Destry Damayanti Pimpin BI, Achsanul Qosasi Ungkap Tantangan Besar: Ada Rp2.548 Triliun Dana Belum Tersalurkan

Rabu, 2 September 2026 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, nusainsider.com Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR), Achsanul Qosasi, menyoroti penetapan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031.

Menurut Achsanul, kepemimpinan baru BI membawa gagasan yang menyentuh sejumlah persoalan mendasar dalam perekonomian nasional yang selama ini dinilai belum mendapat perhatian secara optimal.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul keputusan DPR RI yang secara resmi menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI dalam Rapat Paripurna DPR RI yang dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani, Selasa (1/9/2026).

Selain Destry, DPR juga menetapkan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI.

Ketiganya sebelumnya telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test yang digelar Komisi XI DPR RI pada 26–27 Agustus 2026.

Achsanul menilai keputusan DPR tersebut penting untuk dicermati bukan hanya karena Destry menjadi perempuan pertama yang memimpin bank sentral Indonesia, tetapi juga karena gagasan ekonomi yang ditawarkannya.

Baca Juga :  Remaja Masjid Al Falah Hidupkan Tradisi Pawai Obor Sambut 1 Muharram 1448 H

Menurut dia, tantangan BI ke depan tidak cukup hanya menjaga stabilitas ekonomi dan sistem keuangan. Bank sentral juga perlu memperkuat bauran kebijakan agar kebijakan moneter mampu memberikan dampak lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Menjaga stabilitas saja belum cukup. Bank sentral perlu memperkuat bauran kebijakan agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar Achsanul Qosasi, mengutip gagasan utama yang disampaikan Destry dalam uji kelayakan pekan lalu.

Presiden Madura United FC tersebut kemudian menyoroti salah satu data penting yang muncul dalam proses uji kelayakan Destry.

Ia mengungkapkan, terdapat dana perbankan yang belum tersalurkan hingga mencapai Rp2.548 triliun. Angka tersebut setara dengan 21,8 persen dari total plafon kredit.

Baca Juga :  Pemuda dan Masyarakat Ambunten Deklarasi Achmad Fauzi Kembali Memimpin Sumenep

Bagi Achsanul, besarnya dana yang belum tersalurkan tersebut menunjukkan masih adanya ruang yang sangat besar untuk mendorong aktivitas ekonomi melalui sektor pembiayaan.

Karena itu, penguatan inklusi keuangan dan peningkatan penyaluran kredit, khususnya kepada pelaku usaha kecil, dinilai menjadi salah satu pekerjaan penting bagi kepemimpinan BI ke depan.

Kredit yang lebih mudah diakses sektor usaha kecil diyakini dapat memberikan efek berantai terhadap perekonomian. Ketika pembiayaan mengalir ke sektor produktif, aktivitas usaha, investasi, produksi hingga penyerapan tenaga kerja berpotensi ikut meningkat.

Achsanul menyebut langkah tersebut dapat menjadi “game changer” atau pengubah keadaan dalam upaya menggerakkan sektor riil.

Dorongan terhadap sektor riil juga dinilai penting untuk mengawal ambisi pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mampu mencapai 8 persen.

Dengan demikian, menurut Achsanul, tantangan Destry Damayanti bukan hanya menjaga agar stabilitas ekonomi tetap terjaga, tetapi juga memastikan kebijakan BI mampu menjembatani kebutuhan stabilitas dengan kebutuhan pertumbuhan.

Baca Juga :  PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting

Kepemimpinan baru BI pun akan menghadapi pekerjaan besar untuk memastikan kebijakan moneter dan sistem keuangan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi masyarakat dan dunia usaha.

Bagi Achsanul, optimalisasi dana perbankan yang selama ini belum tersalurkan, penguatan inklusi keuangan, serta perluasan akses kredit kecil menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

Ia menilai keberhasilan kebijakan BI ke depan akan semakin terlihat dari seberapa jauh kebijakan tersebut mampu mendorong perputaran ekonomi di sektor riil, bukan hanya dari indikator stabilitas makroekonomi.

Dengan tantangan tersebut, era kepemimpinan Destry Damayanti di Bank Indonesia dipandang membawa ekspektasi baru agar bank sentral tidak hanya menjadi penjaga stabilitas, tetapi juga mampu memainkan peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

GLB Mulai Gerakkan Konsolidasi, Masyudi Dorong Peran Nyata dalam Pembangunan Sumenep
Dari Ujung Timur Madura, Mega Remmeng Siap Gebrak KEN 2026 dengan “Gelang Soko”
Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep
Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah
Jangan Sampai Terlewat! Kiki Asiska Hadir di Malam Puncak Madura Culture Fest #4
Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani
Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN
Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:57 WIB

GLB Mulai Gerakkan Konsolidasi, Masyudi Dorong Peran Nyata dalam Pembangunan Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 17:49 WIB

Dari Ujung Timur Madura, Mega Remmeng Siap Gebrak KEN 2026 dengan “Gelang Soko”

Rabu, 2 September 2026 - 15:55 WIB

Destry Damayanti Pimpin BI, Achsanul Qosasi Ungkap Tantangan Besar: Ada Rp2.548 Triliun Dana Belum Tersalurkan

Rabu, 2 September 2026 - 11:22 WIB

Dugaan Pungutan Parkir di MCF#4 Jadi Sorotan, Kades Pabian Sebut Begini ke Pemkab Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 08:32 WIB

Sumenep Bersholawat 3 September: Ribuan Jamaah Diajak Bersatu dalam Doa dan Cinta Rasulullah

Rabu, 2 September 2026 - 06:39 WIB

Pesta Usai, Sampah Menggunung! Petugas DLH Sumenep Sterilkan GOR A Yani

Rabu, 2 September 2026 - 05:49 WIB

Bertahun-tahun Gelap, Kini Rumah Warga Aeng Pao Kangean Terang Berkat PLN

Selasa, 1 September 2026 - 17:16 WIB

Bukan Sekadar Rp3.000 – Rp10.000, Karcis Penitipan Motor di MCF #4 Pertanyakan Legalitasnya

Berita Terbaru