filosofi angka enam. Hingga akhir 2026, Makayasa menargetkan mampu menyerap 6.000 tenaga kerja.
Tak hanya itu, hasil ekspansi bisnis tersebut juga direncanakan untuk mendukung program sosial, seperti pendirian pesantren berkapasitas 6.000 santri, pemberdayaan 6.000 anak yatim, serta bantuan bagi 6.000 fakir miskin.
“Semua serba filosofi angka 6, berkaca pada rukun iman yang juga berjumlah enam,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa gagasan tersebut bukan muncul secara instan, melainkan melalui proses spiritual yang cukup panjang.
“Entah rahasia apa nanti yang akan ditampakkan oleh-Nya terkait angka 6 ini. Itu hasil istikharah saya selama delapan bulan,” imbuhnya.
Sebagai langkah awal, Makayasa saat ini membuka lowongan kerja sebanyak 300 orang, dengan prioritas pelamar berpengalaman. Rinciannya meliputi 190 tenaga linting, sementara sisanya untuk bagian paking dan gunting.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan ekspansi tenaga pemasaran sebanyak 200 orang yang akan ditempatkan di berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Pacitan, Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Mojokerto, Jombang, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, dan Jember.
Untuk wilayah Situbondo, aktivitas pemasaran disebut telah berjalan, sementara daerah lainnya dijadwalkan mulai efektif pada 1 April 2026.
Tak berhenti di situ, Makayasa juga menargetkan ekspansi produk ke segmen kretek filter pada Juni 2026 sebagai bagian dari strategi penguatan pasar.
“Bismillah, semoga mimpi ini terhitung sebagai niat hamba yang ingin makin dekat dalam pengabdian, mengabdi untuk sesama, dan yang jelas demi ibadah kepada-Nya,” pungkas H. Supriyadi.
![]()
Penulis : Wafa
















