Aktivis ALARM Akan Uji Keberanian Dirjen Bea Cukai, Pelaporan Rokok Merk MBS Segera Dilayangkan

Rabu, 2 Juli 2025 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Letnan Jenderal TNI (Purn) Djaka Budhi Utama sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai (Kanan), Andriyadi SP Aktivis Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM) - (kiri)

Foto. Letnan Jenderal TNI (Purn) Djaka Budhi Utama sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai (Kanan), Andriyadi SP Aktivis Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM) - (kiri)

SUMENEP, nusainsider.com Peredaran rokok ilegal semakin menggila di berbagai daerah, termasuk Madura. Dari warung kecil hingga gudang besar, rokok tanpa pita cukai makin mudah ditemukan dan menjadi ancaman serius bagi penerimaan negara serta kesehatan masyarakat.

Bea Cukai mencatat kerugian negara akibat rokok ilegal mencapai triliunan rupiah.

Kondisi ini bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mengganggu industri rokok legal yang taat aturan.

Sebagai langkah serius, Bea Cukai berencana membentuk Satgas Khusus Anti-Rokok Ilegal. Satgas ini akan melibatkan berbagai instansi dan menyisir titik rawan mulai dari pabrik hingga jalur distribusi gelap, “Kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budi Utama dikutip media kumparan.com

Target utama Satgas tersebut adalah membongkar jaringan besar di balik peredaran rokok ilegal yang selama ini sulit disentuh hukum secara serius dan menyeluruh.

Baca Juga :  Cegah Balap Liar, Kasat Lantas Polres Sumenep Pimpin Patroli

Namun di tengah rencana itu, Aktivis ALARM (Aliansi Pemuda Reformasi Melawan) Sumenep mengungkapkan adanya modus penyimpangan rokok ilegal yang belum tersentuh penindakan.

Menurut aktivis ALARM, Andriyadi, ditemukan rokok yang seharusnya berisi 10 batang justru dikemas menjadi 20 batang tanpa penyesuaian pita cukai. Hal ini jelas melanggar aturan dan menipu negara.

“Ini bukan sekadar mengelabui Bea Cukai Madura, tapi sudah menipu negara dan Kementerian Keuangan,” tegas Andriyadi saat dihubungi nusainsider.com, Rabu, 2 Juli 2025.

Pihaknya menyebut bahwa Peminat rokok MBS dan Bani ini sudah banyak, baik di Madura utamanya Sumenep maupun di pulau Jawa. Jadi seharusnya perusahaan ini harus sudah legal dan bayar pajak,” katanya

Baca Juga :  Transaksi Sabu di Talango Terbongkar, Pria 55 Tahun Ditangkap di Rumahnya

Lebih jauh, ia menyebut praktik ‘salsih’ (Tempel cukai Salah Peruntukan) tersebut patut diduga sebagai bentuk Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) karena merugikan negara dalam jumlah besar dan dilakukan secara sistematis.

Ironisnya, merek-merek seperti Rokok MBS, Papa Muda, dan Bani justru terkesan dibiarkan bebas beredar, seolah-olah mendapat toleransi karena dianggap tetap menyumbang penerimaan pajak.

Hal ini memunculkan pertanyaan besar tentang lemahnya pengawasan dari Bea Cukai Madura terhadap praktik-praktik kecurangan yang terstruktur dan masif di lapangan.

“Kalau dibiarkan, negara bisa alami kebocoran penerimaan yang sangat besar. Ini sudah bukan persoalan teknis, tapi menyangkut integritas kelembagaan,” tandasnya.

Untuk itu, ALARM menyatakan akan segera melaporkan temuan ini ke Kementerian Keuangan melalui jalur resmi via pos dalam minggu ini juga.

Baca Juga :  Kalahkan Tim Kecamatan Pragaan, TIM Laskar Busok Berhasil Memasuki Babak Semi Final

Jika tidak ada respons tegas dari otoritas pusat, ALARM siap datang langsung ke Direktorat Jenderal Bea Cukai RI, Kementerian Keuangan RI, bahkan kalau perlu ke Istana Presiden.

“Praktik seperti ini bukan hanya merugikan negara, tapi mencederai kepercayaan publik. Kami akan kawal hingga ada tindakan nyata,” pungkas Andriyadi.

Sementara itu, Bea Cukai mengimbau masyarakat tidak membeli rokok murah tanpa pita cukai resmi. Masyarakat juga diminta segera melapor jika menemukan penjualan rokok ilegal.

Setiap batang rokok ilegal yang dibeli sama saja dengan mendukung kejahatan pajak, merugikan negara, serta membahayakan kesehatan masyarakat secara luas.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Pemkab Sumenep Sukses Lestarikan Bahasa Madura, Cak Fauzi Terima Penghargaan Kemendikdasmen
Kunjungi Jamaah Haji Sumenep, Lia Istifhama Tekankan Kesiapan Fisik Hadapi Armuzna
Pimred nusainsider.com Apresiasi Kiprah CEO DRT The Big Family di Hari Ulang Tahunnya
Opini Fauzi As ; Madura Tidak Pernah Tamat
Rokok MAKAYASA Genjot Ekspansi Pasar, 200 Outlet Baru Dibuka Setiap Hari
Bappeda Sumenep: Program SIMPUL Jawaban Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Data
Bappeda Sumenep Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lewat Sektor Maritim, Pertanian dan Wisata
Bappeda Sumenep Dorong Transparansi Pembangunan melalui Aplikasi SIPD-RI E-Dalev

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 11:36 WIB

Pemkab Sumenep Sukses Lestarikan Bahasa Madura, Cak Fauzi Terima Penghargaan Kemendikdasmen

Senin, 25 Mei 2026 - 04:52 WIB

Kunjungi Jamaah Haji Sumenep, Lia Istifhama Tekankan Kesiapan Fisik Hadapi Armuzna

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:20 WIB

Pimred nusainsider.com Apresiasi Kiprah CEO DRT The Big Family di Hari Ulang Tahunnya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:55 WIB

Opini Fauzi As ; Madura Tidak Pernah Tamat

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:41 WIB

Rokok MAKAYASA Genjot Ekspansi Pasar, 200 Outlet Baru Dibuka Setiap Hari

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:33 WIB

Bappeda Sumenep Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lewat Sektor Maritim, Pertanian dan Wisata

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:30 WIB

Bappeda Sumenep Dorong Transparansi Pembangunan melalui Aplikasi SIPD-RI E-Dalev

Kamis, 21 Mei 2026 - 02:21 WIB

47 Tahun Achmad Fauzi Wongsojudo, Pemimpin Inspiratif Sumenep dengan Deretan Prestasi Nasional

Berita Terbaru

Foto. Fauzi As

Berita

Opini Fauzi As ; Madura Tidak Pernah Tamat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:55 WIB