SUMENEP, nusainsider.com — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memicu kenaikan harga yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat setempat.
Kondisi ini terjadi akibat terbatasnya pasokan BBM yang dikirim dari daratan menuju wilayah kepulauan, sehingga distribusi tidak berjalan lancar dalam beberapa waktu terakhir.
Salah satu warga Kepulauan Sapeken, Harits, mengungkapkan bahwa kenaikan harga BBM mulai dirasakan masyarakat sejak 31 Desember 2026 lalu.
Menurutnya, kondisi tersebut semakin memberatkan warga karena hampir seluruh kebutuhan pokok ikut mengalami kenaikan seiring mahalnya harga BBM.
“Efeknya semua serba naik. Ongkos transportasi meningkat, harga makanan dan minuman juga ikut naik,” ujarnya kepada media nusainsider.com, Jumat (3/4/2026).
Harits menilai, persoalan ini tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga mempengaruhi roda perekonomian masyarakat di kepulauan yang sangat bergantung pada distribusi dari luar daerah.
Ia berharap pemerintah segera memberikan solusi konkret atas permasalahan tersebut, termasuk memastikan penyebab utama kelangkaan BBM yang terjadi.
“Kami berharap ada solusi atas kelangkaan dan kenaikan harga BBM ini. Perlu juga dipastikan apakah benar terjadi kelangkaan atau ada oknum yang memanfaatkan situasi,” imbuhnya.
Menurutnya, pengawasan distribusi BBM perlu diperketat agar tidak terjadi penimbunan atau praktik permainan harga yang merugikan masyarakat kecil.
Di sisi lain, Kepala Bagian Sumber Daya Alam (Kabag SDA) Pemerintah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, memastikan bahwa pasokan BBM ke wilayah kepulauan akan kembali normal dalam waktu dekat.
Ia menyebutkan bahwa pada minggu ini sudah dijadwalkan pengiriman BBM ke sejumlah wilayah kepulauan, termasuk Sapeken.
“Minggu ini sudah ada pengiriman ke kepulauan. Masyarakat diharapkan tidak panik dan tetap bijak dalam penggunaan BBM,” katanya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (2/4/2026).
Dadang juga menegaskan bahwa hingga 1 April 2026, pemerintah tidak menetapkan adanya kenaikan harga BBM secara resmi di wilayah tersebut.
Karena itu, jika ditemukan adanya SPBU atau pihak tertentu yang menaikkan harga BBM secara sepihak, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwajib.
“Kalau ada yang menaikkan harga, silakan laporkan karena itu melanggar aturan dan bisa diproses secara pidana,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran.
Dadang juga mengakui bahwa tantangan geografis menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi distribusi BBM ke wilayah kepulauan.
Namun demikian, pihaknya berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem distribusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Pemerintah berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang justru dapat memperparah kondisi kelangkaan di lapangan.
Dengan adanya pengiriman BBM dalam waktu dekat, diharapkan kondisi di wilayah kepulauan Sumenep dapat segera kembali normal dan aktivitas masyarakat kembali berjalan seperti biasa
![]()
Penulis : Wafa
















