Kasus Dugaan Kriminalisasi Lansia, Tipidter Polres Pamekasan Dipanggil Polda

Rabu, 27 Maret 2024 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Nenek Bahriyah, Lansia Asal Pamekasan

Foto. Nenek Bahriyah, Lansia Asal Pamekasan

PAMEKASAN, nusainsider.comDikutip dari Detikzone.net, Hari ini, Unit III Tipidter Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur dipanggil Polda Jawa Timur terkait viralnya kasus Lansia buta selaku pemilik tanah resmi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Rabu, 27/03/2024.

Tipidter Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) merupakan unit yang menangani perkara kasus nenek tak berdosa selaku pemilik tanah sah yang dijadikan sebagai tersangka tanpa dasar hukum yang kuat.

Sementara, infomasi dipanggilnya unit Tipidter Polres Pamekasan oleh Polda Jatim diterima Redaksi dari tim pejuang keadilan terkait kasus lansia buta jadi tersangka.

“Saya barusan dari Unit III Satreskrim Polres Pamekasan mas namun tidak ada orang. Informasinya dipanggil Polda terkait kasus nenek Bahriyah yang sudah viral itu,” kata PD usai keluar dari Mapolres Pamekasan.

Fakta dipanggilnya personil Unit III Satreskrim Polres Pamekasan oleh Polda Jatim dibenarkan oleh Kasi Humas AKP Sri Sugiarto.

Baca Juga :  Aktivis Sumenep keluhkan Kondisi Kebersihan kota, DLH Sumenep Enggan Merespon

” Benar mas,” kata AKP Sri Sugiarto.

“Selamat berpuasa, semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT,” tukas Kasi Humas Polres Pamekasan, AKP Sri Sugiarto

Diwartakan sebelumnya, Setelah dugaan kriminalisasi terhadap Lansia buta viral, Polres Pamekasan, Madura, Jawa Timur panik mengundang jumpa pers bersama wartawan. Selasa, 26/03/2024.

Namun bukan mendapat simpati publik, upaya klarifikasi kasus pemalsuan sertifikat tanah yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pamekasan justru semakin memperjelas borok ketidakberesan proses hukum kasus tersebut.

Bahkan, selain menyebut tersangka nenek Bahriyah tidaklah buta, pria bertubuh gempal tersebut secara gamblang mengatakan tanah milik Lansia yang terzalimi itu diperjual belikan dengan adanya sertifikat.

“Itu pada tahun 98 ada sertifikatnya ya, mana sertifikatnya, …iya, pada tahun 1999 tanah ini diperjual belikan dengan dibuktikan adanya sertifikat atas nama Haji Fathollah, seluas 1800,05 di tahun 99 ada, sudah di cek rekan-rekan, jadi awal tahun…” demikian potongan video Kapolres Pamekasan saat jumpa pers yang beredar luas ke sejumlah group WhatsApp.

Saat jumpa pers, Kapolres tidak membuktikan adanya akta  jual beli serta bukti pendukung lain terkait jual beli tanah nenek Bahriyah. Kapolres hanya menegaskan adanya sertifikat. Aneh sekali,” ujar salah satu wartawan kepada Detikzone.net usai menghadiri jumpa pers.

Baca Juga :  Hari ke-16 Ramadhan, SMSI Sumenep Berbagi Takjil ke Masyarakat dan Abang Becak

Pernyataan Kapolres terkait tanah diperjualbelikan memantik amarah dan reaksi keras dari Keluarga Nenek Bahriyah, H. Fauzi.

H. Fauzi menegaskan, tanah diperjual belikan adalah keterangan palsu, karena sama sekali tidak ada jual beli.

“Saya pastikan Kapolres Pamekasan tidak akan bisa menunjukkan buktinya karena memang tidak ada jual beli. Ini dari keluarga, InsyaAllah akan melaporkan secara pidana atas dugaan keterangan palsu,” tegasnya.

“Saya juga pastikan sertifikat lawan tidak ada warkahnya dan soal SPPT itu dari semenjak di hibahkan ke Ibu sampai 2015 itu dibayar oleh Ibu,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu kuasa hukum lansia buta bernama Bahriyah yakni Arief Syafrillah, S.H saat dikonfirmasi menyatakan siap memberikan advokasi kepada kliennya.

“Nanti kami siap mengadvokasi klien untuk membuat laporan pidana atas keterangan palsu tersebut. Kami juga akan totalitas,” tandas  Arief Syafrillah.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep
FGD SMSI di Bali Soroti Celah Hukum PFII, Desak Klausul Ring-Fencing Masuk RUU
Fauzi As ; Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan
Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak
Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:49 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:47 WIB

Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:35 WIB

FGD SMSI di Bali Soroti Celah Hukum PFII, Desak Klausul Ring-Fencing Masuk RUU

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:20 WIB

Fauzi As ; Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:34 WIB

PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:27 WIB

Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia

Berita Terbaru

Foto. Fauzi As, Pengamat Kebijakan Publik asal kota Keris Sumenep, Istimewa for nusainsider.com/Toifur Ali Wafa

Hukum

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:49 WIB