Klik Sekali, Terjebak Selamanya: Ning Lia Sampaikan Bahaya Judi Online di Era Digital

Minggu, 26 April 2026 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD/MPR RI, Dr Lia Istifhama yang akrab di Sapa Ning Lia

Foto. Anggota DPD/MPR RI, Dr Lia Istifhama yang akrab di Sapa Ning Lia

SURABAYA, nusainsider.com — Maraknya praktik judi online kini menjadi ancaman serius yang perlahan menggerus kehidupan masyarakat. Dengan tampilan yang menarik serta iming-iming keuntungan instan, banyak orang terjebak tanpa menyadari risiko besar yang mengintai di baliknya.

Fenomena yang beredar di tengah masyarakat menunjukkan bahwa judi online kerap diawali dengan kesan “Menguntungkan”. Namun, di balik itu, terdapat pola jeratan sistematis yang berujung pada kerugian besar, baik secara finansial maupun psikologis.

Anggota DPD RI, Lia Istifhama, mengingatkan bahwa praktik ini sering kali bermula dari hal yang dianggap sepele.

“Awalnya terlihat seperti hiburan ringan yang menghasilkan. Tapi perlahan, justru mengikat dan sulit dilepaskan,” ungkapnya, Minggu (26/4).

Dampak Nyata: Ekonomi, Mental, dan Masa Depan

Salah satu dampak paling nyata dari judi online adalah kehancuran ekonomi keluarga. Banyak korban yang awalnya hanya mencoba, kemudian terjebak dalam siklus kekalahan yang memaksa mereka terus bermain demi menutup kerugian.

Baca Juga :  Diduga Rendahkan Martabat Warga, Pernyataan Oknum PNS Sapudi Disorot

Selain itu, tekanan mental juga menjadi konsekuensi serius. Kecanduan judi online kerap memicu rasa cemas, stres, hingga depresi, terutama saat mengalami kekalahan beruntun.

Menurut Lia, persoalan ini tidak bisa dianggap sebagai masalah individu semata, karena dampaknya meluas ke lingkungan sosial.

“Yang terlihat sederhana bisa berubah menjadi tekanan mental yang berat. Ini bukan sekadar permainan, tapi jebakan psikologis,” tegasnya.

Masa Depan yang Terancam

Dampak jangka panjang judi online juga tidak kalah mengkhawatirkan. Banyak individu kehilangan fokus hidup, pekerjaan, hingga hubungan sosial akibat keterlibatan dalam praktik tersebut.

Baca Juga :  Resmi Dilantik! Begini Pesan Bupati Achmad Fauzi kepada 50 Anggota DPRD Sumenep

Fenomena ini menunjukkan bahwa judi online bukan hanya persoalan hukum, tetapi telah berkembang menjadi krisis sosial yang membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

Mengapa Mudah Menjerat?

Platform judi online umumnya dirancang untuk memberikan sensasi kemenangan di awal. Strategi ini memicu rasa percaya diri berlebihan dan mendorong pemain untuk terus mencoba, hingga akhirnya terjebak dalam kecanduan.

Kemudahan akses melalui perangkat ponsel juga memperparah situasi. Tanpa pengawasan yang memadai, siapa pun dapat mengaksesnya kapan saja, termasuk generasi muda yang rentan terhadap pengaruh tersebut.

Langkah Pencegahan

Untuk menghindari jeratan judi online, masyarakat perlu memahami bahwa tidak ada keuntungan instan tanpa risiko besar. Edukasi menjadi kunci utama dalam mencegah keterlibatan sejak dini.

Baca Juga :  Pelestarian Cagar Budaya Jadi Prioritas, Bupati Fauzi Dorong Sinergi dan Partisipasi Publik

Selain itu, pengelolaan penggunaan perangkat digital secara bijak juga penting dilakukan, termasuk menghindari konten berisiko dan membatasi waktu penggunaan.
Mengalihkan perhatian ke aktivitas positif dan produktif juga menjadi langkah efektif untuk menjauhkan diri dari godaan judi online.

“Jangan mudah tergiur janji cepat. Kendalikan penggunaan digital dan pilih aktivitas yang memberi nilai positif,” pesan Lia.

Hentikan Sebelum Terlambat

Kampanye ini menjadi pengingat bahwa apa yang tampak menguntungkan belum tentu membawa kebaikan. Judi online merupakan ancaman nyata yang dapat menghancurkan masa depan secara perlahan.

Kesadaran kolektif masyarakat menjadi kunci untuk memutus rantai penyebaran praktik ini. Pencegahan sejak dini dinilai sebagai langkah paling efektif untuk melindungi generasi mendatang dari dampak buruk judi online.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken
Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:49 WIB

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:25 WIB

100 Kamar, 6 Tipe, Fasilitas Lengkap, Grand Miami Hotel Siap Manjakan Tamu di Malang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terbaru