BBM Langka di Kepulauan Sumenep, Harga Melonjak, Warga Mengeluh

Jumat, 3 April 2026 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Dadang Dedy Iskandar, Kabag SDA Pemkab Sumenep

Foto. Dadang Dedy Iskandar, Kabag SDA Pemkab Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memicu kenaikan harga yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat setempat.

Kondisi ini terjadi akibat terbatasnya pasokan BBM yang dikirim dari daratan menuju wilayah kepulauan, sehingga distribusi tidak berjalan lancar dalam beberapa waktu terakhir.

Salah satu warga Kepulauan Sapeken, Harits, mengungkapkan bahwa kenaikan harga BBM mulai dirasakan masyarakat sejak 31 Desember 2026 lalu.

Menurutnya, kondisi tersebut semakin memberatkan warga karena hampir seluruh kebutuhan pokok ikut mengalami kenaikan seiring mahalnya harga BBM.

“Efeknya semua serba naik. Ongkos transportasi meningkat, harga makanan dan minuman juga ikut naik,” ujarnya kepada media nusainsider.com, Jumat (3/4/2026).

Harits menilai, persoalan ini tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga mempengaruhi roda perekonomian masyarakat di kepulauan yang sangat bergantung pada distribusi dari luar daerah.

Baca Juga :  Sosok Sekda Mulai Terlihat, BKPSDM Sumenep Beri Bocoran Begini

Ia berharap pemerintah segera memberikan solusi konkret atas permasalahan tersebut, termasuk memastikan penyebab utama kelangkaan BBM yang terjadi.

“Kami berharap ada solusi atas kelangkaan dan kenaikan harga BBM ini. Perlu juga dipastikan apakah benar terjadi kelangkaan atau ada oknum yang memanfaatkan situasi,” imbuhnya.

Menurutnya, pengawasan distribusi BBM perlu diperketat agar tidak terjadi penimbunan atau praktik permainan harga yang merugikan masyarakat kecil.

Di sisi lain, Kepala Bagian Sumber Daya Alam (Kabag SDA) Pemerintah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, memastikan bahwa pasokan BBM ke wilayah kepulauan akan kembali normal dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Soekarno Fun Run 2026 Jadi Panggung Sportivitas dan Nasionalisme, Peserta dari Berbagai Daerah Raih Juara

Ia menyebutkan bahwa pada minggu ini sudah dijadwalkan pengiriman BBM ke sejumlah wilayah kepulauan, termasuk Sapeken.

“Minggu ini sudah ada pengiriman ke kepulauan. Masyarakat diharapkan tidak panik dan tetap bijak dalam penggunaan BBM,” katanya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (2/4/2026).

Dadang juga menegaskan bahwa hingga 1 April 2026, pemerintah tidak menetapkan adanya kenaikan harga BBM secara resmi di wilayah tersebut.

Karena itu, jika ditemukan adanya SPBU atau pihak tertentu yang menaikkan harga BBM secara sepihak, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwajib.

“Kalau ada yang menaikkan harga, silakan laporkan karena itu melanggar aturan dan bisa diproses secara pidana,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Dampak Nyata! Fasilitasi Perikanan Sumenep Mencetak Ratusan Pelaku Usaha Mandiri

Dadang juga mengakui bahwa tantangan geografis menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi distribusi BBM ke wilayah kepulauan.

Namun demikian, pihaknya berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem distribusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Pemerintah berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang justru dapat memperparah kondisi kelangkaan di lapangan.

Dengan adanya pengiriman BBM dalam waktu dekat, diharapkan kondisi di wilayah kepulauan Sumenep dapat segera kembali normal dan aktivitas masyarakat kembali berjalan seperti biasa

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon
Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar
Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak
Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep
Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53 WIB

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:58 WIB

Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:32 WIB

PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32 WIB

Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:27 WIB

Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:59 WIB

FGD “NgomBe” Bahas Masa Depan MBG di Sumenep, Pemkab Dorong Evaluasi Menyeluruh

Berita Terbaru