GAYAM, nusainsider.com — Jangan buru-buru menganggap karnaval di Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, hanya sebagai parade kemeriahan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di balik warna-warni kostum dan kreativitas para pelajar yang turun memeriahkan jalanan, terselip pesan serius tentang ancaman sampah dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di Pulau Sapudi.
Sebanyak 15 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), ambil bagian dalam karnaval yang digelar Minggu (30/8/2026).
Mengusung tema “Daur Ulang Selamatkan Lingkungan”, para peserta tidak sekadar menampilkan kreativitas. Mereka juga memanfaatkan berbagai bahan bekas dan barang yang dapat didaur ulang untuk dijadikan karya maupun kostum.
Pesan yang ingin disampaikan cukup sederhana: barang yang dianggap tidak berguna tidak harus berakhir menjadi sampah.
Dengan kreativitas, barang bekas dapat kembali memiliki fungsi. Bahkan, jika dikelola dengan baik, limbah yang sebelumnya dipandang sebelah mata dapat berubah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Camat Gayam, Muhammad Yunianto, mengatakan tema tersebut sengaja dipilih untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat untuk mengurangi produksi sampah sekaligus memanfaatkan kembali barang-barang yang masih memiliki nilai guna.
“Dengan memanfaatkan sampah melalui daur ulang, sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat menjadi layak pakai dan lebih bernilai. Namun, hal tersebut membutuhkan peran serta masyarakat dan pemerintah,” ujar Muhammad Yunianto.
Ia menilai kebiasaan hidup konsumtif dan boros turut menjadi salah satu pemicu meningkatnya jumlah sampah. Karena itu, perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Masyarakat, kata dia, perlu membiasakan diri mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta memilah dan mengolah sampah yang dapat didaur ulang.
Tak kalah penting, pemerintah juga dituntut menghadirkan program dan layanan yang mampu mendorong sekaligus mempermudah keterlibatan masyarakat dalam pengurangan dan pengelolaan sampah.
“Mari bersama-sama menjaga Pulau Sapudi dari sampah dan berbagai hal yang dapat merusak alam. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan lingkungan yang akan diwariskan kepada anak cucu kita,” tegasnya.
Pesan tersebut kemudian diperkuat melalui moto yang diusung dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, yakni “Arabet Polo Ajenge Nak Poto”, yang berarti “Merawat Pulau, Menjaga Anak Cucu.”
Moto itu menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya persoalan hari ini. Kondisi Pulau Sapudi di masa depan juga sangat bergantung pada bagaimana masyarakat memperlakukan alam saat ini.
Sementara itu, Ketua Panitia Karnaval, Irwan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti 15 peserta dari berbagai lembaga pendidikan di Kecamatan Gayam.
Ia menyebut karnaval menjadi ruang bagi para pelajar untuk menampilkan kreativitas sekaligus menyampaikan pesan kepedulian lingkungan kepada masyarakat.
“Kegiatan ini tidak hanya untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana bagi pelajar untuk menunjukkan kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Karnaval berlangsung meriah. Masyarakat tampak antusias memadati sejumlah titik di sepanjang rute untuk menyaksikan beragam penampilan peserta.
Di tengah kemeriahan tersebut, kreativitas berbahan daur ulang menjadi pesan yang paling menonjol. Para pelajar seolah ingin menunjukkan bahwa menyelamatkan lingkungan bisa dimulai dari sesuatu yang sederhana: tidak buru-buru membuang barang yang masih dapat dimanfaatkan.
Semangat kemerdekaan pun akhirnya tidak hanya dirayakan dengan parade dan hiburan. Dari Gayam, para pelajar ikut menyuarakan satu pesan penting: merawat lingkungan hari ini berarti menjaga masa depan Pulau Sapudi dan generasi berikutnya.
![]()
Penulis : Wafa
















