Wilayah Jawa Timur Bakal Dilanda Cuaca Ekstrem Selama 7 Hari, BMKG Sampaikan Begini

Jumat, 12 Mei 2023 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, Nusainsider.com Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan wilayah Jawa Timur bakal dilanda cuaca ekstrem selama 7 hari mulai tanggal 07 Mei sampai 13 Mei 2023.

Kepala BMKG Kalianget Sumenep, Usman Kholid menjelaskan, cuaca ekstrem ini terjadi akibat Madden Julian Oscillation (MGO) atau fenomena gelombang atmosfer yang mendorong pembentukan awan hujan dan aktifnya gelombang ekuatorologi.

“Ini salah satunya yang menyebabkan khususnya di Sumenep dalam dua hari terakhir terjadi hujan meski sudah mulai masuk musim kemarau,” ungkapnya, saat dikonfirmasi media ini, Jumat 12 Mei 2023.

Baca Juga :  Bupati Fauzi Kunjungi Stand DWP: Peran Perempuan Menguatkan Ekonomi Lokal

Berdasarkan prakiraan, kata Usman, potensi cuaca ekstrem ini akan berlangsung selama 7 hari. Selain itu, pasang gelombang juga dimungkinkan terjadi selama gangguan atmosfer berlangsung.

“Memang perlu diwaspadai juga untuk di laut akan kemunculan awan CB (Comulonimbus). Karena ini bisa memicu kecepatan angin dan gelombang juga,” bebernya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat di jalur transportasi darat maupun laut agar waspada terhadap segala sesuatu yang dapat mengancam keselamatan seperti hujan deras, banjir, pohon tumbang, petir hingga gelombang tinggi.

Baca Juga :  Rapat Kerja (Raker) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumenep Berlangsung di Batu Malang

Selain itu, diharapkan juga agar masyarakat mengupdate infomasi resmi terkait prakiraan cuaca melalui saluran resmi BMKG.

“Mudah-mudahan kondisi ini tidak berlangsung lama,” harapnya

Loading

Berita Terkait

Tak Pernah Absen, Kepala Bappeda Sumenep Kembali Sambut Wabup di Stan Pameran MNV 2026
Geger! 36 Ribu Warga Serbu JJS Central 88 di Pamekasan, 6,7 Kg Emas Langsung Ludes Terjual
“Arabet Polo Ajenge Nak Poto”, Pesan Camat Gayam di Balik Karnaval Penuh Kreativitas
Problem Pertanian Dibedah di Jombang, Ansor Jatim Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton
MCF #4 Ramai, Sampah Bermunculan, Pasukan Kuning DLH Sumenep Tak Tinggal Diam
Habis Fun Run, Gas Lagi! Fira Cantika Bakal Temani Warga Sumenep di MCF #4 Malam Ini
Semarak MCF #4, Ribuan Peserta Ramaikan GO Sumenep Purnama MDR Fun Run 2026
Dari Laporan Nasabah hingga SP3 Penyelidikan, Begini Akhir Polemik Dugaan Emas Palsu di Sapudi

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Tak Pernah Absen, Kepala Bappeda Sumenep Kembali Sambut Wabup di Stan Pameran MNV 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Geger! 36 Ribu Warga Serbu JJS Central 88 di Pamekasan, 6,7 Kg Emas Langsung Ludes Terjual

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:46 WIB

“Arabet Polo Ajenge Nak Poto”, Pesan Camat Gayam di Balik Karnaval Penuh Kreativitas

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Problem Pertanian Dibedah di Jombang, Ansor Jatim Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:31 WIB

MCF #4 Ramai, Sampah Bermunculan, Pasukan Kuning DLH Sumenep Tak Tinggal Diam

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:59 WIB

Semarak MCF #4, Ribuan Peserta Ramaikan GO Sumenep Purnama MDR Fun Run 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:43 WIB

Dari Laporan Nasabah hingga SP3 Penyelidikan, Begini Akhir Polemik Dugaan Emas Palsu di Sapudi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:34 WIB

Tak Hanya Sukses Gelar Event, Pemkab Sumenep Tunjukkan Komitmen Jaga Kebersihan GOR A Yani

Berita Terbaru