Jelang Rekap Suara Provinsi, Ning Lia: Perjuangan Para Saksi InsyaAllah Pengantar Kemenangan

Jumat, 1 Maret 2024 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Dr Lia Istifhama,M,E,I Senator DPD RI Jatim 2024-2029

Foto. Dr Lia Istifhama,M,E,I Senator DPD RI Jatim 2024-2029

JATIM, nusainsider.com —- Tinggal Hitungan hari, finalisasi perolehan suara calon Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Jatim akan berakhir.

Tentu, setelah rangkaian sidang pleno tingkat KPU kabupaten/kota se Jawa Timur, maka rekapitulasi suara akan berakhir di tingkat KPU Provinsi. Tahapan ini tentu menjadi atensi khusus bagi para calon senator, terutama yang memiliki potensi kuat lolos senayan.

Dr. Lia Istifhama, salah satu calon DPD yang hingga kini masih masuk 4 besar sesuai real count sementara KPU. Ning Lia, sapaan akrab keponakan Khofifah tersebut, menjelaskan keyakinannya bahwa jerih payah saksi mengawal suara, akan mengantarkan pada kemenangan.

“Saya sebagai muslim, meyakini bahwa jerih payah saksi mengawal suara sampai larut malam setiap hari, InsyaAllah mengantar pada kemenangan. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan saya mengikuti sendiri pergeseran jumlah suara yang semula. mohon maaf, banyak ketidaksinkronan, kini sudah sesuai.”Jelas Ning Lia Kepada wartawan nusainsider.com, Jumat 1/3/2024.

Doktoral UINSA tersebut menjelaskan bahwa dirinya terlibat langsung proses pengawalan suara dari Awal hingga saat ini.

Kebetulan saya mengikuti sendiri, Membuka sendiri link sirekap, dan menemukan langsung ketidaksinkronannya. Bervarian sekali, ada yang jumlah batang atau bar hanya satu, ditulis dua. Jadi harus melototin banget form c1. Ada yang jumlah suara 24, tapi kotak X yang menandakan angka 0, ditulis dua, ditulis 8, itu masih di form C1.

“Di inputan yang nampak dari sirekap, justru lebih wow sekali. Bahwa foto form c1 hanya 16, namun dalam data yang terinput, 826. Hal-hal seperti ini memang ada dan saya tahu sendiri karena kebetulan suara yang cenderung digemukkan, tidak jauh dari nomer urut saya. Jadi kalau saya lihat kevalidan suara saya, mau tidak mau terlihat suara si ini.”Paparnya.

Ning Lia menambahkan, bahwa suaranya pun ada yang berkurang, namun berkat usaha keras dirinya dan tim saksi, ketidaksinkronan sudah mendekati benar.

Sekian minggu kami fokus mengecek mana yang tidak sinkron, dan menyampaikan dari tingkat PPK hingga kabupaten kota, ya Alhamdulillah akhirnya sinkron semua. Disini, saya tidak menyalahkan siapapun, namun saya ingin menjadikan ini semua sebagai edukasi politik. Bahwa suara pemilih adalah marwah demokrasi, mohon sama-sama kita jaga.

Terkait modus penggelembungan salah satu calon yang diketahuinya secara langsung, ning Lia pun menjawab bijak.

Baca Juga :  Percepat Visi Misi Pemkab Sumenep, Lima Kepala OPD Sumenep di Mutasi. Berikut Daftarnya

“Indikasi penggelembungan melalui perubahan jumlah di form c1 yang tidak sesuai jumlah bar maupun jumlah inputan sirekap yang tidak sesuai C1, saya kira sudah klir tidak berhasil dan sudah dibenahin semua. Jadi tidak ada masalah, saya pun tidak mau menjudge si A si B curang, melainkan cukup tahu, itu saja. Cukup ini semua sebagai edukasi, bahwa memang ada saja kejutan di politik,” ujarnya seraya tersenyum.

Pihaknya hanya berpesan, mohon semua pihak jika diberi amanah mengemban sebuah tugas, sama-sama menjunjung kejujuran. Karena bisa jadi, ketidakjujuran itulah yang akhirnya merepotkan banyak orang, minimal sesama koleganya yang akhirnya terketuk hati mengecek lagi dan lagi. Kasihan yang jujur.

Perempuan yang disebut-sebut memiliki paras cantik alami dan digadang-gadang sebagai srikandi NU oleh para kaum adam tersebut menjelaskan komitmennya menjadi senator yang membawa nuansa politik adem.

“InsyaAllah, saya tidak meninggalkan kebencian jika ada pola-pola main belakang dalam politik. Namun, saya memang bukan tipe yang bisa diam jika ada kecurangan. Saya perjuangkan dulu apa yang bagi saya benar dari hak pemilih. Jika sudah berhasil, ya sudah. Saya tinggal merangkul siapapun yang menjadi partner jika sama-sama lolos ke senayan. Saya kira di era keterbukaan informasi, jika seseorang bijak, pasti ia belajar mengambil hikmah”, Pungkasnya.

Pasti saya menjaga terbentuknya politik adem, aman damai dan tentram. Tapi hal ini tentu tidak bisa saya lakukan sendiri, melainkan dari banyak pihak juga harus mendukung hal tersebut.

Tidak perlu-lah menggunakan buzzer-buzzer hanya membuat framing publik. Toh nanti ketahuan juga belangnya. Daripada melakukan hal yang sia-sia, lebih baik lakukan realita kebaikan saja.

Baca Juga :  Jhon Ngantung "Berbagi Kasih Tanpa ada Perbedaan" Kepada Sesama

Di akhir, aktivis yang dikenal sebagai motivator dan novelis tersebut, juga menyinggung beratnya Amanah.

Politik jangan sampai sebatas mencari sebuah jabatan atau posisi, tapi saya kira amanah itu berat. Dipercaya masyarakat, itu bukan sebuah prestise, melainkan justru itulah perjuangan sesungguhnya.

Ia semakin menyadari itu, ketika mengalami kejutan dalam pemilu 2024 ini. Dirinya yakin, ini bentuk Allah SWT menunjukkan kepadanya agar selalu jujur dan tetap fighter menunjukkan pada pemilih, bahwa dirinya punya komitmen dan idealisme.”Tuturnya.

Perempuan inspiratif asal Jatim itu melanjutkan bahwa InsyaAllah proses saya menuju senayan adalah perjuangan yang asli perjuangan. Ini bukan soal jabatan atau kewenangan belaka, tapi ini soal suara hati pemilih. Dan InsyaAllah tak ada lain selain ingin memberikan kado terindah untuk mereka. InsyaAllah tidak terbersit pikiran saya untuk mendustai mereka dengan melakukan rekayasa apapun.

Secara lugas, pemilik postur tinggi semampai tersebut berulang kali disebut warga, lebih cantik dari foto surat suara.

Ada saja yang bilang cantikan aslinya. Tapi saya sih berpikir enggak kok. Ini bukan soal cantik asli atau cantik foto. Tapi ini soal apa makna cantik sesungguhnya. Yaitu sebuah keramahan, kejujuran, keaslian dalam bersikap, kesederhanaan, itu lah potret cantik yang asli. Inner beauty yang asli. Apalagi jika bisa berbicara dengan menunjukkan kecerdasan, ketegasan, dan keteguhan berprinsip, maka akan semakin kuat pesona cantiknya.

Baca Juga :  Presiden RI Joko Widodo Anugerahkan Pangkat Istimewa Jenderal TNI (HOR) kepada Prabowo Subianto

Sejauh ini, saya bersyukur banyak mengisi seminar dengan mengajak adek-adek untuk fokus karya, jangan fokus mikir fisik. Tidak mudah lho, mengajak orang berpikir menghargai karya, jadi ayolah jangan dirusak dengan membangga-banggakan beauty privilege. Toh, cantik itu fisik itu tidak ada habisnya. Apalagi di Jatim, bu Arumi Bachsin, cantiknya kayak gimana. Tapi beliau humble dan tidak menjadikan cantiknya sebagai value diri. Nah, itu yang perlu kita teladani.”

“Tidak ada kan, beliau menunjukkan, terimakasih ya sudah memilih pak Emil karena punya istri cantik seperti saya?,” jelas Ning Lia tertawa renyah.

Tak heran, kalimat tegas dari ibu yang ayu-nya awet muda tersebut sangat mungkin dipengaruhi dua sosok yang melekat padanya. Yaitu sosok Khofifah Indar Parawansa dan KH. Masykur Hasyim, mantan Komandan Banser Jatim yang dikenal sebagai singa podium.

Loading

Penulis : Imam Fawaid

Editor : Ali wafa

Berita Terkait

Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti
Retaknya Komando Birokrasi? Publik Pertanyakan Kepemimpinan Sekda Sumenep
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
FGD SMSI di Bali Soroti Celah Hukum PFII, Desak Klausul Ring-Fencing Masuk RUU
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia
SKK Migas Jabanusa Gelar Forum Strategis, Bahas Keseimbangan Energi dan Fiskal Kabupaten Pesisir
Sumenep Bidik Lompatan Ekonomi Maritim, Pulau Pagerungan Kecil Diusulkan Jadi Kampung Industri Perikanan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti

Senin, 20 Juli 2026 - 12:57 WIB

Retaknya Komando Birokrasi? Publik Pertanyakan Kepemimpinan Sekda Sumenep

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:49 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:35 WIB

FGD SMSI di Bali Soroti Celah Hukum PFII, Desak Klausul Ring-Fencing Masuk RUU

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:27 WIB

Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:28 WIB

SKK Migas Jabanusa Gelar Forum Strategis, Bahas Keseimbangan Energi dan Fiskal Kabupaten Pesisir

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:38 WIB

Sumenep Bidik Lompatan Ekonomi Maritim, Pulau Pagerungan Kecil Diusulkan Jadi Kampung Industri Perikanan

Berita Terbaru