Ada Apa ; PC PMII Sumenep Instruksikan Kadernya Beramai-ramai Ke Kecamatan Gapura

Minggu, 21 Mei 2023 - 23:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. (SS) Release Intruksi PC PMII Sumenep (ist. nusainsider.com)

Foto. (SS) Release Intruksi PC PMII Sumenep (ist. nusainsider.com)

SUMENEP, nusainsider.com — Pengurus cabang (PC) pergerakan mahasiswa islam indonesia (PMII) kabupaten sumenep, madura jawa timur kembali gelar ‘Konsolidasi’, Minggu 21 Mei 2023 malam.

Konsolidasi tersebut dalam rangka menyatakan sikap terkait berbagai persoalan yang ada dikabupaten Sumenep, salahsatu diantaranya; menolak adanya reklamasi pantai, menolak adanya pertambangan ilegal, menolak atas akuisisi laut sebagai milik pribadi atau perusahaan dikabupaten sumenep, “kata abdul dalam video berdurasi 02.10 menit tersebut yang beredar di status whatsapp aktivis PMII Sumenep.

Ketua Cabang PMII Sumenep, Abdul sapaan akrabnya menginstruksikan kepada seluruh kader PMII se-kabupaten sumenep untuk mengikuti istighosah akbar bersama dengan keluarga besar Nahdlatul ulama’ dan rakyat kabupaten sumenep.

“Istighosah akbar tersebut akan diselenggarakan pada hari sabtu 27 Mei 2023, bertempat di dusun takerbuy desa gersik putih kecamatan gapura, tepatnya di masjid Zainal abidin pukul 13.00 Wib”. Ungkapnya

Baca Juga :  SPMB 2025 Dinilai Tak Adil, Senator Lia: ABK Butuh Porsi Lebih Besar

Mahasiswa asal kepulauan tersebut menjelaskan bahwa polemik yang semakin mencekam dikabupaten Sumenep terkait eksploitasi lingkungan, reklamasi pantai gersik putih, alih fungsi lahan, tambang galian C, maupun pengrusakan ekologis lainnya yang berdampak serius terhadap keberlangsungan dan keberlanjutan hidup masyarakat banyak serta masa depan generasi bangsa.

Pantai Gersik Putih yang pada gilirannya mendapat ancaman pengrusakan oleh pihak investor dengan langkah-langkah yang menciderai Undang-Undang Dasar yakni dengan mengSHMkan (sertifikat hak miliki) kawasan pantai dan telah mengambil secara paksa hak-hak nelayan kecil sebagai pengambil manfaat dari kekayaan pantai dan laut gersik putih, “Paparnya.

Dirinya prihatin dengan sikap pemerintah hingga detik ini yang masih absen dalam menyikapi dan membiarkan kekosongan ruang keadilan yang diharapkan oleh seluruh lapisan masyarakat gersik putih secara khusus dan masyarakat se-kabupaten Sumenep pada umumnya.

Baca Juga :  Simak! Berikut Perubahan Jadwal Festival Musik Tong-tong se Madura 2025

Seyogyanya, pemerintah harus bergerak dengan cepat dan memberikan langkah-langkah tegas secara hukum karena hal ini akan menciptakan persoalan sosial yang semakin tak terkendali dan berpotensi cheos (red. Kekacauan) antara warga sipil.

“Jangan sampai peranan pemerintah hanya sebagai ajang penjaga keamanan di malam hari yang absen atas keberpihakan masyarakat kecil”, Tegasnya.

Foto. Slayer Istighosah Kubro PAC IKA PMII Timur Daya

Sementara itu, Nur hayat juga menyampaikan bahwa PMII dalam hal ini memiliki kajian secara teoritis dan empiric terkait persoalan lingkungan hidup.

Landasan kajian tersebut termuat dalam nilai dasar pergerakan mahasiswa islam Indonesia (PMII) yakni hablum minal alam, bahwa setiap yang hidup harus mampu dijaga dan dilestarikan oleh manusia sebagai khalifah.

Baca Juga :  Edukasi Pajak Jadi Fokus, Komwasjak Ingatkan Perusahaan Rokok di Madura

“Kekayaan alam yang dimiliki Manusia harus mampu menghidupi serta menjadi penghidupan di alam ini”, Paparnya.

Mantan Ketua Umum BEMSU itu menegaskan bhawa Keberadaan Negara (red. pemerintah) harus mampu memberikan kepastian kesejahteraan dan perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka kebijakan-kebijakan strategis pemerintah untuk menjawab masalah public harus mampu menjadi solusi ditengah-tengah masyarakat.

PMII hadir guna memastikan keberpihakan Negara kepada rakyatnya bukan berpihak kepada oligarki dan menjadikan rakyat sebagai objek penindasan.

Dalam keterangan rilisnya PC. PMII SUMENEP menyatakan sikap :
1. Menolak Adanya Reklamasi Pantai

2. Menolak Adanya Pertambangan Ilegal

3. Menolak akuisisi kepemilikan laut sebagai milik pribadi atau perusahaan di kabupaten sumenep.

Berikut Videonya Klik Disini

Loading

Berita Terkait

DRT The Big Family Gelar Kampung Semarak DRT, Perkuat UMKM Lewat Panggung Hiburan Rakyat
Kirab Pusaka Keraton Sumenep Jadi Momentum Pelestarian Budaya dan Pengembangan Wisata
Tangis Haru dan Doa Menggema, H. Bambang Wujudkan Santunan untuk 1.000 Anak Yatim
BBM Langka, Harga Bensin Eceran di Sumenep Tembus Rp15 Ribu per Liter
BBM Diserbu Warga, Antrean Panjang Lumpuhkan Sejumlah Ruas Jalan di Madura
Capacity Building e-PBB 2026, Bapenda Sumenep Genjot Kepatuhan Pajak dan PAD
Gelombang Ucapan Selamat Mengalir, Achmad Dzulkranain Fokus Wujudkan Desa Maju dan Sejahtera
Hari Bidan Nasional 2026, Ketua PKDI Sumenep Apresiasi Peran Bidan dalam Mewujudkan Generasi Sehat

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:57 WIB

DRT The Big Family Gelar Kampung Semarak DRT, Perkuat UMKM Lewat Panggung Hiburan Rakyat

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:36 WIB

Kirab Pusaka Keraton Sumenep Jadi Momentum Pelestarian Budaya dan Pengembangan Wisata

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:34 WIB

Tangis Haru dan Doa Menggema, H. Bambang Wujudkan Santunan untuk 1.000 Anak Yatim

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:53 WIB

BBM Langka, Harga Bensin Eceran di Sumenep Tembus Rp15 Ribu per Liter

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:53 WIB

BBM Diserbu Warga, Antrean Panjang Lumpuhkan Sejumlah Ruas Jalan di Madura

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:43 WIB

Gelombang Ucapan Selamat Mengalir, Achmad Dzulkranain Fokus Wujudkan Desa Maju dan Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:22 WIB

Hari Bidan Nasional 2026, Ketua PKDI Sumenep Apresiasi Peran Bidan dalam Mewujudkan Generasi Sehat

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:44 WIB

Menebar Manfaat Tanpa Henti, BIP Foundation Dukung Pengembangan Sarana Dakwah di Sumenep

Berita Terbaru