Petani di Sumenep Sukses Terapkan Irigasi Sprinkler pada Budidaya Bawang Merah, Ini Hasil Panennya

Kamis, 14 September 2023 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com — Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki banyak manfaat dan memiliki nilai ekonomis tinggi serta mempunyai minat pasar yang cukup baik.

Untuk menghasilkan bawang merah yang bagus, perlu adanya teknologi yang mendukung guna mencapai keberhasilan saat panen, salah satunya dengan teknologi irigasi.

Dikabupaten sumenep, teknologi jaringan irigasi curah (red. Sprinkler Irrigation) mulai di terapkan petani, salah satunya di desa Bun Barat kecamatan rubaru.

Masrito Ketua kelompok tani Sumber Telas desa Bun barat kecamatan rubaru membenarkan adanya penerapan Sprinkler Irrigation dilahan miliknya.

Pihaknya merasa bangga atas keberhasilan panen bawang merah varietas Rubaru dengan menggunakan jaringan Irigasi Curah (red. Sprinkler Irrigation) menghasilkan produktivitas ubinan 11,35 ton per-hektar umbi kering untuk modal tanam bibit 2,5 Kwintal dan luas areal tanam 0,3 Hektar dikonvensikan hasil panen ditemukan hasil 3,4 Ton umbi kering.

Baca Juga :  Hari ini KWT Sakinah desa Matanair Panen Bawang Merah Program Upland Project 2023

Memanfaatkan teknologi irigasi sprinkler ini dapat dipakai untuk efisiensi pada waktu pengairan, menurutnya penggunaan teknologi tersebut dapat mengurangi tenaga dan waktu penyiraman. sedangkan waktu lainnya bisa digunakan untuk hal yang lain, “jelasnya kepada media ini, Kamis 14 September 2023.

Pada penggunaan sprinkler, petani dapat mengatur kebutuhan air pada tanaman bawang merah. Sehingga, saat melakukan pengairan tidak membuang-buang banyak air serta bisa mengatur sesuai kebutuhan.

Jadi, tidak perlu lagi melakukan penyiraman secara tradisional yang melibatkan banyak tenaga, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk para tenaga kerja tersebut.

Foto. Proses pengukuran hasil Ubinan oleh BPP Kecamatan Rubaru, (ist/nusainsider.com) 

Sebenarnya cara ini baru saya coba, dan alhamdulillah sekarang sudah saya rasakan manfaatnya. Sehingga dengan segala keunggulan tersebut, pihaknya bisa memberikan pengalaman kepada petani agar bisa mulai ikut mengembangkan sistem irigasi menggunakan sprinkler supaya lebih menghemat biaya dan tenaga, “jelasnya.

Meskipun, pada awalnya petani harus menambah modal usaha untuk membeli peralatan irigasi sprinkler berupa pipa dan nozzle, akan tetapi peralatan tersebut dapat digunakan untuk budidaya selanjutnya. Serta diharapkan melalui metode tersebut hasil panen budidaya bawang merah di kabupaten Sumenep dapat lebih baik lagi dan mampu mendukung ketahanan pangan di Sumenep.

“Terimakasih kepada Kementrian Pertanian, Bapak Bupati Sumenep dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) yang telah memberikan bantuan berupa bibit, pupuk dan pestisida dikelompok tani Sumber Telas yang dipimpinnya tersebut”, Tutupnya.

Baca Juga :  Berkat Program Upland Project, Petani Pasongsongan Luncurkan Inovasi Terbarukan

Ditempat yang sama, kordinator penyuluh kecamatan Rubaru Syaiful Hidayat ikut sumringah dengan hasil panen bawang merah varietas Rubaru di desa Bun Barat tersebut.

“Alhamdulillah hari ini juga ada pemanenan di desa Duko dan Tambaksari, serta kemarin di desa Matanair dan Mandala hasilnya juga bagus. Lagi-lagi ini karena ketepatan musim dan juga kondisi bibit yang istimewa sekaligus perawatan yang dilakukan petani maksimal”, imbuhnya.

Untuk saat ini juga di desa Bun barat hasilnya bagus, dibuktikan dengan hasil ubinan tadi seluas 2,5 x 2,5 meter, ditemukan rata-rata jumlah rumpun 112 pohon dengan jumlah rata-rata anakan 9 (sembilan). Apabila dikonversikan ke hektare maka ditemukan hasil 18,9 ton per-hektare umbi basah.

Baca Juga :  Anda Cari Bawang Merah Berkualitas dan Harga Terjangkau? Yuk Intip Lokasinya

“Alhamdulillah Mas, hal itu Berdasarkan hasil ubinan 2,5 m x 2,5 m > Hasil rata2 ubinan 11,82 Kg umbi basah dengan rata-rata jumlah rumpun 112 dan rata-rata jumlah anakan 9 (Sembilan), Perkiraan provitas umbi kering dengan konversi berat bersih panen susut 40 persen = 11,82 Kg x 1600 x 0,6 = 11,35 Ton/Ha umbi kering dan perkiraan produksi 11,35 Ton/Ha x 0,3 Ha = 3,4 Ton”, Jelasnya.

Korluh humoris, Asep sapaan akrabnya yang sebelumnya bertugas di kecamatan pasongsongan itu menambahkan bahwa untuk Perkiraan keuntungan nantinya saat dijual hasil panennya berkisar 3,4 Ton dikalikan perkiraan harga saat ini 13.000/Kg di pengepul hasilnya 44.200.000 juta sementara Perkiraan keuntungan sebesar 30Juta, “tambahnya.

TONTON VIDEONYA DISINI!!

Loading

Berita Terkait

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa
Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan
KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja
Dinkes Sumenep Perluas Edukasi Kesehatan, Kasus ISPA Dilaporkan Turun 70 Persen
Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!
FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:53 WIB

KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:43 WIB

FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Dorong Pelayanan Posyandu Berkualitas, Kader di Pragaan Laok Ikuti Supervisi Fasilitatif

Berita Terbaru