SPMB 2025 Dinilai Tak Adil, Senator Lia: ABK Butuh Porsi Lebih Besar

Selasa, 26 Agustus 2025 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama S.Sos.i., M.E.I

Foto. Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama S.Sos.i., M.E.I

JATIM, nusainsider.com Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyoroti sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 yang dinilai masih kurang berpihak kepada peserta didik penyandang disabilitas.

Menurut Lia, penetapan kuota jalur domisili SMA sebesar 35 persen berpotensi memangkas jatah jalur afirmasi, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).

Bappeda Sumenep

Padahal, jalur afirmasi merupakan akses utama bagi siswa difabel untuk bisa melanjutkan pendidikan menengah.

Dalam Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025, kuota jalur domisili SMA diatur minimal 30 persen. Namun, dalam praktik di sejumlah daerah, angka itu dinaikkan menjadi 35 persen.

“Ketika kuota domisili diperbesar, otomatis berdampak pada jalur lain, terutama afirmasi. Padahal jalur afirmasi adalah harapan besar bagi siswa disabilitas,” ujar Ning Lia, sapaan akrabnya, saat rapat pendapat umum Komite III DPD RI bertema Optimalisasi Sistem Zonasi PPDB Guna Pemerataan Pendidikan Berkualitas dalam Rangka Ketahanan Nasional di Senayan, Jakarta, Selasa (26/8).

Lia sapaan akrabnya mencontohkan, beberapa daerah hanya membuka kuota afirmasi untuk disabilitas sebesar 3 persen dari total daya tampung sekolah. Tidak tersedia jalur domisili khusus difabel, sehingga ABK sepenuhnya bergantung pada jalur afirmasi.

Baca Juga :  Disebut Bupati Tong-tong, Grup Mega Remmeng Sampaikan Bukti Keberhasilan Achmad Fauzi

Meski mereka bisa mendaftar di dalam maupun luar zona, peluangnya tetap sangat terbatas.

“Pendidikan inklusif harus dijamin secara nyata, jangan sekadar formalitas aturan. Jangan sampai kebijakan justru mempersempit ruang ABK untuk bersekolah. Revisi kebijakan ke depan harus memastikan hak pendidikan anak disabilitas, baik di sekolah inklusi maupun SLB, mendapat porsi yang adil,” tegas Lia.

Senator asal Jatim itu juga mendorong agar kuota afirmasi khusus penyandang disabilitas ditingkatkan di atas 3 persen.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Melalui DKPP Kembali Gelar GPM di Lokasi Ini

Menurutnya, kebutuhan layanan inklusif terus meningkat di berbagai daerah, sehingga negara wajib hadir untuk memberikan perlindungan penuh.

“Kebijakan pendidikan tidak boleh menempatkan siswa difabel sebagai kelompok marginal. Mereka berhak mendapat kesempatan yang sama. Negara harus hadir memastikan perlindungan ini,” imbuhnya.

Lia berharap pemerintah pusat maupun daerah segera mengevaluasi distribusi kuota SPMB agar prinsip keadilan benar-benar terwujud.

Baca Juga :  Berada di Posisi ketiga Suara Tertinggi DPD RI, Lia Istifhama Dapat Doa Restu Dari Banyak Pihak

Ia menekankan bahwa setiap anak, termasuk ABK, harus mendapatkan akses pendidikan yang layak dan setara.

Sementara itu, sejumlah kasus di lapangan menunjukkan masih banyak wali murid yang kesulitan mencari SMA/SMK inklusi. Kuota penerimaan yang sangat minim menjadi kendala besar.

“Bayangkan, ada sekolah yang hanya menerima dua siswa difabel. Bahkan, di satu wilayah tertentu tidak ada sama sekali SMA/SMK inklusi. Saya sendiri merasakan kesulitan mencari sekolah untuk keponakan saya ketika lulus SMP,” ungkap Muhammad, salah satu wali murid.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari Kota Batu, SMSI Sumenep Rumuskan Masa Depan Media Siber Lokal
Prestasi Gemilang, Yazdan Al Dzaky Harumkan Sumenep di Ajang Sains Nasional
Dari Meja Billiard Menuju Prestasi, GEN Probet Tournament Dorong Talenta Muda
Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025, DRT The Big Family Teguhkan Pelestarian Budaya Madura
Edukasi Lingkungan Berbasis Aksi, DLH Sumenep Gelar Kemah Hijau
DRT The Big Family Angkat Nilai Budaya Madura Lewat Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025
Membangun Kedaulatan Epistemik: Analisis Marxis sebagai Fondasi Awal Aktivisme Perempuan
Sumenep Sun Run 2025, Pemkab Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Sehat
banner 325x300

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 15:13 WIB

Dari Kota Batu, SMSI Sumenep Rumuskan Masa Depan Media Siber Lokal

Senin, 15 Desember 2025 - 07:55 WIB

Prestasi Gemilang, Yazdan Al Dzaky Harumkan Sumenep di Ajang Sains Nasional

Minggu, 14 Desember 2025 - 22:27 WIB

Dari Meja Billiard Menuju Prestasi, GEN Probet Tournament Dorong Talenta Muda

Minggu, 14 Desember 2025 - 21:06 WIB

Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025, DRT The Big Family Teguhkan Pelestarian Budaya Madura

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:23 WIB

Edukasi Lingkungan Berbasis Aksi, DLH Sumenep Gelar Kemah Hijau

Minggu, 14 Desember 2025 - 10:49 WIB

Membangun Kedaulatan Epistemik: Analisis Marxis sebagai Fondasi Awal Aktivisme Perempuan

Minggu, 14 Desember 2025 - 09:32 WIB

Sumenep Sun Run 2025, Pemkab Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Sehat

Minggu, 14 Desember 2025 - 09:24 WIB

Ning Lia: Politik Sejati Adalah Kebaikan yang Dirasakan Semua Golongan

Berita Terbaru