Bupati Fauzi Inisiasi Sumenep Kepulauan, Langkah Strategis Menuju Pusat Pertumbuhan Provinsi Madura

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Persiapan Sumenep sebagai Pusat Afirmasi Provinsi Madura, Ist for nusainsider.com

Foto. Persiapan Sumenep sebagai Pusat Afirmasi Provinsi Madura, Ist for nusainsider.com

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mematangkan langkah strategis dengan mengubah nomenklatur daerah menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan.

Langkah tersebut dinilai bukan sekadar perubahan identitas administratif, melainkan bagian dari penguatan branding daerah sebagai wilayah kepulauan terbesar di Madura yang diproyeksikan menjadi titik tumpu pengembangan Provinsi Madura di masa mendatang.

Saat ini, proses perubahan nama telah memasuki tahap penyusunan naskah akademik sebagai salah satu syarat administratif sebelum diajukan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, gagasan tersebut merupakan inisiatif Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo. Pemerintah daerah menargetkan seluruh tahapan administrasi dapat diselesaikan sebelum masa jabatan bupati berakhir.

Seorang sumber yang mengetahui proses tersebut menjelaskan, perubahan nomenklatur memiliki tujuan strategis untuk memperkuat posisi Kabupaten Sumenep dalam memperoleh afirmasi kebijakan pemerintah pusat, khususnya bagi daerah kepulauan.

“Perubahan nomenklatur ini diharapkan membuka ruang yang lebih besar terhadap akses anggaran pembangunan, khususnya Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diperuntukkan bagi daerah kepulauan,” ujarnya, Kamis (16/7).

Menurutnya, selama ini pembangunan di wilayah kepulauan masih menghadapi tantangan besar akibat keterbatasan skema pembiayaan.

Baca Juga :  Event Layangan Led Akan Berlangsung Kembali di Pantai Lombang, Begini Kata Bupati

Dampaknya, pemerataan layanan dasar, pembangunan infrastruktur, transportasi laut, hingga konektivitas antarwilayah belum dapat berjalan secara optimal.

Apabila usulan tersebut mendapat persetujuan pemerintah pusat, perubahan nama menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan diyakini akan menjadi tonggak penting dalam sejarah pemerintahan daerah sekaligus memperkuat afirmasi pembangunan bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau.

Selain itu, penguatan identitas sebagai kabupaten kepulauan juga dinilai akan semakin mengukuhkan posisi Sumenep sebagai kawasan strategis di Madura, terutama jika wacana pembentukan Provinsi Madura terealisasi di masa mendatang.

Baca Juga :  Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura

Dengan wilayah kepulauan terluas dan sumber daya maritim yang melimpah, Sumenep dipandang memiliki peran penting sebagai salah satu pusat pertumbuhan kawasan.

Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep, Siswahyudi Bintoro, membenarkan bahwa pembahasan perubahan nama daerah saat ini sedang berlangsung.

“Iya, rencananya akan berubah nama dari Kabupaten Sumenep menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan,” katanya.

Ia menambahkan, komunikasi dengan Kemendagri terus dilakukan untuk melengkapi seluruh persyaratan administrasi. Setelah naskah akademik selesai disusun, pemerintah pusat dijadwalkan melakukan verifikasi lapangan serta evaluasi sebelum menetapkan usulan tersebut.

Secara geografis, usulan itu dinilai sangat relevan mengingat Sumenep merupakan kabupaten dengan wilayah kepulauan terbesar di Pulau Madura. Berdasarkan data pemerintah daerah, Sumenep memiliki 126 pulau, terdiri atas 48 pulau berpenghuni dan 78 pulau tidak berpenghuni.

Baca Juga :  Pesan Bupati Fauzi di Haul Raja-Raja Madura: Pesantren Benteng Moral dan Kebangsaan

Pulau-pulau berpenghuni tersebar di berbagai kecamatan kepulauan, seperti Giligenting, Raas, Sapudi, Kangean, Sapeken hingga Masalembu. Sementara puluhan pulau tak berpenghuni tersebar di gugusan Raas, Kangean, Sapeken, Arjasa, dan wilayah perairan lainnya.

Karakteristik geografis tersebut membuat biaya penyediaan layanan pendidikan, kesehatan, transportasi laut, telekomunikasi, hingga distribusi logistik jauh lebih tinggi dibanding daerah daratan.

Karena itu, perubahan nomenklatur menjadi Kabupaten Sumenep Kepulauan diharapkan tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pemerintah daerah memperoleh dukungan kebijakan nasional, percepatan pembangunan wilayah kepulauan, sekaligus mempertegas posisi Sumenep sebagai gerbang maritim dan salah satu daerah paling strategis apabila pembentukan Provinsi Madura diwujudkan pada masa yang akan datang.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari Ujung Timur Madura, Mega Remmeng Siap Gebrak KEN 2026 dengan “Gelang Soko”
Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep
Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4
Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani
Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN
Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya
Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 17:49 WIB

Dari Ujung Timur Madura, Mega Remmeng Siap Gebrak KEN 2026 dengan “Gelang Soko”

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 06:46 WIB

Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Selasa, 1 September 2026 - 17:16 WIB

Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya

Selasa, 1 September 2026 - 14:45 WIB

Ning Lia Makin Rajin Sambangi Madura, Dari Temui Kiai hingga Bongkar Luka Pascakonflik

Selasa, 1 September 2026 - 13:34 WIB

Kursi Strategis Polresta Tuban Bergeser, Kapolresta Ungkap Alasan di Baliknya

Berita Terbaru