Modal KUR Rp100 Juta Dongkrak Usaha Gula Merah Rosidah, Omzet Meningkat dan Pasar Kian Luas

Senin, 29 Juni 2026 - 05:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi kisah Usaha Gula Merah di Sumenep Berkat Dukungan KUR BRI

Foto. Ilustrasi kisah Usaha Gula Merah di Sumenep Berkat Dukungan KUR BRI

SUMENEP, nusainsider.com — Asap tipis membubung dari dapur produksi sederhana di Desa Pragaan Laok, Kabupaten Sumenep. Di tengah aroma manis gula merah yang khas, Rosidah (50) tampak cekatan mengaduk adonan di atas tungku besar.

Selama hampir dua dekade, perempuan tangguh ini mendedikasikan hidupnya untuk melestarikan kuliner tradisional Madura melalui usaha gula merah berbahan dasar nira siwalan.

Bagi Rosidah, gula merah bukan sekadar komoditas perdagangan, tetapi juga menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.

Sejak 2006, ia mulai mengembangkan usaha gula merah khas Madura dengan memanfaatkan air nira dari pohon siwalan atau lontar yang banyak tumbuh di wilayah Sumenep.

Perjalanan usahanya tidak selalu berjalan mulus. Pada masa awal merintis usaha, Rosidah dihadapkan pada berbagai keterbatasan, mulai dari peralatan produksi yang masih sangat tradisional hingga keterbatasan modal usaha.

Namun, keteguhan hati dan semangatnya untuk menghidupi keluarga tidak pernah surut.

“Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu, kualitas gula merah buatan saya mulai dilirik konsumen. Permintaan mulai berdatangan,” ujarnya.

Berkat konsistensi menjaga kualitas produk, jaringan pelanggan Rosidah perlahan berkembang hingga menjangkau berbagai daerah di Madura.

Baca Juga :  Generasi Emas dan Kebangkitan Budaya: Sumenep Gaungkan Suluk Budaya 2026

Momentum penting dalam perkembangan usahanya terjadi pada 2016 ketika permintaan pasar meningkat signifikan dan membutuhkan tambahan modal untuk memenuhi kebutuhan produksi.

Rosidah kemudian memutuskan mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Pragaan. Saat itu, ia memperoleh pinjaman sebesar Rp25 juta.

“Saya sudah lama menjadi nasabah BRI, tapi baru tahun 2016 memberanikan diri mengajukan pinjaman KUR. Prosesnya cepat dan tim BRI sangat responsif. Saya memilih KUR karena bunganya rendah dan tidak ada agunan, sehingga sangat cocok untuk usaha kecil seperti saya,” tuturnya.

Dana tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat ketersediaan bahan baku dan mendukung kelancaran produksi. Setelah pinjaman pertamanya lunas, Rosidah kembali memperoleh akses pembiayaan tahap kedua dengan nilai yang meningkat menjadi Rp50 juta.

Seiring perkembangan usaha yang terus menunjukkan tren positif, pada 2024 Rosidah kembali mendapatkan kepercayaan dari BRI melalui penyaluran KUR sebesar Rp100 juta.

Menurut Rosidah, tambahan modal tersebut membawa dampak besar terhadap perkembangan usahanya.

“Kucuran dari BRI ini sangat bermanfaat bagi kami, khususnya untuk penyediaan bahan baku dan peralatan produksi agar bisa memenuhi permintaan,” katanya.

Dukungan pembiayaan itu terbukti mampu mendorong peningkatan kapasitas produksi secara signifikan. Jika sebelumnya produksi gula merah hanya berkisar 200 kilogram per hari, kini meningkat hingga mencapai sekitar 500 kilogram per hari.

Baca Juga :  Sambut Tahun Baru Islam! Bupati Fauzi Bersama Majlis At-taufiq Dobrak Pintu Langit Dengan Shalawat

Tak hanya memperbesar kapasitas usaha, perkembangan bisnis tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah, kami juga bisa membantu warga sekitar. Selain menerima hasil bahan baku dari mereka, kami juga menyerap tenaga kerja. Kalau awalnya saya mengerjakan sendiri, sekarang pekerja saya sudah enam orang,” ungkap Rosidah.

Kini, hasil ketekunannya selama hampir 20 tahun mulai membuahkan hasil yang nyata. Produk gula merah miliknya telah memiliki pelanggan tetap di berbagai wilayah Madura, mulai dari Pamekasan, Sampang, hingga Bangkalan.

Sistem pemasaran yang dijalankan pun semakin modern. Para pemilik toko cukup melakukan pemesanan melalui telepon, kemudian Rosidah menyiapkan pengiriman secara rutin untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Peningkatan volume produksi turut berdampak pada kenaikan omzet usaha. Pendapatan yang terus tumbuh tidak hanya memperkuat kondisi finansial keluarga, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru bagi kedua anaknya yang kini telah merintis bisnis di Surabaya.

Baca Juga :  Hosnan Abrari Mendapat Penghargaan Tokoh Pemuda Inspiratif Kepulauan dari DPC PWRI Sumenep

Sementara itu, Branch Manager BRI BO Sumenep, Ali Topan, mengatakan BRI terus memperkuat perannya sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran KUR.

Hingga Mei 2026, BRI BO Sumenep telah menyalurkan KUR sebesar Rp691 miliar kepada sekitar 22 ribu debitur. Sebagian besar penyaluran tersebut didominasi sektor produksi dengan nilai mencapai Rp587 miliar atau sekitar 85 persen dari total penyaluran.

Sektor produksi yang dimaksud meliputi bidang perdagangan dan pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Sumenep.

“Dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi juga mencakup pemberdayaan, pendampingan usaha, serta edukasi finansial agar para debitur dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan visi BRI untuk menjadi mitra terpercaya dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi unggulan,” ujar Ali Topan.

Melalui akses pembiayaan yang lebih mudah dan pendampingan yang berkelanjutan, pelaku usaha di Sumenep diharapkan semakin mampu meningkatkan kapasitas bisnis, membuka lapangan pekerjaan, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Musyawarah Gapoktan Paseyan Tetapkan Yusuf sebagai Ketua Periode 2026–2031
Talenta Muda Mulai Dibidik, KSMI Pamekasan Siapkan Regenerasi Atlet Porprov
Kasus Dugaan Penggelapan FIF Sumenep: Polisi Telusuri 8 Korban dengan Kerugian Rp87 Juta
Dari Garam hingga Migas, Bappeda Sumenep Cari “Mesin” Penggerak Ekonomi Daerah
Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura
Kepala Bappeda Sumenep Ajak Masyarakat Sumenep Hidupkan Nilai Kejujuran dan Amanah di Rabiul Awal
Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda
Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:01 WIB

Musyawarah Gapoktan Paseyan Tetapkan Yusuf sebagai Ketua Periode 2026–2031

Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Talenta Muda Mulai Dibidik, KSMI Pamekasan Siapkan Regenerasi Atlet Porprov

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Kasus Dugaan Penggelapan FIF Sumenep: Polisi Telusuri 8 Korban dengan Kerugian Rp87 Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:36 WIB

Dari Garam hingga Migas, Bappeda Sumenep Cari “Mesin” Penggerak Ekonomi Daerah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:38 WIB

Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:46 WIB

Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media

Berita Terbaru