SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Kabupaten Sumenep terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang sehat, bersih, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, berbagai langkah strategis terus dilakukan guna mempercepat pembangunan sektor sanitasi di daerah.
Komitmen tersebut ditunjukkan dalam kegiatan Coaching Clinic VI Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) yang digelar di Ruang Rapat Konsultasi Publik Bappeda Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) Tahun 2026 yang diikuti oleh berbagai daerah di Jawa Timur.
Dalam forum tersebut, Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Kabupaten Sumenep memaparkan berbagai capaian nyata sepanjang tahun 2025 sekaligus menyampaikan peta jalan (roadmap) implementasi strategi sanitasi untuk tahun 2026.
Di sektor pengelolaan air limbah domestik, Pemerintah Kabupaten Sumenep berhasil membangun sebanyak 1.155 unit tangki septik individu dan 37 unit tangki septik komunal yang tersebar di sejumlah wilayah.
Program ini menjadi salah satu upaya konkret untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan sanitasi yang aman dan layak.
Sementara itu, pada sektor persampahan, pemerintah daerah terus memperkuat sarana dan prasarana pengelolaan sampah melalui pengadaan armada pengangkut sampah baru, pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS), rehabilitasi TPS Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), serta optimalisasi fasilitas pengelolaan sampah di berbagai titik strategis.
Memasuki Milestone 4 Implementasi SSK, Bappeda Kabupaten Sumenep juga menyiapkan inovasi baru dengan menjadikan Desa Kebundadap Timur, Kecamatan Saronggi, sebagai Pilot Project Kampung Percontohan Sanitasi.
Melalui program tersebut, penataan sanitasi akan dilakukan secara terintegrasi, meliputi pembangunan sarana air limbah domestik, penguatan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT), revitalisasi TPS3R, hingga peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri.
Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa Coaching Clinic menjadi momentum penting untuk memperkuat strategi percepatan pembangunan sanitasi di Kabupaten Sumenep.
“Coaching Clinic ini menjadi forum yang sangat penting untuk memperoleh masukan dan penguatan strategi implementasi SSK. Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen mempercepat pencapaian target sanitasi melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan kelembagaan, serta peningkatan partisipasi masyarakat agar layanan sanitasi yang aman dan berkelanjutan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.
Paparan yang disampaikan tim Kabupaten Sumenep mendapat respons positif dari kementerian terkait maupun Pokja PKP Provinsi Jawa Timur. Berbagai masukan dan rekomendasi strategis diberikan guna memperkuat implementasi program sanitasi yang sedang berjalan.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, target pembangunan sanitasi berkelanjutan di Kabupaten Sumenep diharapkan dapat tercapai lebih cepat.
Dengan demikian, kualitas lingkungan permukiman masyarakat akan semakin sehat, bersih, nyaman, serta mampu mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
![]()
Penulis : Wafa
















