Warisan Keraton hingga Ojung, Batuputih Siap Menjadi Simpul Pertumbuhan Ekonomi Baru di Utara Sumenep

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Di balik bentang alam kapur yang mendominasi wilayah utara Kabupaten Sumenep, Kecamatan Batuputih menyimpan kekayaan sejarah, budaya, serta potensi sumber daya alam yang belum sepenuhnya tergali.

Kawasan yang dahulu dikenal sebagai wilayah keraton ini kini perlahan bertransformasi menjadi salah satu daerah strategis yang diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi baru di pesisir utara Madura.

Nama Batuputih bukan sekadar penanda geografis. Secara historis, wilayah ini diyakini memiliki keterkaitan erat dengan Keraton Sumenep.

Konon, kawasan tersebut merupakan wilayah kekuasaan Arya Wiraraja yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Raja Sumenep. Sebutan “BATUPUTIH” dipercaya berasal dari banyaknya batu berwarna putih yang terdapat di sekitar kawasan keraton pada masa lampau.

Warisan sejarah itu kini berpadu dengan potensi ekonomi yang semakin berkembang. Mulai dari sektor kelautan, pertanian, pariwisata, hingga budaya, Batuputih memiliki modal besar untuk menjadi kawasan yang mampu menopang pembangunan daerah.

Camat Batuputih, Muhammad Suharjono, mengatakan posisi geografis yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa menjadi salah satu keunggulan utama kecamatan yang dipimpinnya. Selama ini, aktivitas perikanan tangkap telah menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.

Namun, menurutnya, peluang ekonomi tidak berhenti pada hasil tangkapan nelayan semata. Wilayah pesisir Batuputih juga sangat potensial dikembangkan sebagai kawasan budidaya laut serta industri pengolahan hasil perikanan berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Selain aktivitas perikanan tangkap yang menghasilkan beragam komoditas ikan segar, wilayah pesisir Kecamatan Batuputih juga menyimpan potensi pengembangan budidaya laut dan pengolahan hasil pesisir skala UMKM, seperti produksi terasi dan ikan olahan,” ujar Suharjono kepada Media Center Diskominfo Kabupaten Sumenep, Rabu (29/7/2026) kemarin.

Pengembangan sektor hilir perikanan dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Produk olahan hasil laut tidak hanya memperkuat ekonomi rumah tangga, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas jika didukung pemasaran digital dan peningkatan kualitas produksi.

Baca Juga :  Bank Jatim 64 Tahun, Bupati Fauzi: Mitra Strategis Perkuat Ekonomi Lokal

Tak kalah penting, Batuputih juga dikenal sebagai salah satu sentra pertanian lahan kering di Kabupaten Sumenep. Saat musim kemarau tiba, hamparan tegalan di wilayah ini berubah menjadi ladang tembakau berkualitas yang selama ini menjadi komoditas unggulan masyarakat.

Selain tembakau, berbagai tanaman pangan seperti jagung, palawija, dan kelapa turut menjadi sumber penghasilan warga. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di tengah karakteristik lahan kapur yang selama ini dianggap memiliki keterbatasan.

“Selain tembakau, komoditas pangan seperti jagung, palawija, serta kelapa juga tumbuh subur dan menjadi komoditas harian warga,” kata mantan Penulis Berita News Room Diskominfo Kabupaten Sumenep itu.

Di sektor pariwisata, Batuputih menawarkan pesona alam yang berbeda dibanding kawasan lain di Madura. Salah satu destinasi unggulannya adalah Pantai Badur yang dikenal dengan hamparan pasir putih, muara sungai, serta tebing-tebing kapur yang membentuk panorama eksotis khas pesisir utara.

Keindahan alam tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan ekowisata berbasis masyarakat. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, sektor wisata diyakini mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru sekaligus menggerakkan roda perekonomian pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata.

“Potensi ekowisata ini menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat lokal melalui pengelolaan wisata yang berkelanjutan,” tegas Suharjono.

Namun, kekuatan Batuputih sesungguhnya tidak hanya terletak pada panorama alamnya. Kecamatan ini juga dikenal sebagai salah satu benteng pelestarian tradisi Ojung, warisan budaya Madura yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga :  Taman Bunga Sumenep Jadi Lautan Senam Cantik dalam Sumenep Bugar 2025

Ojung merupakan tradisi adu ketangkasan menggunakan rotan yang dimainkan oleh dua pria bertelanjang dada di dalam arena. Meski tampak keras dan penuh ketegangan, tradisi tersebut sesungguhnya lahir dari ritual rokatan, yakni bentuk doa masyarakat kepada Sang Pencipta agar hujan segera turun ketika musim kemarau panjang melanda wilayah Batuputih.

Pertunjukan Ojung selalu diiringi alunan musik saronen yang membangkitkan semangat para petarung. Seluruh jalannya pertandingan diawasi oleh wasit adat yang dikenal sebagai Peputo, sehingga setiap prosesi tetap berlangsung sesuai aturan dan nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur.

Yang menarik, di balik sabetan rotan yang keras, Ojung justru mengajarkan sportivitas dan persaudaraan. Setelah pertarungan selesai, kedua petarung akan saling berpelukan sebagai simbol bahwa tidak ada permusuhan yang tersisa.

Seiring perkembangan zaman, Ojung tidak lagi hanya dimaknai sebagai ritual sakral, tetapi telah berkembang menjadi atraksi budaya yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.

Baca Juga :  Ning Lia Dinilai Inspiratif, Raih Penghargaan Leadership dan Community Empowerment

Tradisi tersebut kini menjadi salah satu ikon budaya Kabupaten Sumenep yang terus dipromosikan dalam berbagai agenda pariwisata.

“Seiring berjalannya waktu, tradisi bernilai mistis dan sejarah ini terus mengalami transformasi. Ojung yang dahulu murni digelar sebagai ritual sakral penjemput hujan, kini telah bertransformasi menjadi atraksi seni budaya unggulan. Keunikan serta nilai ketangguhan yang dipancarkan dari tradisi Ojung Batuputih pun terbukti rutin menyedot perhatian wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” ungkap Suharjono.

Menurutnya, masa depan Batuputih sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.

Penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas SDM, pengembangan UMKM, dan promosi wisata harus berjalan beriringan agar seluruh potensi yang dimiliki mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kecamatan Batuputih adalah bukti nyata bahwa keterbatasan bentang alam kapur bukan barrier, melainkan identitas. Dengan integrasi antara pariwisata bahari, pemberdayaan UMKM, serta dukungan infrastruktur dari pemerintah daerah, sangat berpeluang menjadi salah satu simpul ekonomi baru di koridor utara Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

Dengan kekayaan sejarah, budaya yang tetap lestari, sumber daya kelautan yang melimpah, pertanian yang produktif, serta destinasi wisata yang terus berkembang, Batuputih memiliki seluruh prasyarat untuk tumbuh sebagai kawasan strategis baru.

Jika seluruh potensi tersebut dikelola secara berkelanjutan, kecamatan ini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sumenep, tetapi juga dapat menjadi salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi di Pulau Madura.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Pengurus JSI Sumenep 2026-2029 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Dorong Media Sajikan Berita Mencerdaskan
Dikukuhkan Periode 2026-2029, JSI Sumenep Tegaskan Komitmen Bergerak di Bidang Sosial
Sosialisasi Empat Pilar, Ning Lia Tekankan Peran Anak Muda Kawal Keadilan
Dari Borobudur, Fauka Noor Farid Tegaskan Arah Baru Lindu Aji: Budaya, Sosial dan Ekonomi Kerakyatan
Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Jadi Benteng Warga Hadapi Sengketa dan Mafia Tanah
Gegara Investasi Dapur MBG, Warga Sumenep Laporkan Istri DPR RI ke Polisi
Ning Lia Apresiasi Haji dan Umrah Fest 2026 Gresik, Dorong Pelayanan Jemaah Makin Prima
Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Komisi XI Titip Pesan soal APBN

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:34 WIB

Pengurus JSI Sumenep 2026-2029 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Dorong Media Sajikan Berita Mencerdaskan

Selasa, 15 September 2026 - 15:26 WIB

Dikukuhkan Periode 2026-2029, JSI Sumenep Tegaskan Komitmen Bergerak di Bidang Sosial

Selasa, 15 September 2026 - 12:46 WIB

Sosialisasi Empat Pilar, Ning Lia Tekankan Peran Anak Muda Kawal Keadilan

Selasa, 15 September 2026 - 11:20 WIB

Dari Borobudur, Fauka Noor Farid Tegaskan Arah Baru Lindu Aji: Budaya, Sosial dan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 15 September 2026 - 10:22 WIB

Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Jadi Benteng Warga Hadapi Sengketa dan Mafia Tanah

Senin, 14 September 2026 - 19:45 WIB

Ning Lia Apresiasi Haji dan Umrah Fest 2026 Gresik, Dorong Pelayanan Jemaah Makin Prima

Senin, 14 September 2026 - 16:27 WIB

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Komisi XI Titip Pesan soal APBN

Senin, 14 September 2026 - 11:28 WIB

Perkuat Iman dan Kebersamaan, Bappeda Sumenep Gelar Maulid Nabi dan Santuni Anak Yatim

Berita Terbaru