SUMENEP, nusainsider.com — Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Medco Energi Ltd dari Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat ruang promosi dalam Lokakarya Media 2026 SKK Migas Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) di Yogyakarta.
Sejumlah produk unggulan masyarakat Giligenting dipamerkan dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Tentrem Yogyakarta, 15–17 September 2026. Produk tersebut meliputi keripik pisang, ikan krispi, kerupuk ikan tenggiri, serta gula siwalan khas Giligenting.
UMKM tersebut merupakan bagian dari Program Pemberdayaan dan Pelibatan Masyarakat yang dijalankan Medco Energi sebagai salah satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di wilayah Jabanusa.
Kehadiran produk UMKM Giligenting dalam forum tersebut menjadi gambaran konkret pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi industri hulu minyak dan gas bumi (migas).
Program pemberdayaan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan produk, tetapi juga mendorong terciptanya nilai tambah serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal.
Kepala SKK Migas Jabanusa Anggono Mahendrawan mengatakan, pameran tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung hasil pemberdayaan masyarakat yang diwujudkan melalui produk-produk UMKM.
“Pameran UMKM binaan industri hulu migas menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana pemberdayaan masyarakat menghasilkan produk-produk unggulan dan meningkatkan kemandirian masyarakat,” ujar Anggono.
Menurutnya, kreativitas pelaku UMKM menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlanjutan program pemberdayaan. Pengembangan usaha, kata dia, tidak cukup hanya berhenti pada peningkatan kapasitas produksi.
Akses terhadap pasar juga menjadi bagian penting agar produk UMKM mampu berkembang dan memiliki jangkauan konsumen yang lebih luas.
“Kami melihat semangat dan kreativitas para pelaku UMKM. Semoga UMKM binaan industri hulu migas dapat naik kelas dan memperluas pasar ke depan,” katanya.
Pameran UMKM tersebut menjadi bagian dari rangkaian Lokakarya Media 2026 yang mengusung tema “Menguatkan Industri Hulu Migas dan Media dalam Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Menuju Kemandirian Berkelanjutan”.
Lokakarya diikuti sekitar 80 pimpinan media. Selain menjadi forum untuk memperkuat komunikasi antara industri hulu migas dan media, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperluas pemahaman mengenai kontribusi industri hulu migas dalam pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Bagi pelaku UMKM Giligenting, kesempatan mengikuti pameran menjadi momentum untuk memperkenalkan produk khas daerah kepada jejaring yang lebih luas.
Keripik pisang, ikan krispi, kerupuk ikan tenggiri, hingga gula siwalan tidak hanya menjadi produk ekonomi masyarakat, tetapi juga merepresentasikan potensi lokal yang terus dikembangkan melalui program pemberdayaan.
Kehadiran produk-produk tersebut menunjukkan bahwa penguatan masyarakat di sekitar wilayah operasi industri hulu migas dapat diarahkan pada peningkatan kapasitas usaha, penciptaan nilai tambah, perluasan pasar, hingga penguatan kemandirian ekonomi masyarakat.
Dengan terbukanya ruang promosi di tingkat yang lebih luas, UMKM Giligenting diharapkan semakin mampu mengembangkan produknya sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi lokal Sumenep kepada masyarakat di luar daerah.
![]()
Penulis : Wafa
















