Ribuan Warga Semarakkan Festival Tete Masa 2026, Tradisi Menabur Benih Tembakau Jadi Magnet Wisata

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kepala Disbudporapar dalam Gelaran Festival Tete Masa 2026

Foto. Kepala Disbudporapar dalam Gelaran Festival Tete Masa 2026

SUMENEP, nusainsider.com Kemeriahan Festival Tete Masa 2026 di Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, resmi berakhir pada Minggu (5/7/2026).

Festival yang berlangsung sejak 28 Juni itu ditutup dengan prosesi adat Rokat Desa serta bazar UMKM yang melibatkan masyarakat setempat, sekaligus menjadi penegas komitmen pelestarian budaya lokal yang berpadu dengan penguatan ekonomi kerakyatan.

Masuk dalam agenda Sumenep Calendar of Event 2026, Festival Tete Masa menjadi salah satu ikon budaya yang tidak hanya mempertahankan tradisi leluhur, tetapi juga berhasil menarik perhatian wisatawan untuk mengenal kekayaan budaya Madura.

Festival ini mengangkat tradisi Tete Masa, yakni ritual menabur benih tembakau sebagai simbol harapan masyarakat dalam menyambut musim tanam sekaligus memohon panen yang melimpah. Tradisi turun-temurun tersebut telah menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Desa Juluk.

Baca Juga :  Ganding Jadi Pusat Kreativitas, Festival Layangan Adu Putus Kanal News Cup 2025 Diserbu Penonton

Selama sepekan pelaksanaan, pengunjung disuguhkan beragam atraksi budaya khas Madura, mulai dari arak-arakan jaran serek, alunan musik tradisional saronen, hingga pertunjukan macopat yang memikat perhatian masyarakat dan wisatawan.

Tak hanya menyuguhkan hiburan budaya, festival juga menghadirkan dialog pertanian, pameran produk kelompok tani, serta bazar UMKM yang menjadi wadah promosi berbagai produk unggulan masyarakat Kecamatan Saronggi.

Puncak acara ditandai dengan penanaman benih tembakau secara simbolis yang dilanjutkan doa bersama dan prosesi Rokat Desa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa agar musim tanam berjalan lancar dan menghasilkan panen yang melimpah.

Baca Juga :  Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, menegaskan bahwa Festival Tete Masa merupakan bentuk nyata pelestarian budaya yang memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

“Festival Tete Masa bukan sekadar perayaan tradisi, tetapi juga upaya memperkuat identitas budaya masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata dan UMKM,” ujar Faruk.

Menurutnya, kekayaan budaya lokal harus terus dijaga dan dikembangkan agar mampu menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga :  Pemkab Deli Serdang Siapkan 1.242 Hektare Lahan untuk Program Nasional 3 Juta Rumah

Faruk berharap Festival Tete Masa dapat terus menjadi agenda budaya unggulan Kabupaten Sumenep yang mampu menarik lebih banyak wisatawan dari berbagai daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi budaya dan kearifan lokal.

Dengan perpaduan antara tradisi, seni budaya, pertanian, dan pemberdayaan UMKM, Festival Tete Masa 2026 kembali membuktikan bahwa budaya bukan sekadar warisan yang harus dilestarikan, tetapi juga menjadi kekuatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat identitas Kabupaten Sumenep sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Madura.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Aktivis Desak Pertamina Tak Tutup Mata, Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Sumenep Harus Diusut
Reses Ketua Komisi III DPRD Sumenep Dibanjiri Keluhan, Jalan Rusak dan Sampah Jadi Sorotan
MADAS Sedarah Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Indonesia
Bank Jatim Tuai Pujian Senator DPD RI, Dinilai Berhasil Seimbangkan Profit dan Pelayanan Publik
Klaim BPJS Ketenagakerjaan Diduga Dipungut Biaya, Warga Sumenep Pertanyakan Legalitas Petugas
Efisiensi Anggaran Berlanjut, Dana Pokir Anggota DPRD Sumenep Dipotong Dua Pertiga
Ayah Mengantar Anak ke Sekolah Jadi Gerakan Baru Disdik Sumenep pada Harganas 2026
BEMSU Gaungkan #SelamatkanSumenepDariMafiaBBM, Minta APH Sidak Besar-Besaran

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:43 WIB

Ribuan Warga Semarakkan Festival Tete Masa 2026, Tradisi Menabur Benih Tembakau Jadi Magnet Wisata

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:43 WIB

Aktivis Desak Pertamina Tak Tutup Mata, Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Sumenep Harus Diusut

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:49 WIB

Reses Ketua Komisi III DPRD Sumenep Dibanjiri Keluhan, Jalan Rusak dan Sampah Jadi Sorotan

Rabu, 8 Juli 2026 - 02:27 WIB

MADAS Sedarah Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Indonesia

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:16 WIB

Bank Jatim Tuai Pujian Senator DPD RI, Dinilai Berhasil Seimbangkan Profit dan Pelayanan Publik

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:47 WIB

Efisiensi Anggaran Berlanjut, Dana Pokir Anggota DPRD Sumenep Dipotong Dua Pertiga

Senin, 6 Juli 2026 - 18:02 WIB

Ayah Mengantar Anak ke Sekolah Jadi Gerakan Baru Disdik Sumenep pada Harganas 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 16:54 WIB

BEMSU Gaungkan #SelamatkanSumenepDariMafiaBBM, Minta APH Sidak Besar-Besaran

Berita Terbaru