SUMENEP, nusainsider.com — Gerakan Le’ Mulyadi Bersatu (GLB) resmi dikukuhkan di Desa Jenangger, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Selasa (1/9/2026).
Pelantikan tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Mulyadi, SH., MH. Momentum ini menjadi langkah awal GLB untuk memperkuat organisasi sekaligus membangun konsolidasi di tengah masyarakat.
Ketua GLB, Masyudi, menegaskan bahwa keberadaan organisasi yang dipimpinnya tidak hanya diarahkan untuk kepentingan politik.
Menurutnya, GLB membawa visi yang lebih luas, terutama dalam mendorong gagasan dan memberikan kontribusi terhadap arah pembangunan Kabupaten Sumenep.
“Kami hadir bukan hanya sebatas untuk kepentingan politik semata. Kami hadir membawa visi dan misi besar, membawa gagasan tentang arah masa depan Kabupaten Sumenep,” ujar Masyudi.
Ia menyebut GLB diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk tumbuh, bersinergi, sekaligus menyampaikan berbagai gagasan dan aspirasi.
Organisasi tersebut juga didorong untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan, khususnya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat di wilayah Kabupaten Sumenep.
Masyudi menegaskan, GLB tidak ingin berhenti sebagai organisasi yang hanya aktif ketika ada momentum tertentu.
Sebaliknya, GLB ditargetkan berkembang menjadi wadah yang memiliki peran strategis serta mampu memberikan manfaat secara nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap GLB ini bukan hanya sekadar organisasi biasa, tetapi bagaimana GLB dapat menjadi tempat untuk tumbuh dan berperan penting dalam pembangunan Kabupaten Sumenep,” tegasnya.
Ia kemudian mengajak seluruh jajaran dan anggota GLB untuk menjaga kekompakan serta membangun komunikasi yang solid.
Menurut Masyudi, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur kepengurusan, tetapi juga oleh kemampuan seluruh anggota dalam menjaga kebersamaan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep, Mulyadi, SH., MH., dalam sambutannya turut menekankan pentingnya kebersamaan dan komitmen dalam menjalankan roda organisasi.
Ia berharap GLB mampu menjadi wadah yang produktif dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Mulyadi juga mendorong jajaran GLB agar tidak sekadar menjalankan aktivitas organisasi, tetapi mampu menangkap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Terbentuknya GLB bukan sekadar formalitas semata. Pengurus GLB harus lebih tangkas dalam menampung dan memperjuangkan aspirasi serta kebutuhan masyarakat yang perlu mendapat perhatian,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan organisasi harus mampu diterjemahkan dalam bentuk gerakan yang memberikan dampak bagi masyarakat.
Pelantikan di Desa Jenangger tersebut sekaligus menjadi titik awal bagi GLB untuk memperluas gerakan dan memperkuat konsolidasi, khususnya di wilayah daerah pemilihan VI.
Dengan semangat kebersamaan, GLB diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam menyuarakan kepentingan masyarakat serta mendorong pembangunan Kabupaten Sumenep.
“Bersatu untuk tumbuh, bergerak untuk Sumenep, dan berkontribusi untuk masa depan,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















