Capacity Building e-PBB 2026, Bapenda Sumenep Genjot Kepatuhan Pajak dan PAD

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kegiatan Capacity Building Pelaksanaan Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui Aplikasi e-PBB Tahun 2026 Bapenda Sumenep

Foto. Kegiatan Capacity Building Pelaksanaan Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui Aplikasi e-PBB Tahun 2026 Bapenda Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan Capacity Building Pelaksanaan Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui Aplikasi e-PBB Tahun 2026 dan Optimalisasi Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Bapenda setempat tersebut diikuti oleh para kepala desa dan Camat se-Kabupaten Sumenep sebagai upaya meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mendukung pengelolaan pajak daerah yang lebih efektif, transparan, dan berbasis digital.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, S.H., beserta jajaran terkait dan para peserta dari seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Ambulans Laut Cuma Satu, Abd Halim: Tagline “Bismillah Melayani” Dipertanyakan

Dalam sambutannya, Ferdiansyah menegaskan bahwa digitalisasi pengelolaan PBB-P2 melalui aplikasi e-PBB merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah.

Menurutnya, pemerintah desa memiliki peran yang sangat penting sebagai ujung tombak dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kewajiban perpajakan serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembayaran pajak.

“Melalui kegiatan ini kami berharap para kepala desa dapat memahami secara menyeluruh mekanisme pengelolaan PBB-P2 berbasis digital, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, mudah, dan akurat,” ujar Ferdiansyah.

Ia menjelaskan, penerapan aplikasi e-PBB menjadi bagian dari transformasi digital yang terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep guna menciptakan tata kelola pendapatan daerah yang modern dan akuntabel.

Baca Juga :  Dari Tari Topeng hingga Hadrah Klasik, Panggung Budaya Sumenep Siap Memukau Penonton Nanti Malam

Selain pembahasan terkait pengelolaan PBB-P2, peserta juga mendapatkan materi mengenai optimalisasi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban perpajakan.

Ferdiansyah sapaan akrabnya berharap seluruh kepala desa dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyosialisasikan berbagai program perpajakan kepada masyarakat.

“Kesadaran masyarakat dalam membayar pajak menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, kami mengajak seluruh kepala desa untuk bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pajak yang dibayarkan akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik,” tambahnya.

Melalui kegiatan Capacity Building ini, Bapenda Sumenep optimistis pemanfaatan aplikasi e-PBB dapat semakin maksimal serta mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan pajak daerah, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  200 Abang Becak di Pamekasan Terima Paket Bantuan Ramadan dari Pemkab dan BIP

Kegiatan berlangsung dengan sesi pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab antara narasumber dengan para kepala desa guna menyamakan persepsi terkait implementasi kebijakan perpajakan daerah di tingkat desa.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari BEM hingga PMII, Bagus R Perkuat Tradisi Kepemimpinan dan Kaderisasi di UNIBA Madura
Lagu Daerah Nusantara Antarkan DWP RSUD Sumenep Raih Penghargaan Gold
Benarkah Pasien UHC Harus Menunggu 2 Hari? Ini Penjelasan Puskesmas Batuan dan Dinkes Sumenep
Transmisi Moneter Dinilai Macet, Achsanul Qosasi Desak BI Baru Buka Akses Kredit UMKM
QRIS Goes to University: 910 Mahasiswa Baru UINSA Dikenalkan Transaksi Digital Lintas Negara
Nelayan Kalowang Dapat 80 Box Ikan dan Peralatan Pancing dari PPM HCML 2026
Bukan Sekadar Festival! FESTAPORA 2026 Dorong Budaya, UMKM dan Pariwisata Pesisir Sumenep
Nelayan Masalembu Datangi Polsek, Apresiasi Respons Cepat Tangani Kasus Pencurian

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Dari BEM hingga PMII, Bagus R Perkuat Tradisi Kepemimpinan dan Kaderisasi di UNIBA Madura

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Lagu Daerah Nusantara Antarkan DWP RSUD Sumenep Raih Penghargaan Gold

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Benarkah Pasien UHC Harus Menunggu 2 Hari? Ini Penjelasan Puskesmas Batuan dan Dinkes Sumenep

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:46 WIB

Transmisi Moneter Dinilai Macet, Achsanul Qosasi Desak BI Baru Buka Akses Kredit UMKM

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:46 WIB

QRIS Goes to University: 910 Mahasiswa Baru UINSA Dikenalkan Transaksi Digital Lintas Negara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Bukan Sekadar Festival! FESTAPORA 2026 Dorong Budaya, UMKM dan Pariwisata Pesisir Sumenep

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:46 WIB

Nelayan Masalembu Datangi Polsek, Apresiasi Respons Cepat Tangani Kasus Pencurian

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:36 WIB

Dari Garam hingga Migas, Bappeda Sumenep Cari “Mesin” Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terbaru