Kembali Tumbalkan Pasien, Puskesmas Batang-batang Menuai Sorotan

Minggu, 23 Juni 2024 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Puskesmas Batang-batang kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur

Foto. Puskesmas Batang-batang kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur

SUMENEP, nusainsider.com Pusat kesehatan Masyarakat (PKM) Batang-batang kembali dikeluhkan warga Desa Legung Timur kecamatan Batang-batang kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur.

Pasalnya, keluhan tersebut akibat meninggalnya pasien umur 47 Tahun inisial ST yang dirawat di Puskesmas Batang-batang karena penyakit Demam Berdarah (DBD) yang lambat penanganan.

Diceritakan keluarga Pasien, bahwa ST (inisial) dibawa ke PKM Batang-batang pada malam Sabtu tanggal 15 Juni 2024 karena merasa pusing. Setibanya di puskesmas, petugas melakukan penanganan dengan memberikan infus.

Namun pasien masih merasa pusing meskipun sudah diberikan infus, dan pihak keluarga meminta petugas untuk dirujuk ke rumah sakit. Namun pihak puskesmas menyatakan bahwa pasien masih aman.

Singkat cerita, pihak keluarga memaksa petugas untuk merujuk pasien pada minggu pagi, dan akhirnya disetujui oleh petugas kesehatan setempat karena kondisi pasien semakin kritis.

Pada minggu 16/6/2024 sekitar pukul 13.00 Wib, pasien tiba di RSUD Moh Anwar kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Menolak Lupa! Kematian Bayi Adellia di Sengketa, Abd Halim Angkat Suara

Pihak rumah sakit (RSUD) memarahi keluarga pasien karena merujuk pasien dengan terlambat ditengah kondisinya yang kritis.

Pada pukul sekitar 16.00 Wib, nyawa pasien sudah tidak tertolong dan meninggal dunia di rumah sakit Moh Anwar Sumenep.

Kepala Puskesmas batang-batang saat dikonfirmasi media nusainsider.com menyampaikan bahwa Meninggalnya kan dirumah sakit, saya tidak bisa memberikan keterangan. Sudah ya, Assalamu’alaikum, “Singkatnya, Dr Sulaiha Riningsih saat dikonfirmasi media nusainsider.com, Minggu 23 Juni 2024 pukul 13.01 Wib sambil menutup Telephone pewarta.

Saat dihubungi kembali, Dr Sulaiha menjelaskan bahwa hasil Lab itu kan ada dalam status, dan disimpan di Puskesmas. Karena keluarga pasien tidak meminta hasil Lab, ya masih tetap kita simpan di PKM.

Apalagi Kita sudah melayat kesana (red. Kerumah duka). Jadi tidak ada masalah sudah mas.

Dan kita tidak ada maksud untuk mempersulit rujukan, saat ini kita berkomitmen untuk memperbaiki layanan kesehatan di puskesmas Batang-batang, “Jelasnya.

Dikonfirmasi terkait penyakit yang diderita pasien, Itu bukan DBD mas, hasilnya negatif. Terkait ketidaksamaan penyampaian hasil Lab, mungkin pihak keluarga salah persepsi dan kami menyampaikan sesuai data serta juga sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Kedatangan dirinya bersama pegawai Puskesmas Batang-batang ke rumah duka, itu bagian dari Belasungkawa dari pihak Puskesmas kepada keluarga duka. Untuk Hal lain besok saja keluarga pasien ke puskesmas kalau masih ingin penjelasan. “Imbuhnya.

Baca Juga :  Pawai Karnaval Lughatul Islamiyah diikuti Ribuan Siswa dan Siswi dari Berbagai Tingkatan

Ditambahkan, tidak diberikannya hasil Lab pasien karena keluarga tidak meminta itu mas.

“Sekali lagi, persoalan Puskesmas dengan Pihak keluarga sudah Clear (red. Tidak ada Masalah). Jadi, tolong jangan di perpanjang ya mas”, Tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Moh Anwar Sumenep, Dr Erliyati M.Kes menyampaikan bahwa pasien dibawa ke Rumah sakit kemungkinan dalam kondisi Shock mas.

“Karena sekitar 3 (tiga) jam di RSUD, Nyawa pasien sudah tidak tertolong. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan pelayanan terbaik”, kata Kadirut RSUD Sumenep via telphone whatsappnya kepada media nusainsider.com, Minggu 23 Juni 2024.

Kalau Penyakit Demam Berdarah (DBD) itu menular bukan dari udara atau orang ke orang mas, tapi menular melalui gigitan nyamuk.

Terkait hasil pemeriksaan Laboratorium, pasien Unit gawat Darurat (UGD) Laboratorium maximal 2 jam biasanya 1 jam. Dan sudah pihaknya berikan juga hasil pemeriksaan Lab dari RSUD Mas, “Tutupnya.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura
Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda
Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI
Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media
Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI
Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti
GEND-ILE Resmi Hadir di Pagendingan, Inovasi Digital KKN UIN Madura Permudah Layanan Desa
RAPBD Perubahan 2026 Masuk Tahap Pembahasan, Sumenep Bidik Penguatan PAD

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:38 WIB

Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:46 WIB

Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:47 WIB

GEND-ILE Resmi Hadir di Pagendingan, Inovasi Digital KKN UIN Madura Permudah Layanan Desa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:41 WIB

RAPBD Perubahan 2026 Masuk Tahap Pembahasan, Sumenep Bidik Penguatan PAD

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Isi Kemerdekaan dengan Kepedulian, Tank Oreng Center Sasar Pelajar Sekolah Swasta di Sapudi

Berita Terbaru